Movfor adalah obat antivirus yang digunakan untuk membantu mengatasi COVID-19 dengan gejala ringan hingga sedang pada orang dewasa. Obat ini biasanya diresepkan bagi pasien yang berisiko lebih tinggi mengalami perburukan kondisi, seperti lansia atau penderita penyakit tertentu.

Movfor mengandung molnupiravir, yang bekerja dengan cara menghambat perkembangbiakan virus SARS-CoV-2 di dalam tubuh. Dengan menurunkan jumlah virus, Movfor membantu mencegah gejala menjadi lebih berat. Obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan harus digunakan sesuai dosis serta anjuran dokter.

Movfor

Apa Itu Movfor

Bahan aktif Molnupiravir 200 mg
Golongan Obat resep
Kategori Antivirus 
Manfaat Mengobati COVID-19 ringan hingga sedang pada dewasa yang berisiko tinggi
Digunakan oleh Dewasa usia >18 tahun
Movfor untuk ibu hamil Kategori D: Ada bukti bahwa kandungan obat berisiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh mungkin lebih besar daripada risikonya, misalnya untuk mengatasi situasi yang mengancam nyawa.
Molnupiravir tidak dianjurkan untuk ibu hamil karena berisiko menyebabkan kelainan genetik pada janin. Obat ini juga tidak boleh digunakan oleh wanita maupun pria yang sedang menjalani program kehamilan, guna mencegah risiko gangguan pada calon janin.
Movfor untuk ibu menyusui Belum ada informasi yang pasti apakah molnupiravir yang terkandung dalam Movfor dapat terserap ke dalam ASI. Oleh karena itu, obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh ibu yang sedang menyusui, untuk mencegah potensi risiko pada bayi.
Bentuk obat Kapsul 

Peringatan sebelum Menggunakan Movfor

Sebelum mulai minum Movfor, ada beberapa hal penting yang perlu Anda pahami untuk memastikan obat bekerja efektif dan aman. Mengetahui informasi ini membantu pengobatan berjalan optimal sekaligus meminimalkan risiko efek samping:

  • Beri tahu dokter jika Anda alergi terhadap molnupiravir atau obat antivirus lainnya. 
  • Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki riwayat penyakit liver, ginjal, jantung atau kondisi medis kronis lainnya.
  • Informasikan kepada dokter jika Anda menggunakan obat lain termasuk suplemen dan herbal untuk menghindari interaksi obat yang tidak diinginkan.
  • Sampaikan kepada dokter bahwa Anda sedang menggunakan Movfor jika Anda berencana untuk menjalani tindakan medis apa pun, termasuk operasi gigi.
  • Konsultasikan dengan dokter jika Anda sedang hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan.
  • Gunakan kontrasepsi yang efektif dan hindari menyusui selama pengobatan serta 4 hari setelah dosis terakhir.
  • Movfor tidak dianjurkan untuk anak di bawah 18 tahun, karena dapat mengganggu pertumbuhan tulang dan tulang rawan.
  • Jangan membagikan atau menggunakan Movfor tanpa anjuran dokter karena hanya diberikan pada kondisi tertentu yang memenuhi kriteria klinis.
  • Segera ke dokter jika muncul reaksi alergi atau efek samping serius setelah mengonsumsi Movfor.

Dosis dan Aturan Pakai Movfor

Movfor digunakan untuk mengatasi infeksi COVID-19 ringan hingga sedang pada orang dewasa. Dosis yang dianjurkan adalah 800 mg, diminum 2 kali sehari selama 5 hari. Obat ini sebaiknya diberikan segera setelah pasien didiagnosis COVID-19, maksimal 5 hari sejak gejala pertama muncul, untuk hasil pengobatan yang lebih efektif.

Minum Movfor sesuai jadwal dapat membantu tubuh melawan infeksi lebih efektif dan mempercepat pemulihan, sekaligus mengurangi risiko penyakit menjadi lebih parah. Dengan penggunaan tepat waktu, tubuh memiliki kesempatan lebih baik untuk melawan infeksi secara efektif.

Cara Menggunakan Movfor dengan Benar

Ikuti anjuran dokter dan baca informasi yang terdapat pada kemasan molnupiravir sebelum mulai mengonsumsinya. Jangan menambah atau mengurangi dosis, serta jangan menggunakan obat lebih lama dari waktu yang dianjurkan. Pelajari panduan penggunaan Movfor berikut agar manfaat obat maksimal:

  • Movfor bisa dikonsumsi sebelum atau sesudah makan. Telan kapsul secara utuh dengan air putih, jangan dibuka, dikunyah, atau dihancurkan. 
  • Konsumsilah Movfor pada jam yang sama setiap hari. Jika Anda lupa, segera minum obat ini begitu teringat. Namun, bila sudah dekat dengan jadwal dosis berikutnya, lewati dosis yang terlupa dan lanjutkan seperti biasa.
  • Movfor perlu diminum selama 5 hari berturut-turut, meski gejala sudah membaik sebelum pengobatan selesai. Jika setelah 5 hari gejala tidak membaik atau justru memburuk, segera hubungi dokter.
  • Selama pengobatan dengan Movfor, tetap jalankan isolasi mandiri. Gunakan masker, jaga jarak, dan hindari kerumunan untuk mencegah penularan virus ke orang lain. Movfor membantu melawan virus, tetapi Anda tetap berisiko menularkan penyakit selama pengobatan.
  • Jangan gunakan Movfor jika sudah kedaluwarsa. 
  • Jangan memberikan Movfor kepada orang lain, walau gejalanya mirip dengan Anda.
  • Simpan Movfor di tempat sejuk, kering, terlindung dari sinar matahari, serta jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Movfor dengan Obat Lain

Hingga saat ini, bentuk interaksi Movfor dengan obat lain belum sepenuhnya diketahui. Meski begitu, bukan berarti risiko interaksi tidak ada. Movfor tetap berpotensi berinteraksi dengan obat-obatan, suplemen, atau produk herbal tertentu.

Untuk menghindari efek interaksi yang tidak diinginkan, berkonsultasilah ke dokter jika hendak menggunakan Movfor bersama obat, suplemen, atau produk herbal apa pun.

Efek Samping dan Bahaya Movfor

Penggunaan Movfor berisiko menimbulkan efek samping, terutama bila penggunaannya menyalahi dosis. Efek samping yang muncul bisa berupa:

  • Mual
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Pusing

Konsultasikan diri Anda ke dokter bila keluhan dan efek samping di atas tidak kunjung mereda atau malah memburuk.  Anda bisa menggunakan fitur Chat Bersama Dokter atau buat janji konsultasi di aplikasi Alodokter. 

Hentikan penggunaan Movfor dan segera ke dokter bila Anda mengalami efek samping serius, seperti:

  • Reaksi alergi obat, seperti ruam, pembengkakan di wajah atau tenggorokan, dan sesak napas.
  • Gangguan fungsi hati, ditandai dengan kulit atau bagian putih mata yang menguning.
  • Penurunan jumlah sel darah (leukosit, trombosit, atau sel darah merah) yang signifikan.