Perubahan wajah setelah pakai behel kerap menjadi alasan banyak orang untuk menjalani perawatan ini. Pasalnya, tidak hanya merapikan susunan gigi, behel juga diketahui dapat mengubah penampilan wajah dan membuat seseorang menjadi lebih percaya diri.

Penggunaan behel atau kawat gigi kini semakin populer, terutama di kalangan remaja dan dewasa yang menginginkan susunan gigi yang lebih baik. Behel tidak hanya berfungsi untuk merapikan gigi yang berantakan, tetapi juga membantu memperbaiki fungsi rahang dan proporsi wajah.

Perubahan Wajah setelah Pakai Behel yang Perlu Diketahui - Alodokter

Perlu dicatat bahwa perubahan wajah setelah pakai behel tidak terjadi secara instan, melainkan bertahap seiring pergeseran posisi gigi dalam beberapa bulan hingga tahun. Selain itu, perubahan ini juga bisa berbeda-beda pada setiap orang, tergantung pada kondisi gigi dan bentuk wajah sebelum perawatan.

Perubahan Wajah setelah Pakai Behel

Berikut adalah beberapa perubahan wajah setelah pakai behel atau kawat gigi yang umum terjadi:

1. Senyum tampak lebih simetris

Salah satu perubahan wajah setelah pakai behel yang paling umum adalah senyum terlihat lebih simetris dan menarik. Susunan gigi yang sebelumnya berantakan atau menonjol berubah menjadi lebih rapi, sehingga senyum tampak lebih proporsional dan membuat seseorang lebih percaya diri.

2. Menghilangnya tampilan gigi tonggos

Behel mendorong gigi yang terlalu keluar atau menonjol ke posisi yang lebih ideal, sehingga wajah tampak lebih proporsional. Hal ini membantu mengurangi kesan gigi tonggos saat tersenyum.

3. Perbaikan bentuk dan garis rahang

Perubahan wajah setelah pakai behel juga membuat bentuk dan garis rahang menjadi lebih rapi. Behel dapat memperbaiki posisi rahang yang sebelumnya tidak sejajar, misalnya pada kasus overbite (rahang atas terlalu maju) atau underbite (rahang bawah lebih menonjol).

Dengan menggunakan behel, garis rahang bisa tampak lebih tegas, bahkan dagu yang semula terlihat kecil juga bisa terlihat lebih proporsional.

4. Perubahan bentuk mulut dan bibir

Pada kondisi tertentu, seperti open bite, behel dapat membantu menutup celah antar gigi atas dan gigi bawah, sehingga bentuk mulut saat tertutup tampak lebih alami dan tidak melebar.

Selain itu, posisi dan ketebalan bibir juga bisa menjadi lebih seimbang karena susunan gigi yang rapi. Hal ini membuat bibir tertutup dengan baik saat mulut dalam keadaan rileks, sehingga bentuk bibir terlihat tidak menonjol.

5. Wajah terlihat lebih muda

Koreksi posisi rahang dan gigi bisa membuat kulit di bawah dagu tampak lebih kencang dan meminimalkan garis halus. Hal ini bisa memberikan kesan wajah yang lebih muda. Pada beberapa kasus, perubahan posisi rahang dapat memengaruhi otot di sekitar dagu dan pipi, sehingga memberikan efek wajah yang lebih ramping.

Penting untuk diingat bahwa tidak semua perubahan wajah setelah pakai behel terjadi pada semua orang. Hasil akhir tergantung pada kondisi awal gigi, tingkat keparahan masalah rahang, usia saat memulai perawatan, serta kepatuhan mengikuti instruksi dokter ortodontis.

Sebelum memutuskan memasang behel, pertimbangkan beberapa poin penting berikut:

  • Pada awal pemakaian bisa muncul ketidaknyamanan, seperti gusi bengkak, sariawan, atau nyeri ringan, namun biasanya bersifat sementara
  • Rata-rata durasi perawatan behel adalah 1–3 tahun. Prosesnya bertahap, dan perubahan wajah setelah pakai behel biasanya baru tampak setelah gigi mencapai posisi ideal
  • Jika bentuk wajah sebelum pemasangan behel sudah cukup proporsional, perubahan setelah perawatan biasanya tidak terlalu menonjol
  • Penggunaan behel tanpa pengawasan dokter gigi bisa menimbulkan komplikasi misalnya gusi turun (resesi gusi), kerusakan akar gigi, atau gangguan pada sendi rahang.

Nah, apabila Anda hendak menggunakan behel dan penasaran akan perubahan wajah setelah pakai behel, konsultasikan dengan dokter gigi secara online melalui Chat bersama Dokter untuk mengetahui kebutuhan, jenis behel yang tepat, dan prediksi perubahan yang akan terjadi.