Kulit bayi yang lembut dan sensitif memerlukan perawatan berbeda dengan perawatan kulit orang dewasa. Kunci perawatan kulit bayi adalah menghindari penggunaan terlalu banyak produk dengan kandungan yang terlalu berat.

Setelah Si Kecil lahir, Bunda mendapat berbagai kado, termasuk aneka produk perawatan kulit bayi. Mulai dari sabun, losion, bedak, minyak, hingga krim. Haruskah semua digunakan untuk menjaga kesehatan kulit bayi?

Merawat Kulit Bayi Tidak Sesulit yang Bunda Bayangkan, Ini Caranya - Alodokter

Makin Sederhana Makin Baik

Sebenarnya merawat kulit bayi tidak perlu makan banyak waktu, tenaga, apalagi uang, seperti yang dikira. Justru kulit bayi akan lebih terjaga dengan semakin sederhananya perawatan. Yuk, simak tips perawatan kulit bayi berikut:

  • Tidak perlu mandi tiap hari

Berlawanan dengan kebiasaan mandi yang umumnya kita ketahui, memandikan bayi sebenarnya tidak perlu dilakukan setiap hari, Bun. Terutama  bayi baru lahir, hanya perlu mandi setidaknya tiga kali seminggu. Jika terlalu sering dimandikan, kulit bayi dapat menjadi cepat kering. Setiap harinya, cukup bersihkan bagian-bagian yang perlu saja, seperti wajah, leher, dan area popok. Bayi akan butuh mandi lebih sering mandi setelah bisa merangkak dan berjalan.

  • Gunakan losion bayi sesekali

Umumnya kulit bayi baru lahir tidak perlu diolesi losion setelah mandi. Jika kulitnya kering, kemungkinan Bunda terlalu sering memandikannya. Kalau diperlukan, Bunda dapat mengoleskan sedikit pelembap bayi pada area kulit yang kering saja.

  • Pilih produk yang kandungan paling sedikit

Pilih produk khusus untuk bayi, terutama yang tanpa pewangi dan tidak pedih di mata. Umumnya produk bayi ini tidak mengandung alkohol, deodoran, dan bahan lain yang dapat membahayakan kulit bayi. Pilih sabun tanpa busa, tisu basah tanpa alkohol, dan krim atau salep daripada losion. Jika ragu, Bunda dapat membaca kandungan produk pada label kemasan. Selain itu, tetap perhatikan apakah bayi alergi terhadap salah satu produk.

  • Hati-hati penggunaan bedak bayi

Meski sering termasuk dalam paket produk bayi lainnya, tapi sebenarnya bedak bayi belum dibutuhkan lho, Bun. Bubuk bedak berisiko terhirup bayi dan menyebabkan gangguan pada paru-paru. Jika ingin menggunakan bedak pada bayi, coba tuang bubuk bedak ke telapak tangan secukupnya. Tepuk hingga kelebihan bedak terbuang, kemudian baru gunakan bedak ke tubuh bayi.

  • Gunakan popok dengan tepat

Penggunaan popok bayi yang menutup bagian pantat, sering menyebabkan iritasi kulit atau ruam popok. Solusinya, setelah dibersihkan, pantat bayi perlu dibiarkan hingga benar-benar kering sebelum bayi kembali mengenakan popok. Bunda juga bisa menggunakan krim mengandung zinc oksida yang mencegah kulit pantat bayi terlalu lembap. Selain itu, di waktu tertentu, Bunda bisa membiarkan Si Kecil bebas dari popok. Oh ya, lebih baik pilih popok yang tanpa pewangi dan tidak terlalu kecil agar kulit bayi tidak lecet ya, Bun.

Nah, tidak sulit menjaga kesehatan kulit Si Kecil kan, Bun? Produk-produk lain yang mengandung pewangi atau bahan yang lebih berat mungkin dapat disimpan dulu untuk digunakan nanti. Tanpa menggunakan produk yang meningkatkan risiko iritasi, kulit Si Kecil akan lebih sehat dan terjaga.