Bupivacaine adalah obat bius separuh badan atau hanya untuk salah satu area tubuh, yang digunakan pada saat tindakan medis, persalinan, atau operasi. Bupivacaine akan menghambat rangsangan nyeri yang dikirimkan oleh saraf menuju otak, sehingga seseorang tidak merasakan nyeri.

Merek dagang: Regivell Spinal, Quanocaine Spinal Heavy, Bupivacaine HCL Spinal Heavy, Marcain, Levica, Vopicain, Levobupivacaine, Bunascan Spinal, Chirocaine, Decain Spinal.

Bupivacaine2

Tentang Bupivacaine

Golongan Obat bius
Kategori Obat resep
Manfaat Memberikan efek mati rasa selama operasi, meredakan nyeri saat persalinan, dan mengatasi nyeri setelah operasi
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak (di atas 1 tahun)
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin.

Bupivacaine belum diketahui diserap oleh ASI atau tidak. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.

Bentuk obat Suntik

Peringatan:

  • Beri tahu dokter jika pernah atau sedang menderita penyakit liver, anemia gangguan organ ginjal, gangguan pembekuan darah, sifilis, polio, tekanan darah tinggi atau rendah, dan radang sendi.
  • Beri tahu dokter jika memiliki kelainan bentuk tulang belakang.
  • Beri tahu dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lain, termasuk suplemen dan produk herba.
  • Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera hubungi dokter.

Dosis Bupivacaine

Kondisi Usia Dosis
Nyeri hebat Dewasa 15-100 mg, tergantung dari nyeri yang dialami, disuntikan di celah tulang belakang.
Anak-anak (usia 1-12 tahun) 0,5-2 mg/kgBB, melalui penyuntikan di celah tulang belakang atau bagian tubuh tertentu.
Nyeri pascaoperasi Dewasa 4-15 mg per jam melalui selang di tulang belakang.
Obat bius Dewasa 12,5-150 mg, tergantung jenis operasi dan bagian tubuh yang akan dibius, disuntikkan di tulang belakang atau bagian tubuh tertentu.

Menggunakan Bupivacaine dengan Benar

Bupivacaine tersedia dalam bentuk suntik, sehingga pemberian obat harus dilakukan oleh dokter, atau oleh petugas medis atas instruksi dokter.

Penyuntikan bupivacaine tergantung pada area tubuh yang akan dibius, misalnya di punggung bagian bawah untuk membius tungkai, atau area dekat gigi yang bermasalah sebelum operasi gigi.

Selama pemberian bupivacaine, dokter akan memantau pernapasan dan tekanan darah pasien.

Interaksi Bupivacaine dengan Obat Lainnya

Berikut ini adalah beberapa risiko yang dapat terjadi apabila bupivacaine digunakan dengan obat lain:

  • Meningkatnya risiko terjadi efek samping, jika digunakan dengan obat darah tinggi jenis penghambat beta (misalnya bisoprolol) atau jenis antagonis kalsium (misalnya amlodipin), serta lidocaine.
  • Peningkatan efek bupivacaine, jika digunakan dengan obat cimetidin dan ranitidin.
  • Berisiko menimbulkan gangguan jantung, jika digunakan dengan obat untuk mengatur irama jantung, seperti amiodarone.

Kenali Efek Samping dan Bahaya Bupivacaine

Efek samping yang dapat terjadi setelah pemberian bupivacaine adalah:

Segera laporkan kepada dokter jika efek samping makin memburuk atau timbul kondisi sebagai berikut:

  • Reaksi alergi, seperti gatal, muncul ruam, pembengkakan di bagian wajah, bibir, lidah, dan tenggorokan, serta sesak napas.
  • Cemas dan gelisah.
  • Tremor.
  • Telinga berdengung.
  • Gangguan penglihatan.
  • Mati rasa atau kesemutan di sekitar mulut.
  • Gangguan berbicara.
  • Sulit buang air kecil.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung melambat atau makin cepat.
  • Kejang.