Bunda yang akan kembali bekerja mungkin masih bingung mencari sistem pendukung untuk mengasuh anak. Pilih babysitter atau daycare (tempat penitipan anak)? Semua sangat tergantung kebutuhan masing-masing keluarga. Yuk, kita cermati bersama kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Meninggalkan Si Kecil untuk bekerja di kantor membuat Bunda perlu benar-benar memilih sistem yang bisa diandalkan. Babysitter ataupun daycare bisa menjadi pilihan, terutama jika tidak ada anggota keluarga atau kerabat yang dapat dipercaya merawat Si Kecil. Bunda yang masih bingung memilih di antara keduanya, hal-hal di bawah ini mungkin dapat menjadi pertimbangan.

Pilih Babysitter atau Daycare? Ini Kelebihan dan Kekurangannya - Alodokter

Fleksibilitas Babysitter di Rumah

Babysitter atau pengasuh bayi atau anak yang profesional umumnya telah melalui pelatihan mengasuh anak usia dini. Biasanya babysitter tinggal bersama keluarga sehingga lebih fleksibel dan leluasa dalam mengasuh anak.

Di samping fleksibilitas, kelebihan lainnya berbagi pengasuhan dengan babysitter di antaranya adalah:

  • Anak tetap berada di rumah sehingga pengasuhan lebih stabil dan konsisten. Penelitian menyebutkan bahwa anak di bawah usia 3 tahun lebih sedikit mengalami stres saat berada di rumah.
  • Bunda tidak perlu buru-buru menyiapkan si Kecil pagi-pagi untuk berangkat ke penitipan anak sebelum Bunda bekerja.
  • Bunda tidak perlu repot mengantar dan menjemputnya, sebagaimana bila menitipkannya ke daycare. Anak juga terhindar dari stres yang mungkin ia rasakan di perjalanan.
  • Anak dapat tetap ditangani babysitter di rumah saat sedang sakit.
  • Bunda dan Ayah dapat lebih menyesuaikan jadwal dan pola pengasuhan sesuai jam kerja.

Meski demikian, ada beberapa kekurangan mempekerjakan babysitter, yaitu:

  • Biaya yang dikeluarkan untuk babysitter profesional memang relatif lebih mahal dibanding daycare.
  • Meski umumnya terlatih, tetapi kualitas tiap babysitter berbeda. Meninggalkan anak sendiri bersama babysitter yang belum Bunda kenal dengan baik dapat menjadi kekhawatiran tersendiri.
  • Babysitter yang tiba-tiba sakit atau pamit pergi dan tidak kembali, mungkin akan mengganggu aktivitas Bunda dan kestabilan psikologis anak.
  • Mencari babysitter yang cocok tidaklah mudah dan memerlukan waktu. Tentu sulit jika Bunda perlu segera masuk bekerja.
  • Beberapa orang tua merasa tidak nyaman tinggal satu rumah bersama babysitter.
  • Anak yang diasuh babysitter di rumah perlu sesekali diajak berinteraksi dengan orang lain atau anak lain di luar rumah.

Untuk mengatasi kendala interaksi sosial pada anak yang diasuh babysitter, setelah berusia 3 tahun, anak bisa bergabung dengan pendidikan anak usia dini (PAUD) untuk mendapatkan pengajaran yang optimal, juga agar memiliki kesempatan untuk berinteraksi dengan anak sebayanya. PAUD dengan guru dan kualitas yang baik, dapat menjadi tempat anak untuk berkembang dengan stimulasi yang tepat.

Lingkungan Sosial Anak di Daycare

Ada beberapa jenis daycare sesuai sarananya. Ada daycare di rumah, daycare yang disediakan di sekolah, atau daycare di sarana pelayanan lain, seperti rumah sakit dan tempat ibadah. Ada juga kantor tertentu yang menyediakan tempat penitipan anak untuk karyawan.

Beberapa kelebihan jika anak berada di daycare selama orang tua bekerja di luar rumah adalah:

  • Daycare biasanya menyediakan sarapan, makan siang, dan makanan ringan, sehingga Bunda tidak repot memasak khusus untuk si Kecil.
  • Di daycare anak dapat bersosialisasi dengan anak lain, beradaptasi dengan lingkungan selain di rumah, juga belajar mengonsumsi berbagai makanan baru.
  • Sosialisasi dengan anak lain membuat anak dapat belajar berbagi, bekerja sama, antri, dan bergantian. Situasi ini tidak didapatkan Si Kecil di rumah, terutama jika ia adalah anak tunggal.
  • Guru dan pengasuh yang umumnya profesional dapat memastikan Si Kecil mendapatkan rangsangan tepat sesuai usianya.
  • Jika Bunda tergantung pada satu orang babysitter maka sulit mendapat gantinya, namun di daycare biasanya selalu ada pengasuh pengganti sehingga anak tidak akan terlantar.
  • Di daycare, jadwal kegiatan anak sudah terstruktur sehingga anak belajar untuk disiplin.
  • Beberapa daycare menyediakan fasilitas agar orang tua dapat memantau kegiatan anak secara daring. Daycare lain memberikan rekaman kegiatan anak setiap hari, baik dalam bentuk catatan maupun foto.
  • Banyak daycare sekaligus memberikan pendidikan serupa dengan yang diberikan PAUD, sehingga anak sekaligus mendapat manfaat seperti di sekolah.

Kekurangan dari daycare yang perlu dipertimbangkan:

  • Si Kecil akan lebih mudah tertular penyakit jika ada salah satu atau beberapa anak yang sedang kurang sehat. Kuman juga dapat menyebar dari pertukaran benda atau menggunakan barang secara bersamaan. Meski umumnya ada kebijakan bahwa anak yang sakit tidak diizinkan masuk ke daycare.
  • Jam operasional daycare yang sudah terjadwal mungkin akan menyulitkan Bunda yang sering lembur atau harus masuk lebih pagi.
  • Daycare yang berkualitas biasanya banyak dicari orang sehingga tidak jarang punya daftar tunggu panjang. Selain itu, daycare jenis ini juga membutuhkan biaya yang tidak ringan.

Pertimbangan lain adalah kondisi yang dihadapi masing-masing keluarga. Apakah Bunda bekerja paruh waktu atau penuh? Apakah Bunda hanya perlu sesekali ke kantor? Atau membuka usaha dari rumah dan sekadar perlu bantuan untuk mengasuh Si Kecil? Berapa dana yang tersedia untuk pengasuhan anak? Untuk hal ini, Bunda perlu melakukan survei biaya bulanan daycare dan juga gaji babysitter.

Baik dalam pengasuhan babysitter maupun daycare, anak tetap harus mendapatkan hal-hal yang seharusnya ia peroleh dari orangtua, seperti kehangatan, perhatian, dan stimulasi yang tepat. Pilihan di antara keduanya sebaiknya mempertimbangkan berbagai kondisi, sebab tiap keluarga memiliki kebutuhan dan solusi masing-masing yang dianggap tepat.