Jerawat di telinga bisa saja muncul pada sebagian orang. Meski tidak sesering jerawat di wajah atau leher,  Anda tetap perlu mengetahui penyebab dan cara mengatasinya.

Jerawat di telinga biasanya muncul telinga bagian luar, yaitu daun telinga dan saluran telinga. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja termasuk remaja dan orang dewasa.

Penyebab Munculnya Jerawat di telinga dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Penyebab Jerawat di Telinga

Jerawat di telinga dapat disebabkan oleh peningkatan produksi minyak atau penumpukan sel-sel kulit mati atau bakteri di pori-pori kulit telinga bagian luar.

Selain itu, beberapa faktor berikut juga dapat memicu munculnya jerawat di telinga:

  • Ketidakseimbangan hormon, seperti masa puber atau menjelang menstruasi.
  • Penggunaan produk kosmetik atau produk perawatan rambut yang mengenai telinga dan memicu reaksi peradangan.
  • Infeksi bakteri di telinga yang biasanya terjadi akibat luka atau kebiasaan sering menyentuh atau menggaruk telinga dengan jari yang kotor.

Kebiasaan menggunakan earphone atau headphone yang jarang dibersihkan juga bisa memicu munculnya jerawat di telinga.

Cara Mengatasi Jerawat di Telinga

Sebenarnya, jerawat di telinga bisa membaik dan hilang dengan sendirinya. Hanya saja, kondisi ini kadang menimbulkan rasa tidak nyaman dan nyeri. Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan beberapa pilihan obat berikut:

1. Vitamin A Topikal

Vitamin A topikal merupakan obat oles yang mengandung vitamin A dan sering digunakan untuk mengatasi jerawat yang ringan hingga sedang. Salah satu pilihannya adalah tretinoin. Namun, obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan oleh wanita hamil.

2. Benzoyl peroxide

Benzoyl peroxide adalah obat yang sering digunakan dan efektif untuk mengatasi jerawat, karena mampu membunuh bakteri dan mengurangi kadar minyak di kulit. Benzoyl peroxide tersedia dalam bentuk gel, losion, krim, dan sabun.

3. Antibiotik

Jika jerawat di telinga disebabkan oleh infeksi bakteri dan kondisinya cukup parah, dokter mungkin akan memberikan pengobatan dengan antibiotik, seperti minocyclinedoxycycline, dan tetracycline.

 4. Obat sistemik

Salah satu obat sistemik yang sering digunakan untuk mengatasi jerawat adalah isotretinoin. Obat ini mengandung vitamin A dan biasanya akan diberikan jika jerawat cukup parah. Namun, obat ini tidak boleh diminum saat hamil karena dapat menyebabkan kecacatan pada janin.

Selain menggunakan obat-obatan di atas, hindari memencet jerawat di telinga karena menimbulkan iritasi pada kulit dan telinga, meninggalkan bekas, memperburuk kondisi jerawat, menyebabkan jerawat terinfeksi bakteri.

Meski beberapa obat yang disebutkan di atas bisa didapatkan secara bebas tanpa resep dokter, namun Anda tetap disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter saat mengalami jerawat di telinga, agar pengobatannya lebih aman dan sesuai dengan kondisi Anda.