Tidak hanya bayi saja yang menggunakan popok, orang dewasa pun kadang menggunakannya, khususnya orang berusia lanjut. Penggunaan popok dewasa biasanya karena beberapa kondisi, seperti inkontinensia urine, pembesaran prostat (Benign Prostatic Hyperlasia/BPH), atau kerusakan otak pasca-stroke.

Terlalu sering buang air kecil atau tidak bisa menahan buang air kecil, bisa mengganggu kegiatan di siang hari, dan mengganggu istirahat ketika tidur di malam hari. Terlebih apabila disertai keterbatasan dalam bergerak. Pada orang-orang dengan kondisi tersebut dianjurkan untuk menggunakan popok dewasa, agar tidak lelah bolak-balik ke toilet dan tidak membasahi pakaian atau tempat tidur.

Pentingnya Popok Dewasa bagi Lansia - Alodokter

Alasan Menggunakan Popok Dewasa

Normalnya, frekuensi buang air kecil adalah sebanyak 4-10 kali dalam sehari. Namun, buang air kecil dapat menjadi lebih sering, apabila mengalami beberapa kondisi berikut ini.

  • Inkontinensia Urine
    Alasan paling umum yang membuat seseorang perlu menggunakan popok dewasa adalah inkontinensia urine. Inkontinensia urine adalah hilangnya kontrol terhadap proses berkemih. Seiring bertambahnya usia, otot di sekitar kandung kemih dan saluran kencing mulai menurun kekuatannya. Hal ini menyebabkan berkurangnya kemampuan untuk menahan pelepasan urine. Tingkat keparahan yang dialami tiap orang bisa berbeda-beda. Bahkan, urine bisa saja bocor atau keluar pada saat bersin atau batuk. Kondisi ini umumnya terjadi pada lansia, akan tetapi tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pada siapa saja. Penggunaan popok dewasa disarankan bagi Anda yang mengalami kondisi ini.
  • Pembesaran prostat (Benign Prostatic Hyperlasia/BPH)
    Pertambahan usia menyebabkan organ-organ tubuh mengalami perubahan. Pada laki-laki, yang paling sering adalah terjadinya pembesaran prostat atau BPH. BPH bisa membuat seseorang kesulitan dalam mengontrol keluarnya urine, sehingga menyebabkan buang air kecil tanpa sadar.
  • Kerusakan Otak Pasca Stroke
    Setelah terkena stroke, bangun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi mungkin tidak semudah sebelumnya. Penderita stroke tak jarang juga mengalami kesulitan dalam mengendalikan buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Pasca stroke, otot yang mengendalikan kandung kemih bisa menjadi lemah. Selain itu, saraf yang mengirim dan menerima pesan dari otak terkait keinginan untuk BAK maupun BAB mengalami gangguan, sehingga proses pelepasan urine dan tinja menjadi tidak terkontrol. Keadaan inilah yang membuat penderita stroke perlu menggunakan popok dewasa.

Selain itu, ada pula kondisi lain yang bisa terbantu dengan memakai popok dewasa, misalnya pada saat pemulihan setelah operasi, tirah baring (bed rest), atau pada lansia dengan demensia yang mengalami kesulitan dalam mengontrol fungsi berkemih atau Buang air besar.

Tips Menggunakan Popok Dewasa

Jika kebocoran urine kerap menjadi masalah dan sudah mengganggu aktivitas maupun kualitas tidur, maka penggunaan popok dewasa sangat disarankan. Berikut beberapa tips penggunaannya.

  • Gunakan popok dewasa dengan bahan dan daya serap yang baik
    Pilihlah popok dewasa dengan bahan lembut agar nyaman digunakan dalam waktu lama dan tidak menyebabkan iritasi pada kulit, serta memiliki daya serap yang baik agak popok tidak mudah bocor.
  • Ganti popok dewasa secara teratur
    Sesegera mungkin setelah BAK atau BAB, disarankan untuk mengganti popok dewasa, agar tetap merasa nyaman dan mencegah timbulnya aroma tidak sedap dari urine maupun tinja. Selain itu, juga agar tidak terjadi gangguan pada kulit yang tertutup popok.
  • Gunakan pakaian yang pas dan nyaman
    Hal ini adalah untuk menjaga kenyamanan ketika menggunakan popok dewasa. Agar tidak terlalu terlihat, pilihlah pakaian yang berwarna gelap, sehingga pemakaian popok dewasa tidak mengganggu penampilan.
  • Losion pelembap
    Anda bisa mengoleskan pelembap untuk menjaga kelembapan kulit di area selangkang dan bokong, serta untuk mencegah iritasi maupun masalah kulit lainnya yang bisa terjadi akibat seringnya terpapar urine dan tinja.

Rusaknya jaringan lunak dan kulit pada lansia sangat umum terjadi, karena penurunan daya tahan kulit dan kondisi fisik secara umum. Gangguan kesehatan yang membatasi pergerakan, dapat memperparah hal tersebut. Oleh karena itu, kebersihan kulit lansia harus dijaga dengan baik untuk mencegah risiko infeksi. Penggunaan popok dewasa yang baik dengan perawatan yang tepat, akan menurunkan risiko terjadinya infeksi dan masalah pada kulit akibat paparan urine maupun tinja yang berulang.

Dengan beragam pilihan popok dewasa di pasaran, Anda disarankan untuk cermat dalam memilih popok dewasa yang berkualitas baik. Penggunaan popok antibakteri yang kering bisa membantu dalam menghambat pertumbuhan bakteri dan mencegah terjadinya iritasi kulit. Iritasi kulit bisa terjadi karena lama tidak mengganti popok dewasa karena pemakainya sedang istirahat tidur, atau karena berada lama di dalam perjalanan (traveling). Pilihlah popok dengan daya serap tinggi yang mampu mencegah kembalinya cairan ke permukaan popok, serta berbahan lembut sehingga nyaman digunakan dan aman bagi kulit.