Mommy wrist adalah nyeri di sisi ibu jari hingga pergelangan tangan yang dapat terjadi karena sering menggendong, mengangkat, atau menopang bayi. Jika dibiarkan, keluhan ini bisa membuat aktivitas terasa tidak nyaman, termasuk saat menyusui, memandikan bayi, hingga memakaikan baju si Kecil.

Dalam dunia medis, mommy wrist sering dikaitkan dengan de Quervain’s tenosynovitis, yaitu peradangan pada selubung tendon di sisi ibu jari. Tendon sendiri merupakan jaringan kuat yang menghubungkan otot dengan tulang dan membantu menggerakkan jari serta pergelangan tangan.

Mommy Wrist, Penyebab Nyeri Pergelangan Tangan Setelah Punya Bayi - Alodokter

Meski disebut mommy wrist, kondisi ini tidak hanya dialami oleh ibu. Ayah, pengasuh, atau siapa pun yang sering menggendong, mengangkat, atau menopang bayi dengan posisi pergelangan tangan tertentu juga dapat mengalaminya. Kabar baiknya, keluhan mommy wrist umumnya dapat membaik dengan penanganan yang tepat.

Gejala dan Penyebab Terjadinya Mommy Wrist

Gejala mommy wrist yang paling umum adalah nyeri di pangkal ibu jari hingga sisi pergelangan tangan. Nyeri dapat semakin terasa saat menggenggam, memutar pergelangan tangan, membuka tutup botol, atau mengangkat bayi. Pada sebagian orang, area tersebut juga bisa terasa bengkak, kaku, atau nyeri saat disentuh. 

Mommy wrist umumnya terjadi karena iritasi pada tendon di sisi ibu jari. Tendon dapat mengalami tekanan lebih besar ketika tangan digunakan berulang kali, terutama saat menggendong, mengangkat, atau menopang bayi dengan posisi pergelangan tangan tertentu.

Jika aktivitas tersebut dilakukan terus-menerus tanpa cukup waktu untuk beristirahat, tendon dapat semakin teriritasi sehingga menimbulkan nyeri dan rasa tidak nyaman.

Beberapa aktivitas dan kondisi yang dapat memicu atau memperburuk mommy wrist antara lain:

1. Mengangkat bayi dengan posisi ibu jari terbuka lebar

Saat mengangkat atau memindahkan bayi, misalnya dengan menyelipkan tangan di bawah ketiak atau tubuhnya, ibu jari biasanya terbuka lebar untuk membantu menopang dan menjaga posisi bayi.

Jika gerakan ini dilakukan berulang kali, terutama ketika bayi semakin berat, tendon di sisi ibu jari dapat menerima beban yang lebih besar. Lama-kelamaan, kondisi tersebut dapat membuat tendon lebih mudah mengalami iritasi dan menimbulkan nyeri di sekitar ibu jari hingga pergelangan tangan. 

2. Menopang kepala atau tubuh bayi dalam waktu lama

Saat menyusui, menggendong, atau menidurkan bayi, Bunda atau Ayah mungkin tanpa sadar mempertahankan pergelangan tangan dalam posisi menekuk atau miring untuk menopang kepala dan tubuh si Kecil.

Jika posisi ini berlangsung cukup lama dan sering diulang, tendon di sisi ibu jari dapat menerima tekanan lebih besar. Akibatnya, area ibu jari hingga pergelangan tangan bisa terasa nyeri, pegal, atau tidak nyaman, terutama saat kembali digunakan untuk mengangkat atau menggendong bayi.

3. Perubahan tubuh setelah hamil dan melahirkan

Kehamilan dan masa setelah melahirkan membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk perubahan hormon dan keseimbangan cairan. Pada sebagian ibu, kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan pada jaringan di sekitar tendon, sehingga ruang gerak tendon menjadi lebih terbatas dan lebih mudah mengalami iritasi.

Selain perubahan tubuh, peningkatan aktivitas, seperti lebih sering menggendong, mengangkat, atau menopang bayi juga dapat menambah beban pada ibu jari dan pergelangan tangan.

4. Melakukan pekerjaan rumah tangga secara berulang

Di sela-sela mengurus bayi, Bunda atau Ayah tentu tetap perlu melakukan berbagai pekerjaan rumah tangga. Tanpa disadari, aktivitas mencuci botol, memeras kain, membuka tutup wadah yang rapat, atau mengangkat benda berulang kali membuat ibu jari dan pergelangan tangan terus bekerja. 

Jika dilakukan terlalu sering atau dengan posisi pergelangan tangan yang kurang nyaman, aktivitas tersebut dapat menambah beban pada tendon dan memperburuk nyeri yang sudah muncul.

5. Penggunaan tangan secara berlebihan

Selain aktivitas mengurus bayi dan pekerjaan rumah tangga, penggunaan tangan secara berulang dalam aktivitas sehari-hari juga dapat menambah beban pada ibu jari dan pergelangan tangan.

