Keberadaan air untuk memasak sangat dibutuhkan. Namun, tidak semua air dapat digunakan untuk mengolah bahan makanan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa air yang Anda gunakan saat memasak sudah bersih dan baik untuk kesehatan.

Dalam proses memasak, air memiliki fungsi yang sangat penting, mulai dari membersihkan, melarutkan, melunakkan, memanaskan, hingga mematangkan bahan makanan.

Memilih Air yang Tepat untuk Memasak - Alodokter

Melihat pentingnya peran air untuk memasak, tidak heran bila air yang digunakan perlu terjaga kebersihan dan keamanannya. Dengan begitu, makanan yang dimasak bisa aman dikonsumsi dan tidak menyebabkan penyakit.

Bahaya Memasak dengan Sembarang Air

Air untuk memasak yang didapatkan dari keran atau sumur rumah bisa saja mengandung kuman dan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Arsenik dan timbal merupakan contoh bahan kimia yang bisa terkandung di dalam air. Bila sampai masuk dan menumpuk di dalam tubuh, arsenik bisa menyebabkan muntah, sakit perut, diare, kram otot, hingga kanker.

Sementara itu, timbal dapat menyebabkan masalah perkembangan fisik dan mental pada bayi dan anak-anak. Pada orang dewasa, mengonsumsi air yang telah terkontaminasi timbal dapat menimbulkan masalah ginjal dan tekanan darah tinggi.

Selain senyawa kimia, air untuk memasak juga bisa mengandung parasit, bakteri, atau virus penyebab penyakit. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

Cemaran-cemaran tersebut berasal dari feses hewan atau manusia yang terdapat di sekitar sumber air dan kemudian masuk ke dalam air. Jika tetap menggunakan air yang mengandung berbagai kuman tersebut untuk memasak, Anda bisa saja mengalami gangguan pencernaan, hepatitis, hingga meningitis.

Syarat Air yang Layak untuk Dimasak

Untuk memasak, Anda disarankan untuk menggunakan air yang bersih, jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. Air yang berwarna bisa menunjukkan adanya kandungan mineral yang terlalu banyak, seperti tembaga, timbal, besi, atau mangan.

Sedangkan air yang memiliki bau, seperti bau belerang, telur busuk, atau amis, menunjukkan adanya kandungan bakteri.

Namun, air mentah yang terlihat bersih belum tentu benar-benar bebas dari unsur kimia atau kuman yang bisa berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu, sebagai pengganti air mentah, Anda bisa menggunakan air mineral untuk memasak.

Air Rebusan vs Air Kemasan

Ketika memasak, Anda bisa bisa menggunakan air mentah yang direbus atau air mineral dalam kemasan. Kedua pilihan tersebut memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah penjelasannya:

Air rebusan

Air mentah yang berasal dari keran atau sumur rumah bisa mengandung kuman penyebab penyakit. Oleh karena itu, Anda harus merebus air terlebih dahulu hingga mendidih. Selanjutnya, biarkan air tetap mendidih selama 1 menit.

Meskipun merebus air mampu menurunkan kemungkinan cemaran akibat bakteri, termasuk E.Coli, tetapi kemungkinan bakteri lain masih terdapat dalam air minum masih tetap ada. Risiko kontaminasi bahan-bahan kimia dan logam berat lainnya pada air rebusan juga masih tidak bisa disingkirkan.

Selain itu, air yang direbus bisa saja memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Air yang asam dapat mengandung banyak timbal, arsenik, tembaga, nikel, kadmium, kromium, dan zinc. Selain itu, air yang asam bisa merusak lapisan gigi dan mencegah penyerapan kalsium di dalam tubuh.

Air kemasan

Pada umumnya, memasak menggunakan air biasa hingga mendidih akan menghilangkan virus, kuman, dan bakteri yang terdapat di dalamnya. Begitupun saat menggunakan air mineral kemasan.  Selain itu, menggunakan air mineral untuk memasak dipercaya dapat menurunkan risiko terjadinya paparan beragam zat berbahaya, seperti arsenik.

Air mineral juga mengandung banyak mineral dan senyawa alami, termasuk magnesium, kalsium, bikarbonat, natrium, sulfat, klorida, dan fluoride, yang baik untuk kesehatan.

Penggunaan air mineral untuk memasak selain menghindarkan Anda dari air terkontaminasi yang berisiko menyebarkan penyakit, juga akan membantu menambahkan mineral di dalam masakan Anda. Berbagai kandungan mineral tersebut belum tentu ditemukan dalam air rebusan biasa.

Terlebih lagi, beberapa jenis sayuran tidak dianjurkan dimasak terlalu lama untuk mempertahankan nutrisinya. Jadi, memasak menggunakan air mineral akan membantu Anda mempertahankan nutrisi dari sayuran dan juga terhindar dari paparan zat berbahaya.

Namun, Anda tetap harus cermat dalam memilih air kemasan yang akan digunakan untuk memasak atau dikonsumsi.

Nah, itulah pentingnya memperhatikan air untuk memasak. Penggunaan air yang bersih dan bebas kuman tentunya baik untuk kesehatan Anda dan keluarga.

Bila Anda mengalami gejala tertentu setelah menggunakan air untuk memasak, seperti sakit perut, mual, atau muntah, periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.