Risiko di Balik Cantiknya Kuku Palsu

Bagi wanita, tampil istimewa dengan kuku cantik akan menyempurnakan penampilan. Menggunakan kuku palsu, dapat menjadi solusinya. Namun, berhati-hatilah, karena di balik kuku palsu, ada risiko kesehatan yang mengintai Anda.

Saat akan menggunakan kuku palsu, ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu bahan yang terkandung dalam kuku palsu tersebut dan gangguan yang mungkin terjadi, seperti infeksi.

risiko dibalik cantiknya kuku palsu - alodokter

Jenis-Jenis Kuku Palsu

Setidaknya, ada tiga jenis kuku palsu, yakni akrilik, gel, dan silk. Kuku palsu dengan bahan akrilik dan gel lebih banyak digunakan dibanding kuku palsu jenis silk, karena keduanya memiliki rentang waktu penggunaan yang lama.

Berikut penjelasannya:

  • Kuku palsu akrilik
    Sebelum digunakan, kuku palsu jenis akrilik akan dicampurkan dengan bahan-bahan lain. Setelah itu, baru ditempelkan di ujung kuku atau di seluruh permukaan kuku. Jenis kuku palsu ini akan mengeras ketika terkena udara. Pastikan terdapat ventilasi udara di ruangan tempat Anda menggunakan kuku palsu, sebab bau yang dihasilkan bisa sangat tajam.
  • Kuku palsu gel
    Kuku palsu jenis gel lebih mahal dibandingkan akrilik. Tekstur kuku palsu dari gel hampir serupa dengan kutek atau cat kuku. Setelah selesai ditempelkan, maka kuku palsu dari gel dipanaskan di bawah lampu ultraviolet selama dua menit, agar kuku tidak lepas. Usahakan tidak terlalu lama terpapar sinar ultraviolet, karena bisa meningkatkan risiko kanker kulit.  Keuntungan dari penggunaan kuku palsu gel adalah tidak timbul bau selama proses pemakaian.
  • Kuku palsu silk
    Jenis kuku palsu yang terbaru terbuat dari bahan silk. Kuku palsu ini juga hanya untuk pemakaian sementara, dan hanya tahan selama 2-3 minggu.  Selain memperindah tampilan, kuku palsu ini dapat memperkuat kuku serta memperbaiki kuku pecah. Cara penggunaannya pun cukup mudah, yakni dengan menempatkannya pada kuku Anda, kemudian dioleskan lem agar tidak berpindah posisi.

Risiko penggunaan kuku palsu

Menggunakan kuku palsu memang membuat penampilan Anda semakin menarik. Akan tetapi, kandungan bahan seperti etil metakrilat pada kuku palsu dapat memicu kulit menjadi kemerahan, bengkak, dan rasa nyeri pada kuku.

Selain itu, ada pula bahan-bahan lain yang perlu diwaspadai, seperti benzofenon, etil sianokrilat, butil fenol formaldehida, dan trikresil etil ftalat.

Salah satu bahan yang sudah banyak dilarang yaitu metil metrakrilat, karena meningkatkan risiko infeksi jamur dan kemungkinan kelainan kuku. Zat ini dapat dikenali dari bau kuku palsu yang aneh, serta kuku yang sulit dibentuk dan sulit dilepaskan.

Risiko dari kuku palsu juga kerap memicu infeksi bakteri, karena terdapat celah antara kuku dengan kuku palsu, sehingga timbul ruang untuk bakteri dan jamur berkembang. Risiko infeksi juga meningkat jika pemasangan kuku palsu dilakukan di tempat yang sanitasi dan kebersihannya tidak terjaga. Penggunaan kuku palsu dapat membuat kuku Anda menjadi tipis, rapuh, dan kering.

Tips Aman Menggunakan Kuku Palsu

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat Anda menggunakan kuku palsu, antara lain:

  • Lebih baik memasang kuku palsu di salon kuku yang terpercaya kualitasnya. Prosedur aplikasi kuku palsu cukup sulit dan membutuhkan keterampilan. Karena itu, pastikan staf salon yang mengerjakannya memiliki keahlian yang baik dan alat yang memadai.
  • Pilih salon kuku yang bersih dan memiliki alat disinfektan. Pastikan ahli yang menangani kuku Anda telah mencuci tangan sebelumnya.
  • Jangan mengelupas kuku palsu, karena dapat merusak lapisan atas kuku. Jika kuku palsu terkelupas atau rusak, segera kembali ke salon kuku untuk memperbaiknya. Pastikan kutikula tidak dipotong atau ditekan karena dapat memicu infeksi.
  • Jika Anda mengalami gatal atau ruam di sekitar kuku atau pun bagian tubuh lain seperti mata, wajah atau leher, kemungkinan Anda mengalami alergi terhadap bahan dari produk yang digunakan. Jika mengalami keluhan gatal, kemerahan atau nyeri setelah menggunakan kuku palsu, periksakanlah ke dokter untuk mendapatkan penanganan.
  • Penggunaan kuku palsu akrilik memiliki bahan yang mudah terbakar, sehingga harus dijauhkan dari panas, seperti alat pengering atau pelurus rambut, untuk menghindari risiko terbakar.
  • Meski kuku palsu dapat mempercantik penampilan, dianjurkan memberikan selang beberapa waktu untuk tidak menggunakannya.

Menggunakan kuku palsu, memang dapat menjadi solusi mudah untuk tampil cantik. Tapi segera konsultasikan dengan dokter, jika timbul gejala pada kuku, seperti gatal, nyeri, atau bengkak dan bernanah di sekitar kuku, setelah penggunaan kuku palsu.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi