Kebanyakan orang tua memilih untuk tidur bersama bayi mereka sejak lahir. Alasannya, agar selalu siap siaga menjaga sang buah hati, terutama ketika dia membutuhkan Anda pada malam hari. Padahal, penting bagi Anda untuk mengajarkan Si Kecil agar mau tidur di kamar anak.

Namun seiring berjalannya waktu, berbagi kamar dengan Si Kecil ternyata bukanlah hal yang baik dan bisa mengganggu berbagai aktivitas Anda, seperti saat tidur, hubungan intim dengan pasangan, atau jika Anda memiliki anak kedua. Inilah saatnya Anda menyiapkan kamar anak tersendiri untuk Si Kecil sebagai tahap pendewasaan selanjutnya.

Mempersiapkan Kamar Anak yang Sehat dan Aman - Alodokter

Lakukan Hal Ini untuk Mengajarkannya Tidur Sendiri

Mengajarkan Si Kecil untuk tidur sendiri bukanlah perkara yang mudah, karena bisa saja ia merasa disisihkan jika Anda melakukannya secara langsung dan tidak bertahap. Sebelum menyuruhnya untuk tidur sendiri di kamar anak, maka lakukan beberapa hal berikut agar ia tak kaget saat tidur sendiri, seperti:

  • Mulai mengajarinya untuk tidur sendiri di kamarnya saat siang hari. Karena pada siang hari, Si Kecil cenderung tidak merasa takut akan kegelapan seperti pada malam hari tiba.
  • Saat malam hari, biarkan Si Kecil tidur di kamar Anda. Namun, belajarlah untuk tidak satu ranjang dengannya. Taruh matras atau kasur lipat yang nyaman di lantai sebagai tempat tidurnya sebagai proses latihan bagi dirinya agar mau tidur sendiri. Hal ini bermanfaat untuk melatihnya tidur seorang diri namun tetap merasa aman karena masih berada dalam pantauan Anda.
  • Jangan lupa untuk memberi tahu dan menjelaskan padanya tentang manfaat tidur sendiri di kamar anak. Misalnya, dengan tidur di kamar sendiri, Si Kecil bebas menghias isi kamarnya dengan hal yang ia sukai, seperti memasang poster atau gambar kartun kesukaannya.
  • Jangan ragu untuk mengajarkannya tidur sendiri di kamar anak. Mengurangi kehadiran Anda di kamarnya, agar ia terbiasa berada sendiri di kamarnya. Hal ini dapat membuatnya mandiri dan belajar berani.
  • Lakukan hal ini secara konsisten dan perlahan. Jika sang anak menyelinap ke kamar Anda di tengah malam dan mencoba merayu Anda agar tidur bersama, cobalah untuk abaikan dan jangan bosan untuk mengingatkannya kembali manfaat tidur sendiri di kamarnya. Antarkan Si kecil kembali ke kamar.
  • Buatlah dirinya nyaman dan jelaskan padanya bahwa tidak ada hal yang menakutkan selama Si Kecil berada di kamarnya sendiri.

Tips Untuk Mempersiapkan Kamar Anak yang Aman

Sebelum Anda mengajarkan Si Kecil untuk tidur sendiri di kamarnya, pastikan semua hal yang ada di kamarnya aman dan tidak membahayakan. Beberapa hal yang harus Anda periksa dan pastikan keamanannya meliputi barang elektronik, perabotan yang ada di kamar Si Kecil, serta beragam mainan miliknya yang mungkin bisa saja membahayakan dirinya. Jangan menaruh mainan yang menarik di atas rak yang tinggi yang bisa didorong atau dipanjatnya.

Jika di kamar Si Kecil ada jendela, pastikan jendelanya aman dan dikunci dengan baik. Jangan memilih gorden yang bisa ditarik ke bawah. Ikat dan lepaskan penutup jendela yang menggantung. Jangan biarkan kabel-kabel di kamarnya berserakan, karena bisa saja Si Kecil bermain dengan kabel-kabel tersebut.

Selain itu, pilihlah cermin atau bingkai foto yang aman untuk ditaruh di kamar Si Kecil, karena bingkai yang berat bisa saja membahayakan dirinya jika jatuh. Hindari pula dekorasi kamar yang menggunakan pita panjang atau apa pun yang bisa saja mencekiknya.

Dan yang terpenting, pilihlah cat yang berbahan dasar air untuk dinding kamarnya. Karena cat jenis ini idealnya mengandung senyawa organik volatile atau sumber polusi yang lebih rendah. Pastikan kamar anak Anda berventilasi baik untuk pertukaran udaranya.

Beberapa cara di atas dapat Anda lakukan agar Si Kecil terbiasa dan berani tidur sendiri di kamarnya. Saat anak-anak telah merasa aman, nyaman, dan memiliki keinginan untuk tidur sendiri, langkah selanjutnya Anda dapat mencoba membantunya untuk membuatnya betah di kamarnya. Beberapa cara yang dapat Anda lakukan, di antaranya:

  • Taruhlah boneka atau selimut kesayangannya yang dapat menemaninya saat tidur.
  • Anda bisa membacakan dongeng saat malam sebelum Si Kecil tidur di kamarnya. Setelah ia terlelap, Anda bisa meninggalkannya tidur sendiri di kamarnya. Lakukan hal tersebut sekitar satu minggu.
  • Kendati anak sudah terbiasa tidur sendiri di kamarnya, Anda bisa menemaninya dengan duduk di tempat tidurnya. Lalu dari duduk di tempat tidurnya, Anda bisa mencoba duduk di lantai, dan kemudian menemaninya hanya sampai pintu kamarnya saja.

Sebenarnya tidak ada patokan umur kapan seorang anak harus tidur di kamarnya sendiri. Saat baru lahir pun sebenarnya pemisahan kamar sudah bisa dilakukan. Yang terpenting, berikan penjelasan pada Si Kecil bahwa ia harus belajar berani dan mandiri sehingga harus tidur sendiri di kamarnya. Dan ingatkan bahwa Anda selalu berada di dekatnya jika Si Kecil sewaktu-waktu membutuhkan Anda.