Kepribadian ESFJ, atau yang kerap dijuluki sebagai ‘Sang Pengasuh’, adalah salah satu tipe kepribadian yang diklasifikasikan berdasarkan Myers-Briggs Type Indicator (MBTI). Sekitar 6% populasi dunia diperkirakan memiliki kepribadian ESFJ.

ESFJ merupakan akronim dari Extroverted, Sensing, Feeling, dan Judging. Kebalikan dari kepribadian INTP, pribadi ESFJ umumnya dikenal sebagai orang yang ramah, berhati lembut, dan suka berteman. Oleh sebab itu, individu ESFJ mendapat julukan ‘Sang Pengasuh’ di antara tipe kepribadian MBTI lainnya.

Mengenal Kepribadian ESFJ, Si Extrovert yang Berhati Lembut - Alodokter

Karakteristik Utama Kepribadian ESFJ

Pribadi ESFJ memiliki beberapa karakteristik yang sangat menonjol, yaitu:

1. Berhati lembut

Orang dengan kepribadian ESFJ biasa dikenal sebagai sosok yang sensitif dan berhati lembut.

Pribadi ESFJ umumnya sangat peduli dengan perasaan orang lain, sehingga ia selalu berusaha agar ucapan dan tindakannya tidak menyinggung atau menyakiti perasaan orang-orang di sekitarnya. Individu ESFJ bahkan kerap kali mengabaikan atau sulit mempercayai hal-hal buruk yang ada pada orang-orang terdekatnya.

2. Suka menolong

Pribadi ESFJ biasanya juga merupakan orang yang sangat peduli akan kesejahteraan orang-orang di sekitarnya. Hal inilah yang membuat pribadi ESFJ sangat suka membantu orang lain.

Tidak hanya itu, orang dengan kepribadian ESFJ juga memiliki caranya sendiri untuk mendorong orang-orang di sekitarnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

3. Dapat diandalkan

Pribadi ESFJ umumnya merupakan seseorang yang dapat diandalkan oleh orang-orang di sekelilingnya. Ini karena orang dengan kepribadian ESFJ selalu berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi setiap kewajiban dan menyelesaikan semua tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

4. Suka menghabiskan waktu bersama orang lain

Sebagai seorang extrovert, pribadi ESFJ sangat suka bersosialisasi dan menghabiskan waktunya bersama orang lain. Ini karena berada di lingkungan sosial bisa membantunya merasa lebih berenergi.

Sosoknya yang hangat, setia, perhatian, dan berhati lembut, juga membuat pribadi ESFJ sangat disukai dan mudah diterima oleh orang-orang di lingkungan sekitarnya.

5. Tidak suka dikritik

Individu ESFJ biasanya adalah sosok yang tidak suka dikritik, karena ia memiliki perasaan yang sensitif.

Pribadi ESFJ bisa menjadi sangat defensif atau bahkan terluka, jika orang lain, terutama orang-orang terdekatnya, mengkritik kebiasaan atau kepercayaannya. Hal ini pada akhirnya membuat pribadi ESFJ sangat menghindari konflik.

Kelebihan dan Kekurangan Kepribadian ESFJ

Sama dengan tipe kepribadian lainnya, kepribadian ESFJ juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Nah, di bawah ini adalah beberapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki orang dengan kepribadian ESFJ:

Kelebihan:

  • Baik hati
  • Setia
  • Ramah
  • Teliti
  • Terorganisir
  • Dapat diandalkan
  • Suka membantu orang lain

Kekurangan:

  • Kaku
  • Suka diapresiasi dan terkesan haus pujian
  • Suka mengatur (control freak)
  • Sering bergantung pada orang lain
  • Tidak suka dikritik

Karir yang Cocok untuk Kepribadian ESFJ

Orang dengan kepribadian ESFJ memiliki sejumlah karakteristik yang membuatnya sangat cocok untuk karir-karir tertentu. Seperti yang disebutkan sebelumnya, pribadi ESFJ umumnya merupakan sosok yang sangat perhatian, berhati lembut, dan senang membantu banyak orang.

Oleh sebab itu, pribadi ESFJ cocok untuk pekerjaan yang melibatkan kemampuannya untuk memperhatikan dan memenuhi kebutuhan orang lain. Selain itu, individu dengan kepribadian ESFJ juga mahir dalam mengomunikasikan kegunaan suatu produk atau layanan.

Pribadi ESFJ juga paling suka berkarir di lingkungan kerja yang suportif, kooperatif, dan memiliki struktur yang jelas. Jadi, beberapa contoh pekerjaan yang cocok untuk orang dengan tipe kepribadian ESFJ adalah dokter, perawat, guru, pekerja sosial, sekretaris, resepsionis, dan manajer.

Setiap tipe kepribadian pasti memiliki keunggulan dan potensi dirinya masing-masing, begitu pula dengan kepribadian ESFJ. Nah, dengan melakukan tes MBTI, ini akan membantumu mengindentifikasi potensi diri yang kamu miliki.

Akan tetapi, jika kamu sudah mengetahui tipe kepribadianmu namun masih kesulitan untuk melihat potensi yang ada di dalam dirimu, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan psikolog guna mendapatkan saran yang tepat, ya.