Sel kanker dapat merusak sel serta jaringan dan organ sehat di dalam tubuh. Sel ini tumbuh dengan cepat, tidak terkendali, dan dapat dengan mudahnya menyebar. Oleh karena itu, keberadaan sel kanker di dalam tubuh penting untuk dideteksi sedini mungkin guna mencegah terjadinya gangguan kesehatan serius.  

Tingkat keparahan atau stadium kanker ditentukan berdasarkan perkembangan sel kanker. Stadium penyakit kanker juga dapat memberikan gambaran pertumbuhan sel kanker dan apakah sel kanker sudah menyebar ke organ atau jaringan tubuh lain.

Memahami Sel Kanker Beserta Stadium dan Tingkatannya - Alodokter

Pertumbuhan sel kanker penting untuk dideteksi sedini mungkin sebelum kanker berkembang menjadi stadium lanjut atau sudah berat. Semakin awal sel kanker terdeteksi dan ditangani oleh dokter, peluang untuk sembuh dari penyakit kanker pun semakin tinggi.

Proses Terbentuknya Sel Kanker

Tubuh manusia tersusun atas triliunan sel. Seiring waktu, sel-sel ini akan menua, rusak, mati, dan tidak berfungsi lagi.

Sel-sel yang sehat akan tumbuh dan membelah diri secara teratur untuk menggantikan sel yang rusak, tua, atau mati tersebut, sehingga tubuh dapat terus menjalankan fungsinya.

Namun, sel-sel yang normal tersebut terkadang bisa berubah dan tumbuh tidak terkendali sehingga merusak sel-sel dan jaringan tubuh yang normal. Sel-sel yang tumbuh tidak terkendali inilah yang disebut sel kanker.

Pertumbuhan sel yang tidak terkendali ini dapat mengganggu fungsi kerja organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab pasti terjadinya pertumbuhan sel kanker masih belum diketahui. Akan tetapi, ada beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terbentuknya sel kanker, antara lain:

  • Faktor genetik atau memiliki keluarga kandung yang pernah menderita kanker
  • Paparan radikal bebas, radiasi, atau sinar matahari dalam jangka panjang
  • Peradangan kronis
  • Infeksi, misalnya infeksi virus HPV
  • Pola hidup tidak sehat, misalnya sering merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, atau menjalani pola makan tidak sehat

Tingkatan Keparahan atau Stadium Kanker

Beberapa kasus kanker dapat terdeteksi sejak stadium awal, namun tidak sedikit pula orang yang baru mengetahui adanya pertumbuhan sel kanker di dalam tubuhnya setelah memasuki stadium akhir.

Stadium kanker bermanfaat bagi dokter untuk memahami seberapa parah kanker yang dialami dan peluang hidup penderita kanker.

Selain itu, stadium kanker juga dapat menjadi bahan pertimbangan dokter untuk menentukan rencana penanganan terbaik dan paling sesuai dengan kondisi kesehatan secara menyeluruh penderita kanker tersebut.

Berikut ini adalah tingkat keparahan atau stadium kanker:

Stadium 0

Pada stadium 0, sel kanker baru tumbuh dan belum menyebar ke jaringan atau organ lain di sekitarnya. Kanker stadium 0 yang disebut juga karsinoma in situ ini, umumnya tidak bergejala sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa terdapat sel kanker di dalam tubuhnya.

Akan tetapi, jika sel kanker terdeteksi sejak dini dan segera diangkat, tingkat keberhasilan pengobatan penyakit kanker pada stadium awal ini cukup tinggi.

Stadium I

Kanker stadium I menggambarkan kondisi ketika sel kanker sudah tumbuh dan membentuk jaringan tumor berukuran kecil. Pertumbuhan sel-sel atau jaringan kanker di stadium ini umumnya juga tidak menimbulkan gejala yang khas, sehingga banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka mengalami kanker.

Sel kanker pada stadium ini juga belum tumbuh sampai ke dalam jaringan tubuh atau belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Stadium II

Pada stadium II, sel kanker sudah berkembang dan tumbuh hingga berukuran lebih besar dibandingkan dengan stadium I. Sel kanker pada stadium ini masih bertahan di tempat awal muncul dan belum menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Kanker stadium II yang tidak segera ditangani bisa berkembang menjadi kanker stadium lebih lanjut.

Stadium III

Sel-sel kanker stadium III memiliki kemiripan dengan sel kanker stadium II. Namun, sel-sel tersebut sudah tumbuh lebih dalam ke jaringan atau organ tubuh.

Sel-sel kanker di stadium III juga umumnya sudah mulai menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya. Meski demikian, sel kanker belum sampai menyebar ke bagian tubuh lain yang jauh dari lokasi awal tumbuhnya sel kanker.

Stadium IV

Pada stadium ini, sel kanker yang semula tumbuh di jaringan tubuh tertentu sudah berkembang dan menyebar ke organ tubuh lain. Misalnya, sel kanker yang awalnya tumbuh di paru-paru dapat menyebar ke otak ketika sudah mencapai stadium IV. Penyebaran sel kanker ini dikenal dengan istilah metastasis sel kanker.

Semakin tinggi stadium kanker yang terbentuk di dalam tubuh, semakin rendah pula peluang untuk sembuh dari kanker. Itulah alasannya sel kanker penting untuk dideteksi sejak dini agar bisa diangkat sepenuhnya dari tubuh.

Umumnya, dokter akan menghilangkan sel kanker melalui beberapa cara, di antaranya dengan operasi, radioterapi, kemoterapi, atau terapi hormon.

Tingkatan Penyakit kanker

Selain stadium (stage), penyakit kanker juga memiliki tingkatan (grade). Tingkatan ini dinilai berdasarkan sifat dan bentuk sel kanker. Penilaian tingkatan sel kanker ini ditentukan berdasarkan kondisi sel kanker pada pemeriksaan biopsi.

Tingkatan atau grading sel kanker bisa diklasifikasikan sebagai berikut:

Tingkat 1

Sel kanker belum tampak seperti sel abnormal. Pada tingkatan ini, sel kanker masih tampak mirip dengan sel normal dan pertumbuhannya juga masih normal.

Tingkat 2

Sel kanker mulai menampakkan ciri-ciri yang berbeda dengan sel normal. Pertumbuhan sel kanker mulai lebih cepat jika dibandingkan dengan sel normal.

Tingkat 3

Sel kanker pada tingkat ini sudah tampak jelas sebagai sel abnormal. Sel-sel kanker di tingkat 3 ini juga sudah mulai berkembang dengan sangat aktif dan mulai merusak jaringan normal di sekitarnya.

Untuk mendeteksi keberadaan sel kanker, akan lebih baik jika Anda memeriksakan kesehatan secara berkala sesuai anjuran dokter. Deteksi kanker sejak dini sangat bermanfaat bagi penanganan dan peluang keberhasilan pengobatan kanker.

Untuk mendeteksi dini sel kanker, dokter mungkin akan menyarankan beberapa pemeriksaan yang terdiri dari pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti pemeriksaan skrining kanker, tumor marker, atau pemeriksaan jaringan tubuh, misalnya melalui Pap smear.

Jika sel kanker terdeteksi di dalam tubuh Anda, dokter akan menyarankan langkah penanganan kanker yang Anda alami berdasarkan tingkat keparahan dan kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan.