Kifosis merupakan salah satu kelainan pada tulang belakang, di mana bentuk tulang belakang bagian atas terlalu bengkok atau melengkung ke belakang, sehingga postur tubuh penderitanya menjadi bungkuk.

Kifosis yang ringan biasanya tidak memerlukan perawatan. Namun jika kondisinya cukup parah, kifosis bisa menimbulkan rasa sakit, sehingga membutuhkan penanganan oleh dokter.

Pahami Penyebab Kifosis dan Beragam Faktor Risikonya - Alodokter

Penyebab Kifosis yang Perlu Anda Ketahui

Berdasarkan penyebabnya, kifosis dapat dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Kifosis postural

Kifosis postural merupakan jenis kifosis yang paling umum terjadi pada remaja. Kondisi tulang belakang bagian atas yang bengkok ini disebabkan oleh kebiasaan membungkuk ketika duduk dan berdiri.

Kifosis postural lebih sering dialami oleh anak perempuan dibandingkan anak laki-laki. Meski demikian, jenis kifosis ini masing tergolong ringan dan jarang menimbulkan rasa nyeri. Kifosis postural juga mudah diperbaiki dengan melatih cara duduk dan berdiri yang benar.

Kifosis Scheuermann

Kifosis Scheuermann merupakan jenis kifosis yang ditandai kelainan struktur tulang belakang. Penderita kifosis jenis ini memiliki struktur tulang belakang yang agak bulat, sehingga postur tubuhnya jadi membungkuk.

Kifosis Scheuermann umumnya terjadi pada masa remaja dan lebih sering dialami oleh anak laki-laki dibandingkan anak perempuan. Jenis kifosis ini bisa sering menyebabkan rasa nyeri pada bagian punggung.

Kifosis bawaan

Kifosis bawaan atau dalam istilah medis disebut kifosis kongenital merupakan kelainan tulang belakang yang terjadi sejak dalam kandungan. Hingga saat ini, penyebabnya belum diketahui. Anak yang mengalami kifosis bawaan biasanya juga memiliki cacat lahir lain, seperti di jantung atau ginjal.

Kifosis kongenital membutuhkan penanganan medis secepatnya, karena kondisinya rentan memburuk seiring perkembangan anak.

Beragam Faktor Risiko Kifosis

Pertambahan usia merupakan salah satu faktor yang bisa memicu kifosis. Hal ini karena seiring pertambahan usia, risiko tulang rapuh atau osteoporosis akan semakin meningkat.

Selain itu, ada juga beberapa kondisi medis yang bisa memperbesar risiko terjadinya kifosis, yaitu:

  • Tuberkulosis (TBC), yaitu infeksi bakteri yang bisa terjadi di hampir semua bagian tubuh.
  • Spina bifida, yaitu cacat lahir yang terjadi ketika tulang belakang dan sumsum tulang tidak terbentuk secara sempurna.
  • Penyakit Paget, yaitu penyakit yang mengganggu proses pembentukan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh.
  • Neurofibromatosis, yaitu tumor pada jaringan saraf. Kondisi ini termasuk kelainan genetik.
  • Muscular dystrophy atau distrofi otot, yaitu kelainan genetik yang menyebabkan otot melemah secara progresif.
  • Cedera pada tulang belakang.

Kifosis bisa disebabkan oleh beragam hal dan risiko terjadinya kelainan tulang belakang ini bisa meningkat pada kondisi tertentu. Memang tidak semua kifosis berbahaya dan memerlukan penanganan dokter, namun jika Anda merasakan keluhan pada tulang punggung dan kelainan postur tubuh, sebaiknya periksakan ke dokter.