Pengobatan kencing nanah atau gonore harus segera dilakukan. Selain untuk mencegah komplikasi, pengobatan juga penting untuk mencegah penyebaran infeksi ke pasangan seksual. Obat kencing nanah yang utama adalah antibiotik, karena penyakit ini disebabkan oleh bakteri.

Kencing nanah merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Umumnya, kencing nanah ditularkan melalui hubungan seksual, baik dari oral, anal, maupun vagina, yang tidak menggunakan kondom.

Obat Kencing Nanah Dapat Mencegah Penyebaran Infeksi - Alodokter

Wanita dan pria yang aktif secara seksual memiliki peluang yang sama untuk terkena gonore. Meski demikian, ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena gonore, yaitu:

  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual
  • Melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis
  • Memiliki pasangan yang menderita infeksi menular seksual

Orang-orang yang memiliki risiko tinggi terhadap gonore disarankan untuk melakukan tes skrining rutin setiap tahun.

Ragam Obat Kecing Nanah

Terapi yang tepat untuk mengatasi kencing nanah adalah pemberian antibiotik. Terapi antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri dan mencegahnya menyebar ke bagian tubuh lain, seperti persendian, kulit, atau jantung.

Antibiotik tidak hanya diberikan kepada pasien. Jika pasien pernah melakukan hubungan seks dalam 2 bulan terakhir, terapi juga perlu diberikan kepada pasangan seksualnya. Bukan hanya itu, bayi yang baru lahir dari ibu dengan gonore positif pun harus segera diberikan terapi antibiotik.

Berikut ini adalah beberapa macam obat kencing nanah yang biasa diberikan oleh dokter:

1. Ceftriaxone

Ceftriaxone biasanya merupakan pilihan pertama antibiotik untuk menangani kencing nanah. Obat ini dapat menghambat pembentukan dinding bakteri sehingga bakteri tidak bisa hidup. Ceftriaxone diberikan melalui suntikan. Biasanya, dokter akan memberikan ceftriaxone bersamaan dengan azithromycin.

2. Azithromycin

Untuk mengatasi gonore, azithromycin selalu digunakan bersamaan dengan obat lainnya. Obat ini tidak disuntikkan, tapi diminum. Walaupun begitu, obat ini tidak boleh digunakan sembarangan dan penggunaannya harus di bawah pengawasan ketat oleh dokter.

3. Cefixime

Cefixime juga bisa diberikan untuk menghambat pertumbuhan bakteri penyebab gonore. Namun, obat ini hanya digunakan saat ceftriaxone sedang tidak tersedia atau tidak bisa digunakan. Penggunaan cefixime harus tetap dibarengi dengan antibiotik jenis lain.

4. Doxycycline

Doxycycline menghentikan pertumbuhan bakteri penyebab gonore dengan menghambat pembentukan proteinnya. Doxycycline biasanya digunakan sebagai terapi tambahan bersama ceftriaxone bila bakteri telah menyebabkan radang panggul.

5. Erythromycin

Bayi yang lahir dari ibu dengan gonore positif harus mendapatkan salep antibiotik untuk matanya. Hal ini disebabkan bakteri penyebab gonore yang ada di jalan lahir bisa masuk ke mata bayi dan menyebabkan konjungtivitis. Infeksi ini bisa dicegah dengan salep erythromycin.

Semua antibiotik bisa menyebabkan reaksi alergi. Reaksi yang terjadi bisa sangat parah, terutama bila obat diberikan melalui suntikan. Oleh karena itu, jangan lupa beri tahu dokter apabila Anda memiliki alergi terhadap antibiotik tertentu.

Antibiotik di atas juga hanya boleh digunakan berdasarkan anjuran dokter. Tata cara penggunaan pun harus dipatuhi, termasuk berapa kali minum per hari dan berapa lama Anda harus meminum obat. Bila tidak, pengobatan akan jadi kurang efektif dan bakteri gonore bisa menjadi kebal.

Bila Anda memiliki keluhan kencing nanah, segera periksakan diri ke dokter agar dapat diberikan obat kencing nanah yang sesuai dengan kondisi Anda. Selain itu, jangan dulu melakukan hubungan seksual untuk mencegah penularan gonore kepada pasangan.