Aspergillus wentii adalah jenis jamur yang kerap digunakan dalam industri pangan tradisional, contohnya kecap. Tidak hanya berkontribusi dalam menciptakan cita rasa khas, jamur mikroskopis ini juga membawa manfaat bagi kesehatan tubuh. 

Sebagai jamur yang mudah tumbuh di lingkungan tropis, Aspergillus wentii kerap ditemukan pada bahan pangan, seperti kedelai, biji-bijian, dan kacang-kacangan, terutama jika disimpan di tempat lembap. Dalam dunia pangan, Aspergillus wentii banyak dimanfaatkan sebagai kultur starter, yaitu mikroorganisme yang memulai proses fermentasi pada makanan.

Mengenal Aspergillus wentii, Jamur yang Umum dalam Fermentasi Tradisional Indonesia - Alodokter

Manfaat Aspergillus wentii dalam Industri Pengolahan Makanan

Penggunaan Aspergillus wentii di industri makanan bukan tanpa alasan. Berikut penjelasan lebih detail mengenai peran utamanya dalam teknologi pangan:

1. Memfermentasi kedelai dan kacang-kacangan

Aspergillus wentii berperan sebagai mikroorganisme starter yang memecah komponen padat pada kedelai dan kacang-kacangan. Proses fermentasi ini mengubah bahan mentah menjadi produk jadi, misalnya kecap yang lebih cair dengan rasa gurih atau tempe yang teksturnya lebih padat dan mudah dicerna. 

2. Meningkatkan cita rasa dan aroma pada makanan fermentasi

Selama proses fermentasi, Aspergillus wentii menghasilkan enzim yang membantu memecah senyawa kompleks. Enzim ini nantinya akan memunculkan aroma dan rasa khas pada makanan fermentasi. 

Contohnya, dalam pembuatan kecap, enzim dari jamur ini memunculkan rasa manis, gurih, dan aroma sedap yang khas pada produk akhir. Proses ini juga membantu menghilangkan bau langu pada bahan mentah seperti kedelai.

3. Memecah protein dan karbohidrat kompleks 

Enzim yang diproduksi Aspergillus wentii, seperti protease dan amilase, bertugas memecah protein menjadi asam amino serta karbohidrat menjadi gula sederhana. Dengan begitu, zat gizi dalam makanan fermentasi menjadi lebih mudah diserap oleh saluran pencernaan, sehingga tubuh memperoleh manfaat gizi secara optimal.

4. Menghambat pertumbuhan bakteri patogen selama fermentasi

Lingkungan asam dan senyawa antimikroba yang dihasilkan Aspergillus wentii saat fermentasi dapat membatasi pertumbuhan bakteri berbahaya di dalam makanan. Hal ini sangat penting untuk menjaga keamanan produk fermentasi, mencegah kontaminasi, serta memperpanjang masa simpan makanan tanpa menambah bahan pengawet kimia.

Dampak Positif Aspergillus wentii untuk Kesehatan Tubuh

Produk fermentasi yang diolah dengan bantuan Aspergillus wentii menawarkan sejumlah manfaat bagi kesehatan, antara lain: 

1. Menjaga keseimbangan bakteri baik dalam saluran cerna

Selama proses fermentasi, lingkungan yang diciptakan oleh Aspergillus wentii mendukung pertumbuhan berbagai jenis bakteri baik (probiotik) pada makanan. Probiotik ini membantu menyeimbangkan flora usus, menjaga kesehatan pencernaan, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Membantu menyerap nutrisi lebih maksimal

Enzim dari Aspergillus wentii menguraikan senyawa kompleks dalam makanan. Proses ini membuat nutrisi lebih mudah dicerna dan diserap oleh usus, sehingga tubuh memperoleh asupan gizi dengan lebih efisien.

3. Menurunkan kandungan antinutrisi

Beberapa bahan pangan, seperti kedelai dan kacang-kacangan, mengandung zat antinutrisi, misalnya asam fitat), yang dapat menghambat penyerapan mineral penting. Nah, selama fermentasi, Aspergillus wentii membantu menguraikan antinutrisi ini, sehingga kandungan mineral dalam makanan lebih mudah diserap oleh tubuh. 

Dengan demikian, konsumsi makanan fermentasi dapat membantu mencegah kekurangan nutrisi tertentu, terutama pada mereka yang mengandalkan makanan berbasis nabati.

Risiko Aspergillus wentii yang Perlu Diwaspadai

Walaupun bermanfaat, paparan berlebihan terhadap Aspergillus wentii atau mengonsumsi produk fermentasi yang tidak higienis dapat membawa risiko bagi kesehatan, seperti:

  • Reaksi alergi, misalnya batuk, bersin, atau iritasi saluran napas, terutama pada Anda yang sensitif
  • Keracunan mikotoksin (racun jamur), jika jamur tumbuh pada makanan yang disimpan terlalu lama atau tidak higienis
  • Infeksi jamur (aspergillosis), terutama pada individu dengan daya tahan tubuh lemah, misalnya lansia atau penderita penyakit kronis

Oleh karena itu, pastikan makanan fermentasi yang Anda konsumsi terbuat dari bahan baku berkualitas, diolah secara higienis, dan tersimpan dengan baik. Hindari mengonsumsi produk yang sudah melewati tanggal kedaluwarsa atau menunjukkan tanda kerusakan.

Jika setelah mengonsumsi makanan fermentasi Aspergillus wentii Anda mengalami gejala alergi, iritasi saluran napas, atau gangguan pencernaan, segera hentikan konsumsinya. Konsultasikan ke dokter bila keluhan berlanjut atau jika Anda memiliki riwayat alergi, asma, serta gangguan imunitas.

Untuk saran medis yang cepat dan tepat, Anda bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER atau membuat janji temu dengan dokter di fasilitas kesehatan terdekat.