Di antara beragam penyakit infeksi, tidak sedikit penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Bahkan, sebagian di antaranya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan yang serius.

Pada dasarnya, bakteri terbagi dalam 2 jenis, yaitu bakteri baik dan bakteri jahat. Keberadaan bakteri baik dalam tubuh justru membawa manfaat bagi kesehatan. Sebaliknya, keberadaan bakteri jahat dapat menyebabkan penyakit yang merugikan.

Berbagai Penyakit yang Disebabkan oleh Bakteri yang Perlu Diwaspadai - Alodokter

Timbulnya penyakit akibat infeksi bakteri dapat terjadi melalui beberapa cara, mulai dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri; kontak langsung dengan tinja, urine, atau darah dari orang yang terinfeksi; hingga menghirup udara di dekat orang yang bersin atau batuk karena infeksi bakteri.

Penyakit Berbahaya yang Disebabkan Infeksi Bakteri

Dari beberapa penyakit yang disebabkan oleh bakteri, beberapa jenis penyakit infeksi yang tergolong berbahaya adalah:

1. Sepsis

Sepsis adalah penyakit serius yang terjadi ketika tubuh memiliki respons imun yang luar biasa terhadap infeksi bakteri. Pada kondisi ini, zat antibodi yang dilepaskan ke dalam aliran darah untuk melawan infeksi memicu peradangan di seluruh tubuh. Jika sampai terjadi gangguan fungsi organ atau syok septik, kondisi ini dapat menimbulkan kematian.

Sepsis bisa terjadi pada siapa saja, namun kondisi ini lebih berisiko terjadi pada bayi, orang lanjut usia (lansia), orang dengan sistem imun yang lemah, serta orang yang memiliki riwayat kondisi medis kronis, seperti diabetes, penyakit paru-paru, ginjal, dan kanker.

2. Meningitis

Meningitis adalah infeksi pada selaput yang menyelubungi otak dan saraf tulang belakang. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri berpotensi merusak otak dan menyebabkan kematian, sementara meningitis yang disebabkan oleh virus biasanya lebih ringan dan cenderung mudah diobat.

Meningitis biasanya terjadi karena adanya infeksi di bagian tubuh lain, seperti telinga, rongga sinus, atau tenggorokan, yang menyebar ke otak. Meningitis bisa terjadi pada siapa saja, namun kondisi ini lebih berisiko terjadi pada bayi dibandingkan kelompok umur lainnya.

3. Pneumonia

Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyebab paling umum dari pneumonia bakteri adalah Streptococcus pneumoniae. Namun, pneumonia juga bisa terjadi akibat infeksi virus atau jamur.

Pneumonia yang disebabkan oleh bakteri biasanya hanya terjadi pada salah satu bagian paru. Kondisi ini berisiko tinggi pada orang yang memiliki penyakit pernapasan dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

4. Pielonefritis akut

Pielonefritis akut adalah infeksi ginjal yang terjadi secara mendadak dan parah. Jika tidak ditangani dengan baik, pielonefritis bisa menyebabkan ginjal bengkak dan rusak secara permanen sehingga berisiko mengancam jiwa.

Umumnya, pielonefritis berawal dari infeksi saluran kemih (ISK). Jika terjadi masalah pada aliran urine, bakteri bisa masuk ke tubuh melalui saluran kemih, berkembang biak di kandung kemih, kemudian menyebar hingga ke ginjal.

5. Tuberkulosis

Penyakit tuberkulosis atau TB disebabkan oleh bakteri yang utamanya menyerang paru-paru. TB adalah penyakit menular dan berpotensi mengancam nyawa. Penularannya bisa terjadi jika seseorang menghirup percikan air liur dari penderita TB saat batuk atau bersin.

Penyakit ini bisa disembuhkan, asalkan pasien menjalani pengobatan TB dengan benar, yaitu dengan minum obat antituberkulosis (OAT) selama minimal 6 bulan hingga tuntas. Pengobatan ini bukan hanya bertujuan untuk mengobati TB, tapi juga mencegah penularan dan kekambuhan TB, serta mencegah terjadinya TB MDR.

6. Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyerang manusia dan hewan. Cara penularannya adalah melalui air atau tanah yang terkontaminasi oleh urine hewan, misalnya tikus dan kucing, yang terinfeksi oleh bakteri tersebut.

Leptospirosis yang tidak diobati dengan tuntas dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti meningitis, gagal hati, kerusakan ginjal, gagal napas, bahkan kematian.

Tingginya kasus penyakit yang disebabkan oleh bakteri berkaitan erat dengan sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk. Oleh karena itu, untuk membantu mencegah penyakit infeksi, khususnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri, penting untuk membiasakan cuci tangan, menjaga kebersihan lingkungan, menjalani pola hidup sehat, dan mendapat vaksinasi.

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri umumnya dapat diatasi dengan pemberian antibiotik. Namun, jenis, dosis, dan jangka waktu mengonsumsi antibiotik harus sesuai dengan arahan dokter.

Jadi, berkonsultasilah kepada dokter jika Anda merasa mengalami penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Apabila Anda diresepkan antibiotik, pastikan untuk menghabiskan dosis antibiotik sesuai yang diresepkan dokter agar bakteri bisa musnah sepenuhnya dan tidak malah menjadi kebal terhadap antibiotik.