Manisan buah sering dianggap camilan yang lebih sehat karena terbuat dari buah, tetapi kandungan gulanya bisa lebih tinggi dibandingkan buah segar. Jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah banyak, camilan ini dapat menambah asupan gula harian tanpa disadari.
Manisan buah dibuat dengan cara merendam atau memasak buah bersama gula. Proses ini membuat rasa buah menjadi lebih manis, teksturnya berubah menjadi kenyal atau kering, dan masa simpannya lebih lama.

Umumnya, buah yang dapat diolah menjadi manisan cukup beragam, seperti mangga, kedondong, salak, pepaya, nanas, jambu, ceremai, dan ceri. Pada beberapa jenis manisan, penambahan garam, pewarna, atau bahan pengawet makanan pun kerap kali ditambahkan.
Meski terbuat dari buah, manisan buah tidak dapat disamakan dengan buah segar. Buah segar mengandung air, serat, serta vitamin dan mineral alami. Sementara itu, proses pengolahan manisan dapat mengurangi sebagian kandungan air dan zat gizi, sekaligus meningkatkan kadar gulanya.
Manisan Buah dan Kandungan yang Perlu Diperhatikan
Sebelum memilih manisan buah sebagai camilan, ada beberapa kandungan yang perlu Anda perhatikan, yaitu:
1. Gula tambahan
Gula digunakan untuk memberi rasa manis sekaligus memperpanjang daya simpan manisan buah. Namun, konsumsi gula tambahan berlebihan dapat meningkatkan risiko penambahan berat badan berlebih, kerusakan gigi, dan diabetes tipe 2.
2. Tinggi kalori
Manisan buah kering memiliki kandungan air yang lebih rendah dibandingkan buah segar karena telah melalui proses pengeringan. Proses ini membuat kadar gula dan kalori dalam manisan buah kering menjadi lebih tinggi pada setiap porsinya. Oleh karena itu, jika dikonsumsi secara berlebihan, asupan kalori dan gula harian Anda dapat meningkat.
3. Rendah serat
Buah segar umumnya lebih mengenyangkan karena masih mengandung air dan serat. Pada manisan buah, terutama yang telah dikupas, direndam dalam waktu lama, atau dimasak, jumlah serat dan beberapa vitamin bisa berkurang.
4. Garam, pewarna, atau pengawet
Beberapa manisan buah mengandung tambahan garam, pewarna, atau bahan pengawet makanan. Bahan-bahan tambahan ini umumnya tidak membahayakan jika digunakan sesuai aturan. Namun, tetap perlu diwaspadai, terutama jika Anda memiliki tekanan darah tinggi atau sering mengonsumsi makanan olahan.
Cara Aman Mengonsumsi Manisan Buah
Pada dasarnya, manisan buah tetap boleh dikonsumsi, asalkan porsinya tidak berlebihan, tidak dikonsumsi setiap hari, serta bukan sebagai pengganti buah segar ya. Berikut beberapa cara yang dapat Anda terapkan saat mengonsumsi manisan buah:
1. Batasi porsinya
Konsumsi manisan buah dalam porsi kecil, misalnya hanya beberapa potong saja, bukan satu mangkuk penuh. Cara ini dapat membantu mengontrol asupan gula tanpa harus benar-benar menghindarinya.
2. Jangan makan setiap hari
Jadikan manisan buah sebagai camilan sesekali, bukan camilan harian. Untuk pilihan sehari-hari, Anda dapat mengonsumsi buah segar, kacang tanpa tambahan gula, yoghurt plain, atau jagung rebus.
3. Baca label kemasan
Jika membeli manisan buah dalam kemasan, periksa daftar bahan, kandungan gula, tanggal kedaluwarsa, dan izin edar BPOM. Pilih produk dengan kemasan yang masih utuh, informasi produk yang jelas, serta izin edar yang dapat diverifikasi.
4. Perhatikan tampilan dan rasa
Jika ingin mengonsumsi manisan buah, pilih yang rasa manisnya tidak berlebihan dan warnanya tidak terlalu mencolok. Warna yang sangat mencolok dapat menunjukkan penggunaan pewarna tambahan. Anda juga dapat memperhatikan teksturnya dan menghindari produk yang terlalu lengket karena biasanya tinggi gula.
5. Perhatikan kondisi kesehatan Anda
Jika Anda memiliki diabetes, berat badan berlebih, penyakit ginjal, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya konsumsi manisan buah lebih dibatasi. Pilihan camilan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan anjuran dokter.
6. Buat sendiri dengan gula lebih sedikit
Untuk alternatif yang lebih aman, Anda bisa membuat manisan buah sendiri di rumah. Gunakan buah segar, cuci hingga bersih, kurangi jumlah gula, dan simpan dalam wadah tertutup di kulkas.
Manisan buah bukanlah makanan yang harus dihindari sepenuhnya. Kuncinya adalah membatasi porsi, frekuensi, serta memperhatikan kualitas dan kebersihan produk. Jadikan manisan buah sebagai camilan sesekali, bukan sebagai pengganti buah segar.
Dalam pola makan sehari-hari, buah segar tetap menjadi pilihan utama karena mengandung serat, vitamin, mineral, dan air yang dibutuhkan oleh tubuh. Serat dalam buah segar juga berperan penting untuk melancarkan pencernaan dan mencegah sembelit.
Jika Anda ingin menikmati manisan buah, konsumsi camilan tersebut dalam porsi kecil dan kombinasikan dengan makanan yang lebih mengenyangkan, seperti makanan tinggi protein atau serat. Cara sederhana ini lebih menyehatkan tubuh lho.
Kesimpulannya, manisan buah boleh dinikmati sesekali, asalkan tetap memperhatikan kandungan gula, kebersihan makanan, dan kondisi kesehatan Anda. Jika setelah makan manisan buah Anda mengalami keluhan seperti sakit perut, muntah, diare, gatal-gatal, atau kenaikan gula darah, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
Untuk keluhan ringan atau jika Anda masih ragu apakah manisan buah aman dikonsumsi dalam kondisi tertentu, Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapatkan arahan yang sesuai.