Benjolan di tangan bisa disebabkan oleh kutil atau kondisi yang lebih serius, seperti tumor. Meski kerap tidak menyebabkan keluhan, tidak ada salahnya untuk memeriksakan benjolan di tangan ke dokter, terutama jika disertai dengan rasa nyeri atau kesulitan ketika menggerakkan tangan.

Bagi sebagian orang, munculnya benjolan di tangan dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman. Berbagai kemungkinan bisa menjadi penyebab munculnya benjolan di tangan. Oleh karena itu, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang oleh dokter untuk menentukan penyebab dan merencanakan penanganan yang tepat.

4 Penyebab Munculnya Benjolan di Tangan - Alodokter

Berbagai Penyebab Munculnya Benjolan di Tangan

Berikut ini adalah beberapa kemungkinan penyebab benjolan di tangan:

1. Kista Ganglion

Benjolan di tangan dapat menjadi gejala dari kista ganglion. Kista ganglion adalah kista yang terbentuk pada sendi atau tendon. Kista ini umumnya muncul di bagian belakang pergelangan tangan, serta terasa lembut dan kenyal ketika diraba.

Meski penyebab kista ganglion belum diketahui secara pasti, kondisi ini biasanya muncul setelah terjadi cedera pada tendon atau sendi.

Kista ganglion dapat mengecil atau hilang dengan sendirinya dan hanya memerlukan pemeriksaan jika menyebabkan nyeri atau ketidaknyamanan. Kista ganglion biasanya ditangani dengan cara menyedot cairan kista menggunakan jarum atau mengangkat kista melalui operasi.

2. Kutil

Benjolan di tangan yang berukuran kecil bisa jadi merupakan kutil. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) dan dapat menular melalui kontak fisik dengan penderita kutil atau benda yang terkontaminasi virus.

Kutil biasanya berbentuk bulat atau lonjong dengan ukuran yang beragam, terasa keras dengan permukaan tidak rata menyerupai kembang kol, dan muncul dalam jumlah satu atau beberapa benjolan.

Meski tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya, kutil dapat bertahan hingga berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun. Untuk mempercepat penyembuhan kutil, Anda dapat menggunakan obat oles yang mengandung asam salisilat.

Namun, Anda dianjurkan untuk pergi ke dokter jika kutil kembali muncul setelah dilakukan pengobatan, tidak kunjung sembuh, mengalami perubahan bentuk, atau terasa sakit.

Untuk mencegah terjadinya kutil, disarankan untuk menghindari berbagi peralatan pribadi, seperti handuk maupun peralatan mandi, dengan orang lain.

3. Kontraktur Dupuytren

Kontraktur Dupuytren juga bisa menjadi salah satu penyebab munculnya benjolan di telapak tangan, kaki, atau penis. Kondisi ini ditandai dengan pengerasan dan penebalan jaringan elastis fascia pada bagian tubuh yang mengalami keluhan. Benjolan yang muncul akibat penebalan jaringan tersebut awalnya terasa lunak dan nyeri ketika diraba.

Penyebab pasti dari kontraktur Dupuytren belum diketahui secara pasti, tetapi ada beberapa hal yang diketahui bisa memicu munculnya kondisi ini, seperti:

  • Diabetes
  • Konsumsi alkohol berlebihan
  • Epilepsi
  • Merokok
  • Memiliki riwayat keluarga dengan penyakit Dupuytren
  • Laki-laki berusia 40 tahun atau lebih

Penyakit Dupuytren yang dibiarkan tanpa penanganan dapat menyebabkan kontraktur. Jika terjadi di tangan, kondisi ini bisa menyebabkan jari tangan bengkok, terutama jari kelingking dan jari manis, sehingga tangan akan sulit atau bahkan tidak dapat digerakkan.

Oleh karena itu, penyakit Dupuytren perlu diobati sejak awal agar tidak menyebabkan komplikasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

4. Tumor pada tangan

Benjolan di tangan juga bisa menjadi tanda adanya tumor, baik tumor kulit, tumor muskuloskeletal, maupun tumor jaringan lunak. Meski hanya 1–2% tumor di tangan yang tergolong berbahaya, kondisi ini tetep perlu diperiksakan ke dokter untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk.

Penentuan tingkat keganasan tumor dinilai dari beberapa hal, yaitu lokasi tumbuhnya tumor, ada tidaknya penyebaran tumor ke bagian tubuh lain maupun ke kelenjar getah bening sekitar, serta derajat perubahan histologis atau bentuk sel dan jaringan.

Salah satu tumor jinak yang bisa muncul di tangan adalah lipoma. Lipoma adalah tumor jaringan lemak yang lunak, kenyal, tidak nyeri, dan seringkali tidak menimbulkan keluhan. Benjolan ini sering muncul pada bahu, lengan, punggung, bokong, atau paha.

Untuk menentukan apakah benjolan pada tangan berbahaya atau tidak, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, baik pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang yang meliputi foto rontgen tangan, CT scan, dan MRI, serta serangkaian pemeriksaan darah.

Selain itu, pemeriksaan biopsi juga penting dilakukan untuk menentukan apakah benjolan disebabkan oleh keganasan (kanker) atau tidak.

Penanganan Benjolan di Tangan

Penanganan benjolan di tangan dilakukan berdasarkan penyebabnya. Jika disebabkan oleh kista ganglion, lipoma, atau tumor, dokter akan melakukan tindakan operasi untuk mengangkat benjolan tersebut. Operasi juga bisa dilakukan jika benjolan di tangan menimbulkan keluhan, tampak membesar, atau terasa nyeri.

Jika benjolan di tangan disebabkan oleh kontraktur Dupuytren, dokter dapat memberikan obat kortikosteroid untuk mengatasi peradangan dan bengkak yang terjadi. Pada kasus yang menyebabkan kesulitan pergerakan tangan, fisioterapi akan diberikan sebagai terapi tambahan untuk melatih kemampuan bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Umumnya, benjolan di tangan tidak berbahaya. Namun, tidak ada salahnya untuk memeriksakan kondisi tersebut ke dokter guna mendapatkan penanganan yang sesuai. Terlebih jika benjolan di tangan menimbulkan keluhan seperti demam, nyeri, dan tangan terasa kaku atau sulit digerakkan.