Menguap Belum Tentu Mengantuk

Semua orang pasti pernah menguap, baik tua maupun muda. Namun pernahkah terlintas di pikiran Anda mengenai alasan manusia menguap? Sebagai orang awam, kita hanya tahu bahwa menguap merupakan tanda seseorang kurang tidur atau mengantuk. Atau bukan?

Tidak bisa dipungkiri, menguap sangat erat kaitannya dengan mengantuk atau kelelahan.  Menurut beberapa penelitian, menguap bisa menjadi tanda mengantuk, kelelahan, atau gangguan tidur. Seorang ahli saraf dari Universitas Maryland Amerika Serikat yang meneliti tentang menguap selama 30 tahun, mengatakan bahwa seseorang menguap sebagai tanda kelelahan. Menurutnya, orang akan menguap ketika mendekati jam tidur atau setelah bangun tidur.

menguap belum tentu mengantuk - alodokter

Selain itu, menguap diduga ada kaitannya dengan kebosanan. Ahli yang sama melakukan percobaan mengenai hubungan antara menguap dan kebosanan dengan cara membagi dua kelompok remaja. Kelompok pertama diberi tontonan tentang tes warna yang tidak menarik, sementara kelompok kedua diberi tontonan video musik.

Hasil penelitian menunjukkan, remaja pada kelompok pertama terlihat lebih banyak menguap dibandingkan remaja yang diberi tontonan video musik.

Berikut adalah beberapa penelitian lain tentang menguap yang pernah dilakukan beserta penemuan-penemuannya.

Manusia Menguap untuk Mendinginkan Otak

Teori lain datang dari seorang peneliti yang mengatakan bahwa manusia menguap untuk mendinginkan otak. Menurutnya, ketika menguap, Anda akan melakukan peregangan rahang yang sangat kuat sehingga bisa meningkatkan aliran darah pada leher, wajah, dan kepala. Ketika mengambil napas dalam-dalam saat menguap, udara dingin akan masuk ke dalam rongga sinus dan sekitar arteri karotis menuju ke otak kembali. Hal ini bisa membantu mengeluarkan hawa panas pada otak.

Peneliti ini juga mengatakan, seseorang akan lebih mudah menguap saat udara dingin dibandingkan ketika udara sedang panas.

Menguap Bersifat Menular dan Sebagai Tanda Empati

Sebuah penelitian dilakukan kepada anak-anak normal dan penderita autisme. Mereka diajak menonton sebuah video berisi orang-orang yang sedang menguap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak normal terlihat lebih sering menguap ketimbang anak-anak autisme. Hal itu dianggap wajar karena anak-anak autisme memiliki gangguan yang memengaruhi interaksi sosial, termasuk kemampuan berempati kepada orang lain. Ini menguatkan teori bahwa menguap bersifat menular sebagai rasa empati kepada orang lain.

Seorang dokter di Universitas Geneva, Swiss, pun setuju dengan teori tersebut. Dia melihat efek menular dari menguap sebagai petunjuk utama. Menurutnya, makin banyak orang yang mudah tertular dengan menguap, maka makin baik pula kemampuan mereka berempati.

Dia juga menyebutkan, selama ini aktivitas menguap dikaitkan dengan rasa bosan atau mengantuk. Dia pun mengasumsikan bahwa orang yang menguap saat berkomunikasi dengan seseorang menjadi tanda orang tersebut tidak nyaman selama sesi perbincangan.

Tanda Memiliki Penyakit

Meski tidak umum, menguap, terutama yang terjadi secara berlebihan, bisa menjadi pertanda bahwa Anda memiliki penyakit tertentu, seperti tumor otak, stroke, epilepsi, multiple sclerosis, gagal hati, atau sinkop vasovagal (mudah pingsan).

Untuk memastikan hal tersebut, sebaiknya konsultasikan gejala yang Anda alami kepada dokter. Biasanya dokter akan bertanya mengenai kebiasaan tidur Anda untuk mengetahui apakah Anda mendapatkan tidur yang cukup atau tidak. Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin pemeriksaan penunjang, seperti elektroensefalogram (EEG) untuk mengetahui aktivitas listrik di otak Anda. Langkah ini bisa mendeteksi apakah seringnya Anda menguap disebabkan oleh tumor otak atau penyakit otak lainnya.

Pemindaian MRI juga bisa dilakukan untuk mengetahui apakah struktur tubuh, seperti jaringan otak, tulang belakang, atau jantung Anda memiliki gangguan.

Untuk mendeteksi sinkop vasovagal, kemungkinan Anda harus menjalani tes darah, elektrokardiogram (EKG), atau ekokardiogram.

Alasan manusia menguap memang masih menjadi misteri, tapi Anda bisa membuktikannya sendiri dengan menjawab pertanyaan berikut ini.

Selama membaca dan melihat gambar orang menguap pada artikel ini, apakah Anda ikut menguap?

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi