Rambut rontok setelah melahirkan sering membuat para ibu merasa khawatir, terutama jika jumlah rambut yang rontok lebih banyak dari biasanya. Meski umum terjadi karena perubahan hormon setelah persalinan, kondisi ini baiknya ditangani dengan tepat agar tidak menimbulkan masalah serius.
Setelah melahirkan, tubuh akan mengalami banyak perubahan, baik secara fisik maupun emosional. Salah satu keluhan yang sering dirasakan adalah rambut rontok setelah melahirkan. Kondisi ini biasanya mulai muncul beberapa minggu hingga bulan setelah persalinan.

Banyak ibu mengira rambut rontok setelah melahirkan menandakan adanya masalah kesehatan yang serius. Padahal, kondisi ini umumnya merupakan proses alami. Namun, penting juga untuk mengetahui kapan rambut rontok setelah melahirkan masih dalam batas wajar dan kapan sebaiknya ditangani.
Penyebab Rambut Rontok setelah Melahirkan
Rambut rontok setelah melahirkan umumnya disebabkan oleh beberapa faktor yang saling berhubungan. Berikut ini penjelasan lengkapnya:
1. Penurunan hormon estrogen
Selama masa kehamilan, kadar hormon estrogen dalam tubuh meningkat cukup tinggi. Hormon estrogen yang tinggi ini membuat rambut ibu menjadi lebih tebal dan kuat, karena banyak rambut yang tetap berada di fase pertumbuhan dan tidak mudah rontok.
Namun, setelah melahirkan, kadar estrogen menurun drastis. Penurunan hormon inilah yang memicu banyak rambut sekaligus masuk ke fase istirahat atau fase rontok. Akibatnya, ibu kerap mendapati rambut rontok lebih banyak dari biasanya, terutama sekitar 2–4 bulan setelah persalinan.
2. Stres fisik dan emosional
Melahirkan merupakan proses yang cukup berat, baik secara fisik maupun mental. Setelah melahirkan, ibu sering kurang tidur karena harus menyusui, mengganti popok, atau menenangkan bayi yang rewel. Kondisi ini menyebabkan stres dan kelelahan yang bisa mempercepat atau memperparah rambut rontok setelah melahirkan.
Selain itu, perubahan emosi atau perasaan cemas berlebihan juga bisa membuat siklus rambut menjadi tidak stabil.
3. Kekurangan nutrisi
Setelah melahirkan, kebutuhan nutrisi ibu akan meningkat, apalagi jika menyusui. Tubuh membutuhkan asupan protein, zat besi, zinc, dan vitamin untuk mempercepat proses pemulihan dan produksi ASI.
Jika nutrisi tidak cukup, tubuh akan lebih memprioritaskan nutrisi untuk organ penting dan produksi ASI, sehingga kesehatan rambut bisa terganggu. Akibatnya, rambut rontok setelah melahirkan bisa menjadi lebih parah.
4. Gangguan tiroid
Beberapa ibu mengalami gangguan pada kelenjar tiroid setelah melahirkan, seperti hipotiroidisme (tiroid kurang aktif) atau hipertiroidisme (tiroid terlalu aktif). Gangguan ini dapat memengaruhi metabolisme tubuh dan siklus pertumbuhan rambut.
Nah, salah satu tanda gangguan tiroid adalah rambut rontok yang berlebihan yang terkadang disertai gejala lain, seperti berat badan menurun drastis, mudah lelah, atau kulit terasa kering. Jika rambut rontok setelah melahirkan muncul bersamaan dengan gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
Tips Aman Mengatasi Rambut Rontok setelah Melahirkan
Sebagian besar kasus rambut rontok setelah melahirkan hanya berlangsung sementara dan akan membaik dengan sendirinya dalam waktu 6–12 bulan. Namun, meminimalkan rambut yang rontok, Bunda bisa melakukan beberapa tips berikut ini:
- Konsumsi makanan sehat dengan kandungan protein, zat besi, zinc, dan vitamin yang cukup untuk menjaga kesehatan rambut.
- Luangkan waktu untuk beristirahat dan relaksasi.
- Gunakan sampo dan produk rambut yang lembut
- Pilih produk sampo yang kandungannya ringan tanpa bahan kimia keras.
- Hindari menarik rambut terlalu kencang saat mengikat atau menyisir.
- Batasi penggunaan catokan, hair dryer, atau curling iron agar rambut tidak makin rapuh.
- Potong ujung rambut secara rutin, untuk menghilangkan rambut bercabang dan mengoptimalkan pertumbuhan rambut baru.
Rambut rontok setelah melahirkan memang mengkhawatirkan. Namun, kondisi ini umumnya hanya sementara dan bisa membaik dengan perawatan mandiri, seperti menjaga asupan nutrisi, mengelola stres dengan baik, serta menggunakan produk perawatan rambut yang tepat.
Bunda perlu mengetahui juga bahwa belum ada obat penguat rambut atau suplemen tertentu yang terbukti aman digunakan tanpa pengawasan dokter saat menyusui. Jadi, hindari penggunaan produk tanpa izin BPOM dan selalu cek keamanan produk sebelum menggunakannya.
Apabila kerontokan rambut sudah terasa berlebihan, muncul kebotakan di area tertentu, atau disertai gejala lain, seperti mudah lelah, kulit kering, dan berat badan menurun drastis, jangan ragu untuk Chat Bersama Dokter lewat aplikasi ALODOKTER agar bisa mendapatkan solusi yang sesuai dengan kondisi ibu.