Sampai sekarang, belum ada obat yang diketahui ampuh untuk menyembuhkan rematik secara utuh. Pola hidup sehat dan obat pereda nyeri umumnya menjadi rekomendasi dokter untuk mengatasi kondisi tersebut. Namun selain itu, ada juga obat rematik alami yang bisa dimanfaatkan untuk meredakan nyeri rematik.

Rematik adalah penyakit yang menimbulkan rasa sakit akibat otot atau persendian yang mengalami peradangan dan pembengkakan. Biasanya, kerusakan yang terjadi bisa menimbulkan nyeri hebat atau sampai membuat sendi kehilangan fungsi bergerak, sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ketahui Pilihan Obat Rematik Alami di Sini - Alodokter

Obat Rematik Alami yang Umum Digunakan

Penyakit rematik ada banyak jenisnya, mulai dari rheumatoid arthritis, osteoarthritis, penyakit asam urat, sindrom Sjorgen, dan lupus. Pada hampir semua penyakit rematik, peradangan terlibat sebagai bagian dari proses penyakit itu sendiri.

Oleh karena itu, tidak sedikit orang memanfaatkan herba yang memiliki khasiat antiradang dan bisa dikonsumsi sehari-hari sebagai obat rematik alami untuk membantu meredakan peradangan dan gejala pada penyakit rematik.

Berikut ini adalah sederet obat rematik alami yang umum digunakan:

1. Kunyit dan lada hitam

Selain sebagai bumbu kari, kunyit sudah umum digunakan sebagai obat pencernaan tradisional di India. Namun tidak hanya itu, bumbu dapur berwarna kuning ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati rematik, lho.

Kurkumin yang terkandung pada kunyit merupakan senyawa aktif yang memiliki sifat antioksidan kuat, antiradang, antibakteri, dan antijamur. Inilah mengapa kunyit bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam kondisi, termasuk rematik. Sayangnya, kandungan ini tidak begitu mudah diserap oleh tubuh.

Untuk bisa diserap dengan maksimal, kunyit membutuhkan peran lada hitam yang mengandung piperin. Piperin yang terkandung pada lada hitam merupakan senyawa aktif yang telah terbukti membantu meringankan mual, sakit kepala, gangguan pencernaan, dan bersifat antiinflamasi.

Perpaduan antara kunyit dan sedikit lada hitam dipercaya bisa menjadi obat rematik alami untuk melawan peradangan, meredakan rasa nyeri pada sendi.

2. Jahe

Jahe merupakan salah satu rempah yang diyakini memiliki sifat antiradang karena kandungan senyawa gingerol-nya. Herba ini telah populer dimanfaatkan untuk meredakan mual-mual yang dialami ibu hamil di trimester pertamanya.

Selain itu, penelitian mengatakan bahwa rempah yang beraroma khas ini cukup menjanjikan untuk dijadikan obat rematik alami. Jahe diungkapkan dapat meredakan gejala radang sendi dengan cara menekan senyawa-senyawa yang memicu rasa sakit dan peradangan.

3. Teh hijau

Teh hijau kaya akan polifenol yang merupakan antioksidan dan dapat membantu menurunkan peradangan dan nyeri sendi yang disebabkan oleh rematik. Selain itu, senyawa aktif dalam teh hijau juga diduga dapat mengubah respons tidak normal pada sistem imun tubuh penderita reumatik, sehingga mengurangi derajat keparahan penyakit.

Teh hijau banyak dijual di pasaran dan konsumsinya pun tergolong sangat mudah. Ini membuat teh hijau semakin ideal untuk dimanfaatkan sebagai obat rematik alami.

4. Bawang putih

Bawang putih telah terbukti ampuh dalam mengatasi radang sendi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai obat rematik alami, misalnya pada rheumatoid arthritis atau osteoarthritis. Rempah-rempah yang berbau kuat ini memiliki efek antiradang dengan cara menghambat produksi zat sitokin yang dapat memicu reaksi radang.

5. Kayu manis

Kayu manis memiliki sifat antioksidan kuat yang dapat menghambat kerusakan sel akibat radikal bebas. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa kayu manis yang dikonsumsi secara teratur setiap hari dapat mengurangi nyeri dan pembengkakan sendi pada penderita rheumatoid arthtritis. Hal ini menunjukkan bahwa kayu manis juga bisa dipilih sebagai obat rematik alami.

Meskipun masih dibutuhkan penelitian yang lebih besar untuk membuktikan efektivitasnya terhadap rematik, tidak ada salahnya melibatkan rempah-rempah di atas sebagai bagian dari makanan Anda. Selain mendapatkan manfaat antiradangnya, Anda juga bisa mendapatkan makanan yang lezat serta kaya akan rasa dan aroma.

Namun, pastikan Anda mengonsumsinya dalam batas yang wajar, ya. Konsumsi kayu manis atau rempah-rempah lain dalam jumlah yang berlebihan bisa mengganggu pembekuan darah.

Selain mengonsumsi obat rematik alami seperti yang telah dipaparkan di atas, ada juga terapi yang bisa membantu mengurangi nyeri akibat rematik, misalnya tai chi dan akupunktur. Kedua terapi ini juga diduga dapat memperbaiki fungsi sendi yang tadinya berkurang karena proses penyakit rematik.

Tidak hanya memanfaatkan obat rematik alami saja, menerapkan pola hidup yang sehat, menjaga berat badan dan istirahat yang cukup adalah hal yang penting dilakukan bagi penderita rematik. Usahakan untuk tidur setidaknya 8 jam setiap malam. Jika tidur di malam hari kurang cukup, Anda bisa juga melakukan tidur siang untuk mencukupi kebutuhan istirahat.

Untuk mengurangi gejala bengkak dan nyeri sendi akibat rematik, banyak dokter juga menyarankan kompres hangat atau kompres dingin. Anda cukup mengompres daerah yang mengalami sakit rematik selama 15 menit setiap 30 menit, hingga bengkak dan nyeri mereda.

Meski umumnya herba tergolong aman untuk dikonsumsi, bukan berarti semua herba tidak memiliki efek samping. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan suatu herba sebagai obat rematik alami, terutama jika Anda juga mengonsumsi obat-obatan dari dokter. Jangan lupa pula untuk memperhatikan dosis dan jenis herba yang digunakan.