Banyak orang mengira toilet adalah bagian paling kotor di rumah, namun nyatanya dapur juga tak kalah kotor. Padahal, dapur merupakan tempat kita menyimpan dan menyiapkan berbagai alat serta bahan pangan sehari-hari. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga dapur bebas kuman atau bakteri.

Sebagai contoh, tempat cuci piring di dapur dapat menyimpan bakteri 100.000 kali lebih banyak dibandingkan jumlah bakteri di kamar mandi. Dalam sehari, pertumbuhan bakteri dapat berlipat ganda, berkali-kali lipat. Jika tidak dibersihkan secara teratur, dapur yang menjadi tempat menyiapkan makanan untuk keluarga dapat menjadi tempat perkembangbiakan kuman dan bakteri.

Menjaga Dapur Bebas Bakteri - Alodokter

Panduan Menjaga Kebersihan Dapur

Beberapa langkah berikut ini dapat menjadi panduan dalam menjaga dapur bebas kuman atau bakteri penyebab penyakit:

  • Ganti spons secara teratur

Spons yang Anda gunakan tiap hari untuk mencuci perangkat makan dan alat masak mengandung ribuan bakteri, termasuk E. coli dan Salmonella. Benda ini sulit dibersihkan, sehingga lebih baik ganti dengan spons yang baru secara berkala. Sedangkan lap cuci piring, pengering tangan, dan celemek, sebaiknya dicuci setidaknya seminggu sekali.

  • Papan pemotong yang berbeda

Jika memungkinkan, gunakan papan pemotong yang berbeda untuk daging, sayur, dan makanan laut. Cuci papan pemotong dan perangkat masak lainnya dengan air bersih dan sabun pencuci piring. Perlu Anda ketahui, sebuah papan pemotong mengandung bakteri tiga kali lebih banyak dibandingkan jumlah bakteri yang terdapat pada permukaan tempat duduk toilet.

  • Mengolah daging hingga matang

Selalu masak daging hingga mencapai 70°C. Pastikan tidak ada daging berwarna merah muda yang tersisa. Lebih dari setengah ayam mentah mengandung bakteri Campylobacter yang menyebabkan diare dan muntah-muntah yang parah.

  • Mendinginkan makanan

Menempatkan makanan dengan suhu panas langsung ke dalam lemari es dapat membuatnya menjadi tempat bakteri berkembangbiak. Dinginkan makanan sejenak hingga mencapai suhu ruang sebelum dimasukkan ke lemari pendingin.

  • Cuci tangan secara teratur

Tangan adalah sumber utama penyebaran bakteri. Mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan dan setelah menyentuh bahan mentah di dapur dapat mengurangi risiko penyebaran bakteri penyebab penyakit. Sebisa mungkin, cucilah tangan dengan menggunakan air hangat dan sabun.

  • Bersihkan dapur tiap hari

Sebagai upaya menjaga dapur bebas kuman atau bakteri, bereskan semua perangkat masak dan piring kotor seusai makan. Semprot seluruh permukaan meja dapur, tempat cuci piring, dan kran air dengan cairan desinfektan. Produk ini umumnya telah diformulasikan untuk membunuh bakteri sekaligus aman untuk digunakan di tempat pengolahan makanan. Biarkan hingga 10 menit, kemudian seka dengan lap bersih.

Tips Aman Mengontrol Hama Dapur

Selain kuman atau bakteri, makanan yang disajikan di dapur juga sering mengundang hama. Keberadaan hama dapat makin tidak terkontrol jika dapur dibiarkan kotor dan tidak terawat. Hama yang dapat berdiam di dapur rumah Anda dan hinggap pada makanan, antara lain adalah lalat, kecoa, tikus, kutu manusia atau hewan peliharaan, kutu busuk, nyamuk, dan tungau.

Penggunaan pestisida untuk membasmi hama dianggap membahayakan bagi kesehatan. Produk pembasmi hama yang dijual di pasaran tidak sepenuhnya aman. Malah mungkin mengandung senyawa berbahaya yang dapat meracuni udara, air, dan tanah di sekitar Anda.

Untuk itu, Anda dapat mengikuti tips membasmi hama dengan aman untuk menjaga dapur bebas kuman atau bakteri:

  • Jangan menunda untuk membuang sisa-sisa makanan ke tempat sampah. Secara rutin buang sampah dari tempat sampah di dalam rumah ke tempat pembuangan sampah di luar rumah.
  • Membersihkan dan mengeringkan area dapur yang digunakan untuk memasak, setiap selesai makan.
  • Membersihkan dengan teliti bagian-bagian perkakas dapur yang sulit dijangkau. Hama binatang biasa tinggal di kompor atau kulkas yang jarang dibersihkan.
  • Menyimpan makanan atau minuman di kulkas atau dalam wadah yang tertutup rapat.
  • Segera membetulkan kebocoran untuk menghindari area dapur menjadi lembap. Kondisi lembap sangat disenangi oleh bakteri, jamur, dan hama untuk berkembangbiak.
  • Tutup rapat bagian yang berlubang, seperti di bawah bak cuci, atau pintu dan jendela dapur, agar tikus dan hama lain tidak bisa masuk.

Menjaga dapur bebas kuman atau bakteri, merupakan langkah awal memelihara kesehatan keluarga, karena area ini merupakan salah satu lokasi penting di rumah. Dapur yang bersih dan terawat akan menghasilkan beragam santapan sehat yang terjaga kebersihannya.