Daycare kerap menjadi pilihan banyak orang tua saat tidak memiliki waktu untuk mengasuh dan menjaga buah hatinya karena harus bekerja atau menyelesaikan urusan tertentu. Namun, sebelum memilih daycare, para orang tua perlu memerhatikan beberapa hal agar daycare yang dipilih aman dan baik untuk anak.

Daycare adalah tempat pengasuhan dan perawatan paruh waktu untuk bayi, balita, dan anak-anak. Sebagian daycare dapat menerima bayi usia 6 minggu hingga anak yang memasuki usia Taman Kanak-Kanak (TK).

Perhatikan Hal Ini Sebelum Memilih Daycare untuk Bayi dan Anak - Alodokter

Setiap orang tua harus memastikan daycare memiliki kualitas baik sebelum menitipkan anaknya. Saat memilih daycare, penting untuk tidak sekadar tergoda dengan fasilitas yang disediakan, seperti mainan baru atau barang-barang mewah. Orang tua sebaiknya tetap mengutamakan daycare dengan standar perawatan dan pengasuhan yang tinggi.

Dengan demikian, anak tidak hanya aman untuk dititipkan di daycare tersebut, namun juga bisa mendapatkan pendidikan dan waktu bermain yang cukup agar ia bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kriteria Daycare yang Baik untuk Menitipkan Bayi atau Anak

Dalam memilih daycare yang tepat untuk Si Kecil, ada beberapa hal yang perlu Bunda dan Ayah perhatikan. Berikut ini adalah kriteria daycare yang ideal bagi bayi dan anak:

1. Izin resmi

Daycare yang terpercaya tentunya harus memiliki izin untuk pengelolaannya. Hal ini penting untuk memastikan keamanan anak-anak yang dititipkan di sana. Ketika memilih daycare, jangan segan untuk menanyakan hal tersebut kepada pihak pengelola.

2. Reputasi yang baik

Daycare yang baik memiliki tempat yang nyaman dan lingkungan pengasuhan yang ramah. Jika sempat, singgahlah saat menjemput anak untuk bertanya kepada orang tua lain yang menitipkan anaknya di sana. Kesan orang tua terhadap daycare adalah hal penting dalam memilih daycare yang baik.

3. Pengasuh berkualitas dan bertanggungjawab

Pastikan daycare mempunyai jumlah staf pengasuh yang cukup dalam merawat dan menjaga anak-anak. Ada baiknya pengasuh mempunyai pengalaman dan latar belakang pendidikan yang sesuai. Pertimbangkan pula sudah berapa lama mereka bekerja di sana.

Tak hanya itu, pastikan juga satu pengasuh tidak mengurus terlalu banyak bayi dan anak-anak agar Si Kecil bisa selalu terjaga dan terpantau dengan baik selama dititipkan di daycare.

Idealnya, seorang pengasuh di daycare akan mengasuh 3–4 bayi atau balita yang berusia 1–2 tahun. Sementara itu, untuk anak yang berusia 2–3 tahun, satu pengasuh dapat menjaga 4–6 orang anak.

Untuk anak yang sudah berusia lebih tua atau di atas 3–4 tahun, seorang pengasuh di daycare bisa menjaga dan mengasuh sekitar 6–10 orang anak.

Pengasuh harus dapat berinteraksi dengan anak-anak, bertanggung jawab, antusias, dan siaga dalam berbagai keadaan. Pengasuh yang baik juga idealnya memiliki sifat penuh perhatian, peduli, sabar, dan ramah kepada anak-anak. Hal ini penting agar anak-anak yang dititipkan di sana dapat belajar, berinteraksi, dan terjaga dengan baik.

4. Peraturan yang fleksibel dan protokol yang jelas

Penting agar daycare bersifat fleksibel dalam waktu penjemputan dan pengantaran anak, sehingga dapat disesuaikan dengan kegiatan serta kebutuhan Bunda dan Ayah.

Sebuah daycare yang baik juga harus mempunyai protokol yang jelas untuk hal-hal yang penting atau darurat, mulai dari cara konfirmasi saat anak harus dijemput oleh orang lain hingga cara menangani keadaan darurat, misalnya ketika anak sakit atau mengalami cedera di daycare.

5. Jadwal terstruktur dan teratur

Daycare seharusnya memiliki jadwal terstruktur dan teratur untuk berbagai kegiatan anak, seperti aktivitas fisik, waktu istirahat, makan, dan bermain.

Pastikan juga daycare memiliki batasan dan aturan jika memberlakukan waktu untuk menonton TV dan video. Selain itu, tontonan yang diberikan juga seharusnya bersifat edukatif dan sesuai dengan usia.

6. Perhatikan kebersihan

Daycare yang baik tentu saja memiliki kebijakan yang ketat terhadap kebersihan. Bunda dan Ayah dapat memperhatikan fasilitas yang tersedia untuk menilai tingkat kebersihan suatu daycare.

Hal ini bisa dilihat dari lantai, dinding, dapur, dan toilet daycare tersebut. Perhatikan juga apakah pengasuh yang menangani anak-anak mencuci tangan secara teratur ketika mengganti popok.

Selain itu, daycare juga sebaiknya memiliki banyak ruang untuk berbagai aktivitas anak yang dilengkapi dengan ventilasi cukup dan area bermain di luar ruangan guna melatih fisik, mental, dan sosial anak.

7. Menu makanan yang tersedia

Tanyakan kepada pihak daycare tentang menu makanan bayi dan anak yang akan disajikan, termasuk jika Bunda dan Ayah membawakan Si Kecil makanan dari rumah. Jangan lupa untuk memberi tahu pengelola daycare jika Si Kecil memiliki alergi, atau bila ada jenis makanan tertentu yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi Si Kecil.

8. Lingkungan yang aman

Selain kondisi fasilitas dan kualitas pengasuh, Bunda dan Ayah juga perlu memperhatikan faktor keamanan lingkungan daycare. Pastikan tempat penitipan anak tersebut aman dan dijaga ketat oleh petugas keamanan yang andal.

Untuk memastikannya, Bunda dan Ayah juga bisa melihat apakah daycare tersebut dilengkapi CCTV atau kamera yang memantau aktivitas dan keamanan di lingkungan daycare.

Memang tidak mudah mencari dan mendapatkan daycare yang ideal. Jika Bunda dan Ayah sudah menemukan daycare yang diharapkan dan Si Kecil sudah mulai bergabung dalam daycare tersebut, terus cermati kondisi Si Kecil dan perhatikan apakah ia cocok untuk dititipkan di daycare tersebut.

Bila Si Kecil terlihat tidak senang menghabiskan waktunya di daycare, sebaiknya Bunda dan Ayah segera mencari daycare lain atau mencoba sistem pengasuhan lain yang lebih baik dan tepat, misalnya memanggil jasa baby sitter.

Bila Si Kecil memiliki kondisi medis tertentu, Bunda dan Ayah sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter anak sebelum memutuskan untuk menitipkan Si Kecil di daycare. Dokter dapat memberikan anjuran mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan, bahkan memberikan rekomendasi daycare yang sesuai bila Si Kecil memiliki kebutuhan khusus.