Mata terasa panas bisa terasa sangat mengganggu, terutama saat Anda sedang bekerja di depan layar atau banyak beraktivitas di luar ruangan. Sensasi ini dapat menimbulkan ketidaknyamanan hingga mengganggu fokus. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja penyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.

Keluhan mata terasa panas sering kali berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau kondisi lingkungan sekitar. Paparan layar gadget dalam waktu lama, ruangan ber-AC, udara berdebu, atau terkena asap kendaraan sampai kelilipan adalah beberapa contoh penyebab yang umum.

Mata Terasa Panas, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Namun, perlu diketahui bahwa hal ini bukanlah suatu diagnosis, melainkan gejala. Mata terasa panas bisa menandakan berbagai kondisi, mulai dari iritasi ringan hingga gangguan kesehatan mata yang lebih serius. Bahkan dalam beberapa kasus, keluhan ini bisa berkaitan dengan kondisi medis lain seperti sindrom Sjögren.

Berbagai Penyebab Mata Terasa Panas

Sensasi panas atau perih pada mata dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari paparan lingkungan, kebiasaan, hingga gangguan medis. Berikut ini beberapa penyebab yang umum:

1. Paparan layar terlalu lama

Menatap layar komputer, ponsel, atau televisi dalam waktu lama dapat membuat frekuensi berkedip menurun. Akibatnya, mata menjadi kering dan terasa panas atau perih.

2. Iritasi dari debu, asap, atau polusi

Partikel kecil seperti debu, asap rokok, atau polusi udara bisa masuk ke mata dan menyebabkan iritasi. Kondisi ini membuat mata terasa panas, merah, dan penglihatan buram.

3. Udara kering atau ruangan ber-AC

Lingkungan yang terlalu kering, baik karena cuaca atau penggunaan pendingin udara, dapat mengurangi kelembapan alami pada mata, sehingga menyebabkan mata terasa panas atau perih.

4. Alergi terhadap debu, bulu hewan, atau serbuk sari

Reaksi alergi pada mata, alias konjungtivitis karena alergi, juga dapat menyebabkan mata terasa panas lho. Selain itu, reaksi ini juga bisa berupa mata gatal, berair, dan merah.

5. Infeksi mata akibat bakteri atau virus

Infeksi dapat menimbulkan keluhan mata merah (konjungtivitis), keluar kotoran, bengkak, dan terasa panas. Hal ini bisa disebabkan oleh infeksi maupun iritasi atau alergi, dan biasanya memerlukan pemeriksaan serta penanganan medis.

6. Sindrom mata kering

Sindrom mata kering atau dry eye syndrome terjadi saat mata tidak memproduksi cukup air mata atau kualitas air mata menurun, menyebabkan iritasi, rasa panas, dan sensasi seperti berpasir.

7. Blefaritis

Peradangan pada kelopak mata atau blefaritis kerap membuat mata terasa perih, panas, dan disertai sensasi berpasir. Penyebabnya bisa berupa infeksi, alergi, atau gangguan kelenjar minyak.

Cara Mengatasi Mata Terasa Panas

Jika mata terasa panas tidak disertai gejala berat dan hanya terjadi sesekali, Anda bisa mencoba beberapa langkah perawatan berikut di rumah:

  • Istirahatkan mata dengan aturan 20-20-20: Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek sejauh 6 meter.
  • Gunakan tetes mata buatan (air mata buatan) untuk melembapkan mata yang kering.
  • Hindari paparan langsung terhadap asap, debu, dan angin.
  • Pastikan pencahayaan ruangan cukup saat membaca atau bekerja.
  • Kompres mata dengan kain bersih yang dibasahi air dingin untuk meredakan sensasi panas.
  • Cuci tangan sebelum menyentuh wajah atau mata.
  • Gunakan kacamata pelindung saat berada di lingkungan berdebu atau berangin.
  • Konsumsi makanan yang mendukung kesehatan mata, seperti wortel, bayam, dan ikan berlemak yang kaya omega-3.

Mata terasa panas umumnya tidak berbahaya jika hanya terjadi sesekali dan tidak disertai gejala lain. Namun, jika keluhan berlangsung terus-menerus dan disertai mata merah hebat, nyeri, buram, keluar nanah, atau sensitif terhadap cahaya, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter mata.

Jangan ragu untuk menggunakan layanan Chat Bersama Dokter dari rumah jika Anda bingung harus bagaimana menghadapi keluhan ini.