Menyibak Penyebab Telinga Panas dari Segi Medis

Telinga panas dapat terjadi pada siapa saja. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebabnya, mulai dari yang sepele hingga membutuhkan pengobatan medis.

Kalau menurut mitos atau omongan orang tua, telinga panas artinya ada yang sedang membicarakan kita. Namun, kalau ditilik dari sisi ilmu kedokteran, ada banyak hal yang bisa membuat telinga menjadi panas. Apa sajakah itu?

Menyibak Penyebab Telinga Panas dari Segi Medis - alodokter

Berbagai Penyebab Telinga Panas

Berikut ini adalah berbagai penyebab telinga panas yang perlu Anda ketahui lebih lanjut, yaitu:

  • Emosi

Telinga panas bisa terjadi jika kita sedang merasa marah, malu, atau cemas.

  • Perubahan suhu

Jika kita berada di tempat dengan suhu yang sangat dingin, telinga, pipi, dan hidung pun bisa menjadi panas. Ini disebabkan oleh mekanisme tubuh untuk menyesuaikan diri dengan suhu sekitar. Caranya adalah dengan mempersempit pembuluh darah agar aliran darah ke permukaan tubuh berkurang atau melambat (vasokonstriksi). Telinga panas karena perubahan suhu bisa dikurangi dengan menggunakan penutup telinga.

  • Perikondritis

Kondisi ini adalah peradangan yang terjadi pada tulang rawan telinga. Perikondritis dapat menimbulkan gejala daun telinga terasa nyeri, merah, bengkak, dan terasa panas. Luka pada telinga, gigitan serangga, atau riwayat tindakan pembedahan pada daun telinga dapat menyebabkan munculnya gangguan ini.

  • Terbakar sinar matahari

Telinga panas bisa juga disebabkan oleh paparan sinar matahari. Selain terasa panas, telinga yang terkena sinar matahari juga akan berubah warna menjadi merah dan terkelupas kulitnya. Untuk mengatasinya, kita cukup menaruh es atau mengoleskan lidah buaya pada telinga yang panas untuk mendinginkannya.

  • Perubahan hormonal

Menopause, kemoterapi, atau penggunaan obat tertentu bisa menyebabkan perubahan hormonal. Kondisi ini dapat membuat telinga menjadi panas. Disarankan untuk menghindari makanan pedas, alkohol, dan kafein untuk mengatasinya.

  • Infeksi telinga

Semua orang dari segala usia bisa terkena infeksi telinga, baik anak kecil maupun orang dewasa. Bedanya ada pada gejala yang ditimbulkan. Infeksi telinga pada anak kecil biasanya disertai dengan demam, sakit kepala, dan penurunan nafsu makan. Sedangkan infeksi telinga orang dewasa umumnya akan terasa sakit, menimbulkan gangguan pendengaran, dan keluar cairan dari dalam telinga. Infeksi telinga membutuhkan pengobatan medis.

  • Sindrom telinga merah

Ada kondisi langka yang menyebabkan rasa perih di salah satu atau kedua telinga, yaitu sindrom telinga merah atau red ear syndrome (RES). Gangguan yang terkadang juga menimbulkan migrain ini bisa disebabkan oleh aktivitas normal sehari-hari, seperti mencuci atau menyisir rambut, menggerakkan leher, atau stres. RES tergolong kondisi yang sulit diobati. Gejalanya bisa muncul beberapa kali dalam satu hari, bisa juga muncul beberapa hari sekali. Sekali muncul, gejala bisa bertahan selama beberapa menit hingga berjam-jam. Jika Anda mengalaminya, segera pergi ke dokter untuk mendapatkan pengobatan.

  • Eritermalgia

Ada lagi kondisi langka yang dapat membuat telinga panas, kemerahan, dan sakit seperti terbakar, yaitu eritermalgia. Sakitnya bahkan bisa menjadi sangat parah hingga mengganggu aktivitas. Kondisi ini memerlukan penanganan medis dari dokter.

Telinga panas bisa disebabkan oleh banyak hal. Pengobatan untuk mengatasi telinga panas perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Ada yang mudah ditangani dan biasa terjadi, namun ada pula yang tidak. Jika kondisi ini disertai dengan gejala lain atau hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, disarankan untuk segera berkonsultasi ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang sesuai.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi