Puasa tanpa sahur bagi kesehatan kerap dianggap sepele, padahal kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko gangguan tubuh bila dilakukan berulang. Sahur bukan sekadar sunah, tetapi penting untuk menjaga energi, kestabilan gula darah, dan mencegah keluhan saat berpuasa. Pahami dampaknya serta tips aman berpuasa jika Anda melewatkan sahur di artikel ini.
Sahur adalah waktu makan sebelum fajar yang dianjurkan saat berpuasa. Makan sahur sangat penting karena membantu tubuh memiliki cadangan energi dan cairan yang cukup untuk menghadapi puasa selama belasan jam. Tanpa sahur, tubuh tidak mendapatkan asupan yang diperlukan sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari.

Akibatnya, Anda bisa lebih cepat merasa lelah, lemas, dan berisiko mengalami dehidrasi. Walau ada sebagian orang yang merasa tetap kuat berpuasa tanpa sahur, efek kurang baiknya bisa muncul secara bertahap, terutama jika kebiasaan ini sering dilakukan.
Karena itu, penting untuk memahami risiko puasa tanpa sahur bagi kesehatan dan mengetahui siapa saja yang sebaiknya menghindari kebiasaan ini. Dengan pemahaman yang tepat, Anda bisa lebih waspada dan menjaga kondisi tubuh selama berpuasa.
Dampak Puasa Tanpa Sahur bagi Kesehatan
Berikut beberapa risiko puasa tanpa sahur bagi kesehatan yang perlu Anda waspadai:
1. Mudah lemas dan kurang bertenaga
Puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat menyebabkan tubuh kekurangan cadangan energi sejak pagi hari. Akibatnya, tubuh lebih cepat merasa lemas, mengantuk, dan sulit berkonsentrasi, terutama saat aktivitas sedang padat pada pagi hingga siang hari.
2. Risiko dehidrasi meningkat
Tidak makan dan minum saat sahur membuat tubuh lebih mudah kekurangan cairan, terutama jika Anda berpuasa di cuaca panas atau beraktivitas fisik cukup berat. Kondisi ini dapat menyebabkan tubuh terasa lemas, dehidrasi, mulut kering, pusing, atau bahkan sulit berkonsentrasi.
3. Gula darah turun dan pusing
Tanpa asupan makanan saat sahur, kadar gula darah dalam tubuh bisa menurun lebih cepat selama puasa. Akibatnya, Anda bisa merasa gemetar, pusing, lemas, bahkan mual, terutama jika aktivitas fisik tetap tinggi sepanjang hari.
4. Sulit berkonsentrasi
Makan dan minum saat sahur bertujuan untuk menjaga konsentrasi saat Anda bekerja atau beraktivitas. Sebaliknya, melewatkan sahur dapat membuat Anda sulit berpikir jernih dan menurunkan produktivitas.
Tanpa asupan nutrisi di pagi hari, fungsi otak dan daya konsentrasi bisa terganggu sehingga kinerja saat bekerja atau belajar menjadi kurang optimal.
5. Gangguan asam lambung
Puasa tanpa sahur dapat membuat perut kosong lebih lama sehingga memicu peningkatan asam lambung. Kondisi ini berisiko memperparah gejala maag, seperti nyeri ulu hati, perut kembung, dan rasa tidak nyaman di bagian perut selama berpuasa.
6. Daya tahan tubuh menurun
Puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat menyebabkan tubuh kekurangan asupan nutrisi penting. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini bisa menurunkan daya tahan tubuh sehingga Anda lebih mudah terserang penyakit.
Puasa Tanpa Sahur Aman atau Tidak?
Secara umum, puasa tanpa sahur tetap bisa dijalani sesekali oleh orang yang sehat dan tidak memiliki penyakit tertentu, meski tubuh akan terasa lebih lemas, mudah lapar, dan kurang bertenaga.
Namun, bila kebiasaan ini dilakukan berulang kali, risikonya terhadap kesehatan akan meningkat, seperti dehidrasi, kelelahan, sulit konsentrasi, hingga masalah pada lambung.
Hal ini menjadi lebih berbahaya bagi kelompok rentan, misalnya anak-anak, lansia, ibu hamil atau menyusui, serta penderita penyakit kronis seperti diabetes, maag berat, atau tekanan darah rendah.
Jika Anda tetap menjalani puasa tanpa sahur dan muncul gejala seperti pusing hebat, lemas hingga sulit beraktivitas, jantung berdebar, atau muntah, sebaiknya pertimbangkan untuk membatalkan puasa.
Langkah ini penting untuk mencegah kondisi yang lebih serius. Setelah itu, konsultasikan ke dokter agar penyebab keluhan dapat diketahui dan kesehatan tetap terjaga.
Tips Berpuasa Aman Meski Melewatkan Sahur
Agar puasa tetap aman meski sesekali terlewat sahur, Anda dapat menerapkan beberapa langkah berikut:
- Hindari begadang dan usahakan tidur lebih awal agar tubuh lebih segar serta lebih mudah bangun sahur.
- Siapkan menu sahur yang praktis dan bergizi, seperti roti gandum isi telur dan selada atau salad sayur dengan irisan daging dada ayam.
- Cukupi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sebelum tidur, setidaknya 8 gelas per hari, agar tubuh tetap terhidrasi.
- Jangan memaksakan diri berpuasa jika kondisi tubuh sedang tidak prima.
Sahur sangat penting untuk menjaga kesehatan dan stamina selama puasa. Pasalnya, puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat meningkatkan risiko berbagai gangguan kesehatan karena kebutuhan nutrisi dan cairan harian tidak terpenuhi secara optimal.
Melewatkan sahur bukan kebiasaan yang aman, terutama jika dilakukan berulang kali. Puasa tanpa sahur bagi kesehatan dapat meningkatkan risiko lemas, dehidrasi, gangguan konsentrasi, hingga memperburuk kondisi medis tertentu. Karena itu, penting untuk tetap memperhatikan asupan nutrisi dan kondisi tubuh selama berpuasa.
Jika Anda memiliki keluhan kesehatan atau penyakit tertentu, sebaiknya konsultasikan ke dokter melalui Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar puasa tetap dapat dijalani dengan aman dan sesuai kebutuhan tubuh.