Mother wound adalah luka batin anak karena kurangnya perhatian atau kasih sayang ibu semasa kecil. Tidak jarang hal ini terbawa hingga anak tumbuh dewasa dan memengaruhi perkembangan mentalnya. Meski begitu, dampak mother wound dapat diatasi agar orang yang mengalaminya dapat hidup lebih baik.

Mother wound berawal dari kurangnya keterikatan emosional antara ibu dan anak. Keterikatan ini terbentuk secara alami selama ibu mengasuh anak sejak lahir dan berpengaruh terhadap perkembangan mental anak hingga dewasa.

Mother Wound, Luka Batin Akibat Kurangnya Kasih Sayang Ibu - Alodokter

Meski umumnya dialami oleh anak perempuan, mother wound juga bisa terjadi pada anak laki-laki. Bila tidak diatasi dengan baik, luka batin masa kecil ini sering membekas dan bahkan ‘diwariskan’ ke generasi selanjutnya.

Kenali Berbagai Penyebab Mother Wound

Mother wound muncul karena beberapa hal yang dilakukan ibu selama mengasuh anak, seperti:

  • Tidak memberikan kasih sayang, perhatian, rasa aman, tenang, dan nyaman meski kebutuhan fisik anak terpenuhi
  • Tidak menunjukkan rasa empati terhadap anak
  • Selalu menjaga jarak dan kurang memperhatikan anak
  • Selalu membedakan-bedakan anaknya dengan anak lain
  • Tidak membiarkan anak mengekspresikan emosi, misalnya marah dan sedih
  • Jarang mendampingi anak, misalnya karena terlalu sibuk dengan pekerjaan

Selain itu, beberapa kondisi yang dialami oleh ibu juga bisa menyebabkan mother wound, seperti:

  • Ibu pernah mengalami pelecehan emosional atau fisik sehingga menimbulkan trauma
  • Ibu memiliki gangguan mental yang tidak diatasi dengan baik
  • Ibu mengalami kecanduan alkohol atau narkoba

Tanda dan Dampak Mother Wound

Kurangnya keterikatan emosional antara ibu dan anak dapat dikenali dari tanda-tanda mother wound pada anak berikut ini:

  • Tidak mencari sosok ibu saat sedang membutuhkan kasih sayang dan ketenangan
  • Merasa khawatir atau bahkan takut tidak dicintai oleh ibu
  • Berusaha menjadi sempurna untuk mendapatkan perhatian ibu
  • Merasa gugup dan takut di sekitar ibu

Mother wound bisa berdampak terhadap mental dan kehidupan anak di masa depan. Dampaknya meliputi:

  • Selalu rendah diri dan tidak percaya diri
  • Tidak mau berinteraksi dengan orang lain
  • Mudah marah
  • Sering cemas, gelisah, dan takut
  • Sulit menjalani hubungan asmara saat dewasa

Selain itu, anak yang memiliki mother wound cenderung mencari kenyamanan di luar lingkungan keluarga atau rumahnya sebagai pengalihan, misalnya dengan minum minuman beralkohol dan menggunakan obat-obatan terlarang.

Jika Anda mengalami hal-hal di atas, cobalah pikirkan kembali apa yang Anda alami selama masa kecil dengan ibu karena bisa jadi dampak dari kurangnya kasih sayang orang tua semasa kecil.

Bagaimanapun mother wound adalah sesuatu yang telah terjadi di luar kontrol diri. Jika Anda mengalaminya, ini bukan sepenuhnya kesalahan Anda. Langkah terbaik untuk merawat luka batin adalah membenahi semua hal yang bisa Anda kendalikan saat ini, salah satunya merawat dan mengembangkan kemampuan diri sendiri.

Begini Cara Menangani Mother Wound

Mother wound bukanlah suatu penyakit yang bisa didiagnosis secara medis, tetapi bisa saja berkembang menjadi suatu gangguan mental, seperti depresi dan gangguan kecemasan, apabila luka batin tersebut tidak diatasi dengan baik.

Luka batin yang muncul juga perlu diobati agar bisa sembuh. Tidak hanya untuk masa depan sendiri, tetapi memastikan bahwa Anda tidak membawa luka batin ini ketika mengasuh anak Anda kelak. Beberapa cara yang bisa dilakukan meliputi:

1. Mengakui perasaan diri sendiri

Langkah pertama agar bisa sembuh dari luka batin akibat kurangnya kasih sayang ibu adalah dengan mengakui perasaan sendiri, misalnya marah atau kecewa. Setelah itu, berilah waktu untuk bersedih saat merasa sakit hati, diabaikan, atau tidak dicintai.

Anda bisa melakukannya dengan menulis jurnal dan menceritakan apa yang tidak pernah Anda dapatkan semasa kecil. Langkah ini bisa mendorong Anda untuk menerima segala hal yang telah terjadi.

2. Memahami kesalahan ibu

Menjadi seorang ibu bukanlah pekerjaan mudah, apalagi jika sebelumnya Anda memiliki trauma dari pola asuh orang tua Anda atau menderita gangguan mental tertentu.

Terpaku pada sosok ibu yang ideal dan berharap perilakunya seketika berubah hanya akan menimbulkan ekspektasi yang justru bisa membuat Anda kecewa bila harapannya tidak terpenuhi. Oleh karena itu, belajarlah untuk mengenali ibu Anda apa adanya dan tidak selalu terpaku pada sosok ibu yang terbaik versi Anda.

3. Mencintai diri sendiri

Perlu disadari pula bahwa mother wound bukanlah salah Anda. Berhentilah menyalahkan diri sendiri atau siapa pun. Mulailah untuk membenahi diri dan tanamkan pikiran bahwa Anda juga berhak mendapat cinta dari diri sendiri serta orang lain.

4. Merawat diri sendiri

Karena Anda tidak mendapatkan pola asuh yang baik dari ibu sejak kecil, cobalah untuk memberikan diri hal-hal yang tidak pernah Anda terima sebagai seorang anak, misalnya merawat diri agar merasa nyaman dengan diri sendiri.

Cara Anda merawat diri bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan Anda, contohnya pergi ke salon, minum kopi bersama teman-teman, bercerita dengan teman dekat, atau berolahraga di pagi hari.

Semua cara di atas dapat Anda coba lakukan untuk mengelola emosi maupun luka batin yang timbul akibat kurangnya kasih sayang dari orang tua, salah satunya dari ibu.

Mendapatkan pola asuh yang tepat merupakan suatu anugerah seorang anak. Bagaimanapun, anak tidak bisa memilih dan mengatur ibunya agar memberikan versi terbaik untuk dirinya.

Mother wound bukanlah sesuatu yang bisa dihindari oleh seorang anak. Namun, bukan berarti anak yang telah mengalaminya tidak bisa merawat luka batinnya sendiri ketika dewasa dan terus-menerus terpuruk.

Jika Anda merasa putus asa selama merawat luka batin, seperti mother wound, sebaiknya konsultasikan ke psikolog. Ingat, mencari pertolongan bukanlah sesuatu yang salah dan memalukan. Melalui konsultasi, Anda bisa mendapat cara terbaik mengelola emosi dan merawat luka batin sesuai dengan kondisi Anda.