Refleks Rooting adalah gerakan alami yang muncul sejak bayi baru lahir dan menjadi tanda bahwa bayi siap untuk mulai menyusu. Dengan memahami refleks rooting, orang tua bisa membantu bayi mendapatkan asupan nutrisi dengan lebih mudah pada awal kehidupannya.
Bayi lahir dengan beberapa refleks bawaan yang penting untuk menunjang kehidupan, salah satunya adalah refleks rooting. Refleks ini memungkinkan bayi menoleh ke arah sentuhan di pipinya dan membuka mulut, seolah sedang mencari payudara atau botol susu.

Selain membantu proses menyusu, refleks rooting adalah salah satu tanda bahwa perkembangan sistem saraf bayi berjalan baik. Dengan mengenali pola gerakan ini, proses menyusui di masa awal dapat berlangsung lebih lancar.
Mengenal Refleks Rooting pada Bayi
Refleks rooting adalah respons penting yang membantu bayi menemukan sumber makanan saat menyusu. Fungsi utama refleks rooting adalah membantu proses menyusu agar lebih mudah, terutama pada minggu-minggu awal. Dengan adanya respons ini, bayi dapat menemukan puting atau dot lebih cepat sehingga kebutuhan nutrisinya dapat terpenuhi dengan baik.
Orang tua dapat memicu refleks ini dengan menyentuh lembut pipi bayi, lalu membiarkan bayi menoleh mengikuti arah sentuhan. Selain membantu proses menyusu, gerakan ini juga menjadi salah satu tanda bahwa sistem saraf bayi bekerja dengan baik sejak hari pertama kehidupannya.
Refleks rooting normalnya sudah terlihat sejak bayi lahir. Seiring bertambahnya usia, bayi mulai bisa mengoordinasikan gerakan menyusu dengan lebih sadar sehingga refleks ini perlahan berkurang.
Biasanya refleks rooting mulai menghilang saat bayi berusia 3–4 bulan, bersamaan dengan perkembangan kemampuan motorik dan sensoriknya. Saat bayi mulai mampu menggerakkan kepala dan membuka mulut secara sadar, refleks ini tidak lagi muncul setiap kali pipinya disentuh. Perubahan ini merupakan bagian dari tumbuh kembang yang normal, ya.
Refleks Rooting dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Berikut ini adalah beberapa kondisi yang perlu diperhatikan terkait dengan refleks rooting:
- Refleks rooting tidak muncul sejak lahir dan bayi tampak sulit menyusu
- Refleks rooting masih ada pada usia di atas 4–6 bulan
- Bayi tidak bereaksi saat pipinya disentuh
Kondisi-kondisi tersebut dapat terjadi akibat beberapa hal, mulai dari prematuritas, gangguan neurologis, bayi terlalu mengantuk, hingga efek obat yang diterima ibu saat persalinan.
Pada sebagian bayi, refleks rooting yang menetap lebih dari 4–6 bulan dapat berkaitan dengan keterlambatan perkembangan atau masalah pada sistem saraf. Sementara itu, tidak adanya reaksi ketika pipi disentuh bisa disebabkan bayi kenyang, lelah, kurang tertarik menyusu, cara stimulasi yang kurang tepat, atau gangguan sensorik.
Dengan mengenali kemungkinan penyebab ini, orang tua dapat lebih memahami apakah refleks rooting bayi berjalan normal atau memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Jika Ayah atau Bunda masih ragu atau merasa refleks rooting tidak sesuai dengan usia atau kondisi Si Kecil, jangan ragu untuk memanfaatkan layanan Chat Bersama Dokter untuk mendapatkan saran langsung dari dokter anak.