Misalnya, terlalu lama mengetik, memasak, menjahit, atau mengangkat barang dapat membuat tendon terus bekerja dan memicu atau memperburuk nyeri, terutama jika dilakukan tanpa cukup waktu untuk beristirahat.

Selain itu, pergelangan tangan yang pernah mengalami cedera juga dapat lebih rentan mengalami keluhan saat kembali digunakan secara berlebihan. Oleh karena itu, penting untuk memberi jeda dan menghindari gerakan yang membuat nyeri semakin terasa.

Cara Mengatasi Mommy Wrist di Rumah

Penanganan awal mommy wrist bertujuan untuk mengurangi nyeri dan memberi kesempatan bagi tendon untuk beristirahat. Bunda atau Ayah dapat mencoba beberapa langkah sederhana berikut:

1. Ubah cara mengangkat bayi

Saat mengangkat si Kecil, gunakan kedua tangan untuk menopang tubuhnya dan hindari mengandalkan ibu jari atau satu sisi pergelangan tangan saja. Usahakan pergelangan tangan tetap dalam posisi netral dan tidak terlalu menekuk.

Bila memungkinkan, gunakan bantal untuk membantu menopang bayi saat menyusui atau menggendong agar beban pada tangan berkurang.

2. Kurangi aktivitas yang memicu nyeri

Saat mommy wrist kambuh, beri kesempatan bagi tangan untuk beristirahat dengan mengurangi aktivitas yang membuat nyeri semakin terasa. Misalnya, hindari terlalu sering memutar pergelangan tangan, memeras kain, mencubit, membuka tutup wadah yang rapat, atau mengangkat benda berat.

Jika memungkinkan, lakukan aktivitas dengan kedua tangan dan beri jeda di sela-selanya. Bunda atau Ayah juga bisa meminta bantuan anggota keluarga untuk sementara, terutama untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga tangan atau sering mengangkat si Kecil.

3. Gunakan kompres dingin

Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri dan pembengkakan pada area ibu jari hingga pergelangan tangan. Caranya, bungkus es batu atau ice pack dengan kain tipis, lalu tempelkan pada area yang terasa sakit selama sekitar 10–15 menit.

Bunda atau Ayah dapat mengulanginya beberapa kali sehari, terutama setelah melakukan aktivitas yang membuat nyeri muncul atau bertambah.

Hindari menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera pada kulit. Jika kulit terasa sangat dingin, kebas, atau tidak nyaman, segera lepaskan kompres.

4. Gunakan penyangga ibu jari dan pergelangan tangan

Penyangga, seperti thumb spica splint, dapat membantu menopang ibu jari dan pergelangan tangan sekaligus membatasi gerakan yang membuat nyeri semakin terasa. Penyangga ini bisa digunakan saat melakukan aktivitas sehari-hari, terutama jika gerakan tertentu sering memicu keluhan.

Pilih penyangga yang terasa nyaman dan tidak terlalu ketat agar tidak menyebabkan kebas. Lama penggunaannya dapat berbeda pada setiap orang, jadi jika nyeri cukup mengganggu atau tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis untuk mengetahui jenis dan durasi penggunaan yang sesuai.

5. Lakukan gerakan ringan setelah nyeri mulai membaik

Setelah nyeri mulai berkurang, Bunda atau Ayah dapat melakukan gerakan ringan untuk menjaga kelenturan ibu jari dan pergelangan tangan. Lakukan secara perlahan dan jangan memaksakan gerakan jika masih terasa sakit.

Jika muncul nyeri tajam, rasa tertarik, atau keluhan justru semakin berat, segera hentikan latihan. Bila masih ragu mengenai gerakan yang aman, dokter atau fisioterapis dapat membantu menentukan latihan yang sesuai dengan kondisi tangan.

6. Pertimbangkan obat pereda nyeri bila diperlukan

Jika nyeri cukup mengganggu aktivitas sehari-hari, obat pereda nyeri dapat digunakan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Namun, jenis obat dan dosisnya perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Bila Bunda sedang menyusui, memiliki riwayat penyakit tertentu, alergi obat, atau sedang mengonsumsi obat lain, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker agar obat yang digunakan aman dan sesuai. Jangan menggunakan obat lebih sering atau lebih lama dari anjuran.

Mommy wrist sering kali membaik setelah aktivitas yang memicu nyeri dikurangi dan cara menggunakan tangan diperbaiki. Jika nyeri masih ringan, Bunda atau Ayah dapat Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan yang sesuai.

Namun, jika nyeri menetap lebih dari 1–2 minggu, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas dan perawatan bayi, sebaiknya buat janji dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Jika keluhan tidak kunjung membaik, dokter dapat menyarankan penanganan lain, seperti fisioterapi, obat antiradang, atau suntikan kortikosteroid sesuai kondisi.