Selaput dara buatan adalah selaput dara palsu yang diciptakan agar tampak kembali utuh. Selaput dara buatan terbuat dari material gelatin yang berisikan darah buatan. Sehingga saat melakukan hubungan seksual, maka cairan berwarna merah darah tersebut akan pecah dan mengalir layaknya darah.  

Produksi selaput dara buatan banyak menuai kontroversi. Di beberapa negara, pengertian keperawanan masih didefinisikan dengan selaput dara utuh ketika pertama kali berhubungan intim. Padahal menurut ilmu medis, tidak semua wanita memiliki selaput dara yang utuh dan tidak semua selaput dara mengeluarkan darah ketika berhubungan intim untuk pertama kali. Selain selaput dara buatan, ada teknik operasi yang bertujuan mengembalikan keutuhan selaput dara. Teknik operasi ini dikenal dengan sebutan hymenorrhaphy.

Pikir Dua Kali Sebelum Memilih Selaput Dara Buatan dan Hymenorrhaphy - Alodokter

Hymenorrhaphy, Operasi Pengembalian Selaput Dara

Hymenorrhaphy atau biasa juga disebut dengan hymenoplasty adalah operasi pengembalian selaput dara agar bentuknya kembali utuh. Hymenorrhaphy termasuk ke dalam kategori operasi plastik kosmetik alat kelamin wanita (vagina), atau operasi ginekologi estetik.

Operasi selaput dara dilakukan dengan cara menjahit kembali sisa-sisa selaput dara yang telah robek atau rusak. Umumnya, dokter akan memberikan anestesi lokal sebelum hymenorrhaphy dilakukan. Setelah anestesi, dokter akan menjahit lapisan dalam dan lapisan luar dari selaput dara hingga selaput dari kembali mirip dengan selaput dara semula. Setelah operasi dilakukan, selaput dara akan dibersihkan dengan air hangat dan pada garis jahitan akan diberikan salep antibiotik.

Apakah Hymenorrhaphy Aman?

Dilihat dari sisi medis sendiri, prosedur pemasangan selaput dara buatan maupun hymenorrhaphy sebenarnya tidak memiliki indikasi klinis, dan lebih kepada keperluan estetik atau kebutuhan pribadi. Hingga saat ini belum cukup bukti penelitian sebagai dasar penilaian terhadap keamanan dan tingkat komplikasi atas tindakan ini.

Demikian juga dengan studi tentang kepuasan jangka panjang bagi wanita yang telah menjalani prosedur ini. Hal tersebut mungkin dikarenakan prosedur ini masih ilegal dan dikecam masyarakat di beberapa negara. Beberapa studi yang tersedia saat ini lebih membahas tentang tindakan hymenorrhaphy dilihat dari sisi etika dan norma-norma yang berlaku.

Oleh karenanya, pasien sebaiknya mendapatkan edukasi terlebih dahulu tentang kurangnya data yang mendukung keamanan hymenorrhaphy serta kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi. Komplikasi yang dimaksud dapat berupa jaringan parut (bekas luka), nyeri vagina saat berhubungan intim, infeksi dan perlekatan jaringan akibat bekas operasi.

Hymenorrhaphy atau hymenoplasty memang dapat menjadi pilihan lain dari menggunakan selaput dara buatan. Walau demikian, perlu dipertimbangkan lagi berbagai sisi, termasuk sisi medis, psikologis, etika, dan norma-norma yang berlaku sebelum melakukan prosedur ini. Konsultasikan lebih lanjut dengan dokter sebelum menjalani prosedur tersebut, dan pastikan Anda tidak melakukannya di sembarang tempat tanpa pengawasan dokter yang memiliki kompetensi untuk tindakan ini.