Operasi mata minus saat ini menjadi solusi untuk mengatasi rabun jauh agar penderitanya tidak harus mengandalkan kacamata atau lensa kontak. Banyak orang memilih prosedur ini demi kenyamanan dan hasil penglihatan yang lebih baik, terutama bila minus sudah tinggi atau mengganggu aktivitas.

Operasi mata minus dilakukan dengan beberapa metode berbeda, seperti LASIK, PRK, atau SMILE. Tujuannya adalah memperbaiki bentuk kornea supaya cahaya bisa jatuh tepat di retina dan penglihatan menjadi jernih.

Operasi Mata Minus: Metode, Risiko, dan Tips Pemulihannya - Alodokter

Namun, tidak semua orang yang mengalami mata minus bisa langsung menjalani operasi ini. Kandidat yang cocok untuk operasi mata minus adalah orang dewasa berusia di atas 18 tahun, memiliki mata yang sehat, ukuran minus stabil selama 1–2 tahun terakhir, dan tidak memiliki penyakit mata serius, seperti glaukoma atau katarak.

Metode Operasi Mata Minus yang Sering Dilakukan

Ada beberapa metode operasi mata minus yang umum direkomendasikan oleh dokter spesialis mata. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. LASIK (laser-assisted in situ keratomileusis)

LASIK adalah metode operasi mata minus yang paling populer dan sering dipilih. Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan tipis di lapisan terluar kornea menggunakan alat khusus yang sangat presisi. Lapisan ini kemudian diangkat sementara agar permukaan kornea bagian bawah bisa dibentuk ulang dengan laser.

Setelah proses pembentukan selesai, lapisan kornea yang diangkat akan ditempatkan kembali seperti semula. Proses LASIK biasanya berlangsung cepat, hanya sekitar 15–30 menit untuk kedua mata. Hasil operasi bisa langsung dirasakan beberapa jam setelah tindakan dan kebanyakan orang merasakan pemulihan yang cukup cepat.

Setelah LASIK, risiko nyeri biasanya minimal dan penglihatan menjadi jauh lebih jelas tanpa kacamata atau lensa kontak. Meski begitu, tidak semua orang cocok menjalani LASIK, terutama yang memiliki kornea tipis atau penyakit mata tertentu.

2. PRK (photorefractive keratectomy)

PRK menjadi pilihan bagi pasien yang memiliki kornea mata yang terlalu tipis atau bentuk kornea yang tidak memungkinkan dilakukan LASIK. Pada metode PRK, lapisan terluar kornea (epitel) diangkat sepenuhnya sehingga permukaan kornea bawahnya bisa dibentuk ulang menggunakan laser. Setelah proses ini, lapisan epitel akan tumbuh kembali secara alami dalam beberapa hari.

Proses pemulihan PRK cenderung lebih lama dibandingkan LASIK. Operasi mata minus ini biasanya membutuhkan waktu hingga 7 hari untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan beberapa minggu hingga penglihatan kembali stabil.

Pada awalnya, mata bisa terasa perih atau silau. Namun, hasil akhir penglihatan setelah PRK tetap sangat baik dan efektif untuk mengatasi mata minus.

3. SMILE (small incision lenticule extraction)

SMILE adalah operasi mata minus menggunakan teknologi yang lebih baru dengan prosedur yang lebih minimal invasif. Pada metode ini, laser femtosecond digunakan untuk membuat sayatan sangat kecil (sekitar 2–4 milimeter) di kornea dan membentuk jaringan tipis berbentuk lensa kecil (lenticule) di dalam kornea.

Jaringan tipis tersebut akan diambil melalui sayatan kecil tadi, sehingga bentuk kornea berubah dan penglihatan pun menjadi lebih baik. Kelebihan utama SMILE adalah proses penyembuhan yang relatif singkat, risiko komplikasi pada permukaan kornea lebih rendah, dan mata cenderung lebih nyaman setelah operasi.

SMILE juga cocok untuk pasien dengan mata kering atau kornea tipis. Namun, tidak semua kondisi mata minus bisa ditangani dengan teknologi ini. Oleh karena itu, pemeriksaan menyeluruh wajib dilakukan sebelum memilih operasi mata minus dengan metode SMILE.

Risiko dan Efek Samping Operasi Mata Minus

Walaupun operasi mata minus dinilai aman, tetap ada risiko dan efek samping yang perlu dipertimbangkan, di antaranya:

  • Infeksi atau peradangan pada mata
  • Mata kering
  • Gangguan penglihatan sementara, seperti silau, bayangan, atau penglihatan ganda
  • Risiko hasil koreksi berlebih atau kurang, sehingga penglihatan belum optimal
  • Perubahan permanen pada bentuk kornea, meski jarang terjadi

Komplikasi serius sangat jarang terjadi, apalagi jika operasi dilakukan oleh dokter mata yang berpengalaman dan sesuai standar medis. Namun, pemeriksaan mata menyeluruh sebelum operasi tetap penting untuk memastikan tidak ada masalah lain yang dapat memengaruhi hasil operasi.

Tips Perawatan Setelah Operasi Mata Minus

Agar pemulihan pascaoperasi berjalan lancar dan hasil operasi mata minus optimal, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:

  • Gunakan obat tetes mata sesuai anjuran dokter untuk mencegah infeksi dan membantu proses penyembuhan.
  • Hindari menggosok mata setidaknya selama 1–2 minggu setelah operasi.
  • Batasi aktivitas berat, berenang, atau memakai riasan mata sampai dokter mengizinkan.
  • Gunakan pelindung mata saat tidur, jika direkomendasikan dokter.
  • Jalani kontrol sesuai jadwal yang diberikan dokter untuk memantau proses penyembuhan.

Secara umum, tidak ada larangan makanan khusus setelah operasi mata minus. Namun, menjaga pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi dan istirahat cukup, bisa membantu mempercepat pemulihan.

Pada dasarnya, setiap metode operasi mata minus memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan metode operasi biasanya ditentukan oleh kondisi kesehatan mata, bentuk kornea, tingkat minus, dan kebutuhan aktivitas pasien. Oleh karena itu, konsultasi dengan dokter mata sangat penting sebelum menentukan jenis operasi.

Pada beberapa kasus, pasien yang sudah menjalani operasi mata minus tetap memerlukan kacamata atau lensa kontak. Hanya saja, karena minusnya biasanya berkurang setelah operasi, ukuran lensanya bisa menjadi lebih tipis sehingga kacamata terasa lebih ringan dan nyaman digunakan.

Jika Anda masih ragu atau ingin mengetahui apakah Anda kandidat yang tepat untuk menjalani operasi mata minus, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter melalui aplikasi ALODOKTER. Konsultasi cepat dengan dokter spesialis mata akan membantu Anda mendapatkan solusi terbaik sesuai kebutuhan Anda.