Phenazopyridine adalah obat untuk meredakan gejala yang disebabkan oleh iritasi saluran kemih, seperti rasa sakit, terbakar, atau rasa ingin buang air kecil yang sering muncul atau tidak tertahankan. Obat ini hanya mengatasi gejala, tetapi tidak mengobati penyebab iritasi saluran kemih.

Phenazopyridine merupakan penghilang nyeri untuk saluran kemih. Obat ini bekerja sebagai obat bius lokal dengan menenangkan dinding saluran kemih yang mengalami iritasi atau peradangan. Kondisi peradangan dinding saluran kemih biasanya disebabkan oleh infeksi, cedera, operasi, atau penggunaan kateter urine.

Phenazopyridine

Merek dagang Phenazopyridine: Nexurin, Urogetix

Apa Itu Phenazopyridine

Golongan Obat resep
Kategori Analgesik saluran kemih
Manfaat Meredakan gejala akibat iritasi saluran kemih
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak usia ≥6 tahun
Phenazopyridine untuk ibu hamil dan menyusui Kategori B: Studi pada binatang percobaan tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin, tetapi belum ada studi terkontrol pada wanita hamil.

Keamanan phenazopyridine pada ibu menyusui belum diketahui. Namun, ibu menyusui disarankan untuk menghindari obat ini karena terdapat kemungkinan bahaya bagi bayi.

Bentuk obat Tablet

Peringatan Sebelum Mengonsumsi Phenazopyridine

Phenazopyridine hanya boleh dikonsumsi sesuai dengan resep dokter. Perhatikan beberapa hal berikut sebelum menggunakan phenazopyridine:

  • Beri tahu dokter tentang riwayat alergi yang Anda miliki. Phenazopyridine tidak boleh digunakan oleh pasien yang alergi terhadap obat ini.
  • Beri tahu dokter jika Anda menderita penyakit ginjal atau hepatitis berat. Phenazopyridine tidak boleh digunakan oleh pasien dengan kondisi tersebut.
  • Beri tahu dokter jika Anda pernah atau sedang menderita penyakit liver, diabetes, atau kelainan darah, seperti anemia hemolitik dan defisiensi glucose-6-phosphate dehydrogenase (G6PD).
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Beri tahu dokter jika Anda sedang menjalani pengobatan dengan obat lain, suplemen, maupun produk herbal.
  • Beri tahu dokter bahwa Anda sedang menjalani pengobatan dengan phenazopyridine jika berencana melakukan tes urine untuk memeriksa kadar gula dan keton.
  • Jangan menggunakan lensa kontak saat menjalani pengobatan dengan phenazopyridine, karena obat ini dapat membuat urine dan air mata menjadi berwarna jingga atau merah dan menodai lensa kontak.
  • Jangan mengemudikan kendaraan atau melakukan aktivitas yang membutuhkan kewaspadaan setelah mengonsumsi phenazopyridine, karena obat ini bisa menyebabkan pusing berputar.
  • Jangan mengonsumsi minuman beralkohol selama menjalani pengobatan dengan phenazopyridine karena bisa meningkatkan risiko terjadinya efek samping.
  • Segera temui dokter jika terjadi reaksi alergi obat, overdosis, atau efek samping serius.

Dosis dan Aturan Pakai Phenazopyridine

Dosis phenazopyridine akan disesuaikan dengan usia, kondisi, dan respons pasien terhadap pengobatan. Berikut adalah dosis umum phenazopyridine berdasarkan tujuan pengobatannya:

Tujuan: Meredakan anyang-anyangan serta rasa nyeri dan terbakar saat buang air kecil akibat iritasi mukosa saluran kemih bagian bawah,

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: 100–200 mg, 3 kali sehari.
  • Anak usia 6–12 tahun: 12 mg/kgBB per hari, dibagi dalam 3 jadwal konsumsi dengan jeda waktu 8 jam.

Jika phenazopyridine digunakan bersama antibiotik untuk mengobati infeksi saluran kemih, jangan menggunakan obat ini selama lebih dari 2 hari.

Cara Mengonsumsi Phenazopyridine dengan Benar

Konsumsi phenazopyridine sesuai anjuran dokter dan baca aturan pakai yang terdapat di kemasan. Jangan menambah atau mengurangi dosis obat yang dikonsumsi tanpa anjuran dokter.

Phenazopyridine perlu dikonsumsi pada saat makan atau segera sesudah makan. Telan tablet phenazopyridine dengan utuh bersama segelas air. Jangan mengigit atau mengunyah obat karena dapat menodai gigi.

Sebaiknya konsumsi phenazopyridine pada waktu yang sama setiap harinya agar efek obat lebih efektif. Obat ini biasanya boleh berhenti digunakan jika gejala yang diderita membaik.

Apabila lupa mengonsumsi phenazopyridine, segera konsumsi bila jeda dengan jadwal waktu konsumsi berikutnya belum terlalu dekat. Jika sudah dekat, abaikan dan jangan menggandakan dosis selanjutnya.

Simpan phenazopyridine dalam wadah tertutup di tempat kering dan sejuk yang terhindar dari paparan sinar matahari. Jauhkan obat ini dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Phenazopyridine dengan Obat Lain

Beberapa interaksi obat yang dapat terjadi jika phenazopyridine digunakan bersama obat-obatan tertentu antara lain:

  • Peningkatan risiko terjadinya methemoglobinemia jika digunakan dengan natrium nitrat, atau obat bius lokal, seperti etidocaine, prilocaine, bupivacaine, chloroprocaine, lidocaine, levobupivacaine, mepivacaine, procaine, ropivacaine, atau tetracaine
  • Peningkatan risiko terjadinya gangguan atau kerusakan hati jika digunakan dengan leflunomide, mipomersen, teriflunomide, pexidartinib, atau bedaquiline

Efek Samping dan Bahaya Phenazopyridine

Phenazopyridine dapat membuat urine dan air mata menjadi berwarna jingga atau merah. Meski jarang, urine juga bisa menjadi berbusa karena konsumsi obat ini. Efek samping tersebut normal terjadi selama penggunaan phenazopyridine. Efek samping lain yang dapat terjadi setelah konsumsi phenazopyridine adalah:

Hubungi dokter jika efek samping di atas tidak kunjung membaik atau semakin berat. Segera ke dokter jika terjadi reaksi alergi obat atau efek samping yang lebih serius, seperti:

  • Muntah-muntah
  • Tubuh bengkak dan peningkatan berat badan yang drastis
  • Kebingungan, kehilangan selera makan, atau nyeri pada punggung bagian bawah
  • Kulit bewarna kebiruan atau keunguan
  • Penyakit kuning
  • Tubuh mudah memar atau berdarah
  • Demam atau rasa menggigil
  • Rasa sangat kelelahan, sesak napas, jantung berdebar, atau kejang
  • Gangguan ginjal yang bisa ditandai dengan jumlah urine berkurang atau urine berdarah