Ketika penggunaan gadget membuat Si Kecil menjadi lupa makan, malas pergi ke sekolah, hingga marah dan menangis saat gadgetnya diambil, bisa jadi ia sudah mengalami kecanduan gadget. Kondisi ini tentu tidak boleh dianggap sepele, Bun. Oleh karena itu, Bunda perlu mengatasinya dengan cara yang tepat.

Sebenarnya, banyak hal yang bisa dipelajari oleh anak melalui gadget, mulai dari bagaimana cara menari hingga cara membuat macam-macam prakarya. Selain itu, gadget juga bisa menjadi sarana hiburan bagi anak karena terdapat beragam games yang bisa dimainkan.

Ini Cara Mengatasi Anak yang Kecanduan Gadget - Alodokter

Namun, jika terlalu sering main gadget, apalagi tanpa pengawasan, anak bisa kecanduan gadget, lho, Bun. Hal ini dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang dan kehidupan sosial anak.

Atasi Kecanduan Gadget pada Anak dengan Cara Ini

Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa diterapkan untuk mengatasi kecanduan gadget pada anak:

1. Jadi contoh yang baik untuk anak

Anak-anak kerap mengambil pelajaran dari lingkungan sekitarnya, tak terkecuali mengenai kebiasaan menggunakan gadget orang tuanya. Jika Bunda masih sering bermain gadget di depannya, Si Kecil juga akan meniru kebiasaan tersebut. Jadi mulai sekarang, usahakan untuk tidak sibuk dengan gadget saat sedang bersama Si Kecil, ya, Bun.

2. Batasi dan awasi penggunaan gadget pada anak

Untuk mengatasi kecanduan gadget pada Si Kecil, waktu mengakses gadget harus dibatasi, ya. Bunda bisa memberi waktu 1–2 jam dalam sehari untuk Si Kecil menggunakan gadget. Selain itu, awasi juga Si Kecil saat bermain gadget, supaya ia tidak mengakses konten pornografi atau kekerasan.

Dalam menerapkan batasan ini, Bunda perlu bersikap tegas, ya. Latih Si Kecil untuk meminta izin terlebih dahulu sebelum bermain gadget dan mengembalikannya dengan baik setelah selesai digunakan. Simpanlah gadget di tempat yang tidak diketahui oleh Si Kecil sehingga ia tidak bisa menggunakannya tanpa seizin Bunda.

3. Buat aktivitas menyenangkan bersama anak

Buatlah aktivitas menyenangkan agar pikiran Si Kecil teralihkan dari gadget. Bunda bisa mengajak Si Kecil untuk bersepeda atau lari pagi, memasak bersama, menggambar atau mewarnai bersama, atau berkebun di pekarangan rumah.

Selain itu, ajaklah Si Kecil ke taman dekat rumah supaya ia bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Bila perlu, Bunda bisa mengundang anak-anak di lingkungan sekitar untuk berkunjung ke rumah dan bermain bersama Si Kecil. Selain membuatnya lupa dengan gadget, cara ini bisa meningkatkan interaksi sosial Si Kecil.

4. Tetapkan wilayah bebas gadget di rumah

Bunda bisa menetapkan tempat-tempat bebas gadget di dalam rumah, misalnya ruang makan, ruang keluarga, atau kamar tidur. Artinya ketika berada di dalam ruangan ini, siapa pun tidak boleh menggunakan gadget. Pastikan Bunda dan Ayah juga menaati aturan tersebut, ya.

5. Beri tahu anak bahaya menggunakan gadget terlalu lama

Bunda bisa membahas mengenai risiko terjadinya obesitas atau sakit mata jika Si Kecil lebih sering duduk bermain gadget dan jarang bermain ke luar rumah. Selain itu, jelaskan pada Si Kecil dengan bahasa yang mudah bahwa gadget dan internet bisa menjadi tempat yang berbahaya untuknya, apalagi jika Si Kecil juga bermain di media sosial.

Tidak masalah membahas mengenai orang jahat yang beraksi melalui media sosial, asalkan Bunda juga mendiskusikan bersama-sama bagaimana cara menghindari masalah tersebut, misalnya dengan menyepakati bahwa penggunaan gadget harus selalu diawasi. Pastikan Si Kecil tetap merasa aman dan tidak jadi khawatir berlebihan.

Langkah-langkah di atas memang perlu Bunda lakukan untuk membatasi penggunaan gadget Si Kecil. Namun, usahakan untuk tidak memarahi atau meneriaki Si Kecil saat ia sedang mengeyel. Alih-alih memahami maksud Bunda, Si Kecil justru bisa mengalami trauma yang dapat mengganggu kesehatan mentalnya.

Perlu diingat bahwa Si Kecil belum tentu langsung setuju dan terbiasa dengan aturan-aturan baru mengenai gadget ini. Jadi, Bunda memerlukan kesabaran ekstra untuk berkompromi dengannya. Pastikan juga anggota keluarga lain bekerja sama untuk membantu Bunda dalam hal ini, ya.

Jika setelah menerapkan langkah di atas Si Kecil masih saja tidak bisa lepas dari gadget atau mungkin mulai mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi di sekolah, jangan ragu membawa Si Kecil ke psikolog agar ia bisa mendapatkan penanganan yang tepat untuk mengatasi kecanduan gadget.