Percaya Diri Tanpa Bau Kaki

Meski merupakan masalah umum, bau kaki dapat membuat Anda tidak percaya diri, terutama saat membuka alas kaki di antara banyak orang. Sebenarnya apa yang menyebabkan bau kaki? Bagaimana cara mencegah atau mengatasinya?

Kaki adalah anggota tubuh dengan kelenjar keringat terbanyak, sehingga paling berisiko untuk berkeringat dan menimbulkan bau. Kelenjar keringat pada dasarnya berfungsi untuk menjaga kulit tetap lembap dan mengatur suhu tubuh saat cuaca panas atau saat kita berolahraga.

Mengusir Aroma Tak Sedap pada Kaki-Alodokter

Namun, kelenjar keringat di kaki tidak sama seperti di bagian tubuh lainnya. Kelenjar keringat di kaki terus bekerja mengeluarkan keringat setiap saat walaupun kita tidak sedang kepanasan atau berolahraga. Nah, ketika keringat tersebut bertemu dengan bakteri, munculah berbagai aroma tidak menyenangkan di kaki. Selain istimewanya jumlah dan kondisi kelenjar keringat di kaki, masih ada lagi beberapa kemungkinan yang turut mendukung munculnya bau kaki. Mengenali beberapa kemungkinan penyebabnya dapat membuat Anda mampu menentukan pilihan yang tepat untuk menanganinya.

Penyebab Bau Kaki dan Orang yang Paling Berisiko Mengidapnya

Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin dapat menjadi penyebab bau kaki:

  • Kondisi kaki yang lembap karena tertutup sepatu dan kaos kaki sepanjang hari adalah kondisi yang sempurna untuk bakteri berkembang biak. Bakteri yang bertemu keringat akan menyebabkan timbulnya bau kaki.
  • Menggunakan sepatu dan kaos kaki yang sama selama berhari-hari secara berturut-turut.
  • Tidak mencuci kaki tiap hari.

Bau kaki juga lebih mudah dialami beberapa kelompok orang seperti:

  • Orang yang sedang stres, cenderung lebih banyak memproduksi keringat.
  • Orang yang berdiri sepanjang hari.
  • Mengalami hiperhidrosis, yaitu gangguan berkeringat berlebihan.
  • Remaja dan ibu hamil, akibat perubahan hormon.
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Menderita kurap kaki atau athlete’s foot.

Menghalau Bau Kaki

Bau kaki dapat diredakan dengan penanganan sederhana untuk menjaga agar bagian tubuh ini tetap kering dan bersih.

Menggunakan sepatu berbeda.

  • Sepatu yang menutup seluruh kaki paling berisiko menyebabkan bau kaki. Sesekali, di saat santai, gunakan sepatu sandal atau sepatu yang agak terbuka.
  • Cobalah untuk memiliki dua pasang sepatu berbeda dan menggunakannya secara bergantian. Dengan begitu bisa memberi kesempatan tiap sepatu untuk dicuci, dianginkan, atau dijemur dua hari sekali untuk mencegah munculnya Lepaskan alas sepatu saat menganginkannya. Anda juga dapat menempatkan kamper atau kapur barus untuk menghilangkan bau pada sepatu yang sedang tidak digunakan.
  • Dibandingkan sepatu dari bahan sintetis seperti plastik, pilihlah sepatu dari bahan kulit atau kanvas untuk meminimalkan bau.

Kaos kaki yang menyerap keringat.

  • Gunakan kaos kaki yang terbuat dari wol atau katun yang dapat menyerap keringat dan upayakan untuk menggantinya tiap hari.

Jaga kebersihan kaki.

  • Potong kuku kaki secara teratur.
  • Cuci kaki Anda tiap hari hingga ke sela-sela jari kaki dengan sabun.
  • Gunakan scrub atau lulur untuk meluruhkan sel-sel kulit mati dari kaki, terutama bagian telapak kaki.
  • Keringkan kaki yang basah atau berkeringat dengan handuk hingga ke sela-sela jari kaki.

 Produk penghilang bau.

  • Deodoran mengandung antiperspiran yang biasa disemprotkan pada ketiak juga dapat dimanfaatkan untuk menghilangkan bau kaki.
  • Terdapat produk semprot dan bedak antijamur khusus untuk kaki yang dapat membantu menghilangkan bau kaki.
  • Gunakan sabun khusus antibakteri dan antijamur secara teratur untuk mencuci kaki.

 Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, ada baiknya Anda memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit lain yang menyebabkan gejala bau kaki.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi