Sakit mata pada bayi merupakan kondisi yang tidak boleh disepeleakan, karena bukan hanya membuat bayi tidak nyaman dan rewel, sakit mata juga berisiko mengganggu penglihatannya. Kenali apa saja jenis sakit mata yang dapat menimpa bayi, beserta tanda-tanda dan cara penanganannya.

Ada beragam penyakit mata yang bisa dialami oleh bayi. Sebagian dapat sembuh dengan sendirinya, sebagian lagi memerlukan pengobatan atau perawatan dari dokter.

Kenali Jenis Penyakit Mata yang Bisa Dialami Bayi - Alodokter

Ragam Jenis Sakit Mata yang Umum Bayi

Berikut adalah 3 jenis penyakit mata yang bisa dialami oleh bayi beserta pilihan penanganannya:

1. Mata Juling (strabismus)

Mata juling merupakan kondisi ketika posisi kedua mata tidak sejajar. Hal ini diakibatkan adanya gangguan pada otot penggerak bola mata. Pada sebagian bayi, mata juling biasanya dapat kembali normal seiring dengan pertambahan usia.

Namun, jika sampai usia lebih dari 4 bulan posisi mata tetap terlihat tidak sejajar, kondisi ini perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan dari dokter. Penanganan mata juling pada bayi dan anak bisa berupa pemberian penutup mata, kacamata khusus, atau operasi.

2. Saluran Air Mata Tersumbat

Sumbatan kelenjar air mata merupakan penyakit mata yang cukup sering dialami oleh bayi. Kondisi ini terjadi karena saluran air mata bayi belum berkembang secara sempurna. Beberapa keluhan dan gejala yang bisa muncul adalah mata merah, bengkak, dan keluarnya cairan kental dari sudut mata.

Kondisi ini umumnya bisa membaik seiring berkembangnya saluran air mata bayi. Salah satu penanganan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pijatan lembut di kedua sisi batang hidung bayi ke arah bawah menuju sudut hidung. Pijatan ini bisa dilakukan 5-10 kali sehari.

Namun, jika kondisi ini terus menerus terjadi, mata bayi terlihat memerah, dan bayi terlihat kesulitan membuka mata, segeralah bawa ia ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

3. Konjungtivitis

Konjungtivitis merupakan peradangan pada konjungtiva atau selaput yang melapisi permukaan bola mata dan kelopak mata bagian dalam. Kondisi cukup sering dialami oleh bayi. Penyebabnya cukup beragam, mulai dari iritasi pada mata, alergi, sampai infeksi.

Gejala yang bisa muncul saat bayi mengalami kondisi ini adalah munculnya mata merah, bengkak, berair, dan belekan. Bayi juga biasanya akan lebih sering mengucek matanya karena merasa tidak nyaman.

Penanganan konjungtivitis akan disesuaikan dengan penyebabnya. Namun, untuk mengurangi rasa tidak nyaman, Anda bisa mengompres mata bayi dengan kompres hangat dan membersihkan belekan di sekitar matanya dengan kasa atau lap bersih. Jangan lupa, selalu cuci tangan sebelum dan sesudah menyentuh mata bayi.

Selain itu, ada beberapa penyakit mata pada bayi yang bersifat kongenital atau bawaan. Contohnya glaukoma kongenital dan retinopathy of prematurity (ROP)

Tanda Bahaya Penyakit Mata Bayi

Berikut ini adalah tanda-tanda yang perlu Anda waspadai dan segera periksakan ke dokter:

  • Posisi mata yang tidak sejajar atau mata bayi tidak bergerak normal sampai usia 4 bulan. Misalnya, salah satu bola mata bergerak sedangkan yang lainnya tidak, atau salah satu bola mata melihat ke arah yang berbeda ketika yang satu lagi sedang bergerak.
  • Terlihat titik putih di mata bayi, terutama saat difoto menggunakan kamera dengan flash.
  • Mata bayi terlihat keruh, berwarna putih, keabuan, atau kuning.
  • Salah satu bola mata bayi terlihat lebih besar atau menonjol.
  • Kelopak mata bayi tidak bisa terangkat dan terlihat terkulai lemas.

Jika bayi mengalami keluhan dan gejala seperti yang telah dijelaskan di atas, segeralah periksakan ke dokter, agar penyakit mata yang dialami bayi dapat segera ditangani sebelum menimbulkan komplikasi.