Mata sipit adalah salah satu ciri fisik umum yang dapat dipakai untuk membedakan satu orang dengan yang lain. Tetapi siapa sangka, ternyata mata sipit atau tamak kecil bisa menjadi salah satu indikator kemungkinan adanya penyakit atau kondisi medis tertentu.

Bentuk mata seseorang ditentukan oleh kelopak mata bagian atas dan bawah. Sudut mata yang dekat dengan hidung dapat tertutup oleh kulit dari kelopak mata bagian atas. Kulit yang menutup ini disebut dengan lipatan epikantus. Lipatan ini menjadikan mata tampak lebih sipit. Hal ini normal pada orang keturunan Asia.

Mencermati Mata Sipit yang Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya - Alodokter

Berbagai Penyebab Mata Sipit

Namun, pada sebagian kasus, mata sipit dapat menjadi petunjuk adanya kondisi medis tertentu. Berikut ini adalah beberapa kondisi atau penyakit yang dapat menyebabkan mata sipit: 

  • Sindrom Down
    Sindrom Down adalah kelainan genetik yang ditandai dengan kelainan fisik dan pertumbuhan tubuh yang terlambat. Mata sipit, mulut kecil dengan lidah menonjol, bagian belakang kepala yang lebih datar, hanya terdapat satu guratan pada telapak tangan, dan berat badan serta panjang bayi baru lahir yang kurang dari ukuran normal adalah ciri-ciri fisik umum pengidap sindrom ini. Sindrom Down terjadi oleh karena kelainan genetik pada kromosom 21.
  • Sindrom alkohol pada janin (fetal alcohol
    Sindrom alkohol pada janin adalah gangguan fisik, mental, dan tumbuh kembang pada bayi yang terjadi akibat sang ibu mengonsumsi minuman beralkohol saat hamil. Efek minuman keras dapat berlipat ganda pada janin dibandingkan pada ibunya, terutama pada tiga bulan pertama usia kandungan.
    Bayi dengan sindrom ini umumnya memiliki mata sipit dengan lipatan kulit atas mata yang besar, rahang atas kecil, kepala kecil, dan bibir atas yang lebih tipis. Koordinasi anggota tubuhnya buruk dan massa ototnya menyusut. Pertumbuhan dan perkembangan bayi dengan sindrom ini cenderung lambat, baik ketika masih berada di dalam kandungan, maupun setelah lahir. Bayi dengan sindrom alkohol juga dapat menderita kelainan bawaan pada organ tubuhnya, termasuk jantung, ginjal, tulang, dan telinga.
  • Myasthenia gravis (MG)
    Myasthenia gravis adalah penyakit autoimun yang menyerang jaringan saraf dan otot sehingga menyebabkan otot rangka tidak dapat berfungsi dengan baik. Hal ini terjadi karena adanya gangguan pada transmisi sinyal saraf terhadap serabut otot. Salah satu tanda klinis MG adalah kelopak mata yang turun sehingga mata tampak sipit. Penderita juga dapat sulit mengangkat benda ataupun berjalan, sulit bicara, sulit menelan dan mengunyah, sering kelelahan, hingga mengalami penglihatan ganda.
  • Mikroftalmia
    Mikroftalmia adalah gangguan perkembangan mata yang terjadi sejak janin. Penyakit ini membuat kedua atau salah satu mata menjadi berukuran kecil. Selain berukuran kecil, biasanya mata memiliki anatomi (struktur) yang juga tidak normal. Penderita dapat mengalami kebutaan. Kondisi ini dapat diduga terjadi karena bayi mengalami infeksi atau paparan zat beracun saat berada di dalam kandungan. Pada beberapa kasus, mikroftalmia terkait dengan sindrom alkohol pada janin (fetal alcohol syndrome). Mikroftalmia juga dapat disebabkan oleh kelainan genetik.
  • Oftalmoplegia
    Oftalmoplegia adalah kondisi kelemahan atau kelumpuhan otot mata. Penderita penyakit ini sulit mengarahkan penglihatan ataupun menggerakkan kelopak matanya sehingga mata menjadi tampak sipit. Otot-otot organ lain pada tubuh penderita juga dapat menjadi lemah. Kondisi ini bisa bersifat diturunkan (genetik) ataupun muncul karena faktor penyebab lain, seperti stroke, tumor otak, cedera kepala berat, migrain, penyakit tiroid, atau infeksi.
  • Nanophthalmos
    Nanophthalmos adalah kondisi di mana ukuran mata sangat kecil oleh karena adanya kelainan genetik langka yang menyebabkan gangguan pada perkembangan mata. Kata ’nano’ sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti ’kecil’. Berbeda dengan kondisi mikroftalmia yang mengalami kelainan struktural, kondisi nanoftalmos biasanya tidak mengalami kelainan struktur.

Bila Anda bukan termasuk keturunan yang normal memiliki mata sipit, periksakan ke dokter jika Anda menyadari adanya lipatan epikantus pada kelopak mata anak Anda, atau jika matanya tampak sipit/kecil. Tidak hanya pada bayi, waspadai juga mata sipit yang terjadi saat dewasa, terutama jika mata sipit disertai gangguan penglihatan atau kesulitan menggerakkan mata.