Sebagian orang mungkin pernah mengalami kencing sakit setelah berhubungan intim. Jika Anda mengalami hal ini, maka jangan anggap sepele. Hal ini karena kencing sakit setelah berhubungan intim bisa merupakan pertanda adanya infeksi maupun iritasi pada organ intim Anda.

Kencing sakit, atau dalam istilah medisnya disebut disuria, dapat terjadi pada siapa pun, mulai dari anaka-anak sampai orang dewasa. Kondisi ini biasanya lebih berisiko dialami oleh wanita dibandingkan pria.

Mengatasi Kencing Sakit setelah Berhubungan Intim - Alodokter

Penyebab Kencing Sakit Setelah Berhubungan Intim

Ada dua faktor yang bisa menyebabkan kencing sakit atau nyeri setelah berhubungan intim, yaitu:

Iritasi atau peradangan                                                                    

Jika setelah berhubungan seksual Anda mengalami sakit kencing, bisa jadi penyebabnya adalah luka, iritasi, atau peradangan pada area genital dan saluran kemih.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh gesekan permukaan kulit organ intim saat beraktivitas seksual. Terlebih jika aktivitas seksual dilakukan dengan gerakan yang kasar atau dilakukan tanpa foreplay sehingga organ intim belum terlumasi dengan baik.

Nah, selain itu kemungkinan iritasi kulit setelah berhubungan intim juga dapat meningkat akibat beberapa faktor lain.  Mulai dari penggunaan sabun, pembalut, dan pakaian yang mungkin mengandung bahan yang memicu iritasi, sampai pengaruh aktivitas sehari-hari, seperti kebiasaan berolahraga atau berjalan jauh.

Infeksi

Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu penyakit yang sering kali menimbulkan gejala kencing sakit setelah berhubungan intim. Meski bisa dialami oleh siapa saja, namun faktanya ISK lebih sering dialami oleh wanita. Hal ini karena saluran kencing wanita lebih pendek dibandingkan pria.

Aktivitas seksual, kebiasaan menahan buang air kecil, dan buruknya cara menjaga kebersihan area kewanitaan adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK pada wanita.

Selain ISK, kondisi lain yang bisa memicu timbulnya nyeri saat buang air kecil adalah penyakit menular seksual, seperti gonore, herpes, dan klamidia.

Cara Mengatasi Kencing Sakit Setelah Berhubungan Intim

Nyeri saat buang air kecil setelah berhubungan intim dapat diatasi sesuai dengan penyakit yang mendasarinya. Jika kencing sakit merupakan bagian dari gejala infeksi menular seksual, maka dokter akan meresepkan obat untuk mengatasi penyebab infeksi.

Selain itu, untuk mengurangi rasa nyeri dan tidak nyaman, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan antinyeri, seperti paracetamol atau asam mefenamat.

Agar lebih cepat pulih dari kencing sakit setelah berhubungan intim, dokter umumnya akan menyarankan Anda untuk tetap menjaga kebersihan organ intim dan memperbanyak minum air putih.

Pencegahan Kencing Sakit Setelah Berhubungan Intim

Untuk mencegah kencing sakit setelah berhubungan intim muncul kembali, Anda dianjurkan untuk melakukan beberapa hal berikut:

  • Terapkan perilaku seks yang sehat dan aman.
  • Lakukan foreplay sebelum berhubungan intim, guna memancing produksi cairan kelamin agar proses penetrasi berjalan lebih mudah.
  • Hindari melakukan hubungan intim dengan cara yang kasar atau terlalu menggebu-gebu.
  • Gunakan alat kontrasepsi kondom saat berhubungan seksual untuk menghindari penyakit menular seksual (PMS).
  • Selalu bersihkan alat kelamin dan area di sekitarnya, setiap sebelum dan sesudah berhubungan intim.
  • Biasakan buang air kecil sebelum dan sesudah melakukan hubungan seksual.

Itulah tadi hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah kencing sakit setelah berhubungan intim, namun jika saat ini Anda telanjur mengalaminya, jangan sungkan untuk segera temui dokter demi mendapat penanganan maupun pengobatan yang Anda butuhkan.