Kutikula adalah lapisan kulit yang berada tepat di pangkal kuku. Jika Anda suka melakukan perawatan manicure dan pedicure, sebaiknya kutikula kuku jangan dipotong. Bisa-bisa Anda justru terkena infeksi.

Bagian kuku yang kerap disebut dasar kuku ini terletak pada jalur pertumbuhan kuku dan berfungsi melindungi Kutikula yang sehat adalah salah satu syarat bentuk kuku yang indah.

Suka Manicure, Kutikula Kuku Jangan Dipotong, Yah! - Alodokter

Akibat Merusak Kutikula

Kutikula merupakan bagian dari kulit yang menghalangi bakteri berbahaya masuk ke dalam matriks kuku (area yang memegang akar kuku). Oleh karena itu, disarankan agar tidak menggunting, memotong, merusak, merobek, mengikis, atau menghilangkan kutikula, ketika sedang melakukan perawatan kuku tangan (manicure) atau kaki (pedicure).

Para ahli dermatologi menghimbau untuk tidak memotong kutikula baik saat perawatan kuku di salon ataupun di rumah. Pasalnya, ketika kutikula dipotong maka bakteri akan lebih mudah masuk dan menyebabkan kuku terinfeksi. Kendati sudah ada himbauan ini, beberapa salon kuku kecantikan tetap melakukan pemotongan kutikula. Alasannya, memotong kutikula dapat membuat kuku tampil lebih cantik dan membuat kuteks menempel lebih lama pada kuku.

Yang perlu Anda ketahui adalah infeksi bakteri pada kuku dapat menyebabkan pertumbuhan kuku terhambat. Salah satu infeksi yang disebabkan oleh kutikula yang dihilangkan atau didorong ketika manicure adalah paronikia. Infeksi kuku ini seringkali disebabkan oleh bakteri, namun kondisi paronikia yang menetap dalam waktu lama bisa jadi disebabkan oleh infeksi jamur.

Radang pada kuku akibat infeksi atau paronikia ini muncul dan berkembang di sepanjang permukaan kuku. Jika tidak diobati, paronikia bisa bertambah parah. Gejala utama paronikia adalah daerah sekitar kuku menjadi nyeri, kemerahan, dan membengkak. Bahkan, bisa muncul lepuhan yang berisi nanah atau kuku berubah bentuk dan warna.

Selain itu, memotong kutikula juga dapat menyebabkan iritasi dan berbagai masalah kuku, seperti permukaan kuku yang bergelombang dan munculnya bintik-bintik atau garis-garis putih. Tentunya, hal tersebut membuat kuku menjadi tidak sedap dipandang. Dan orang yang mengalaminya pun akan merasa tidak nyaman.

Merawat Kutikula

Untuk mencegah terjadinya kelainan kuku karena infeksi atau radang, penting untuk menjaga kesehatan dan merawat kutikula, mengingat perannya sebagai dinding pertahanan kuku. Caranya:

  • Jauhkan tangan, kuku, dan kutikula dari sabun yang dapat membuat kulit kering dan dari penghilang cat kuku yang mengandung aseton. Gunakan penghilang cat kuku yang tidak mengandung aseton dan gunakan sarung tangan ketika mencuci pakaian atau piring.
  • Jaga kelembapan kutikula dengan mengoleskan pelembap berbentuk salep, krim, atau petroleum jelly. Apa pun produk yang Anda pilih, pastikan untuk melembapkan tangan dan kutikula secara teratur.
  • Kenakan sarung tangan saat mencuci pakaian dan perabotan rumah, hal ini bertujuan untuk melindungi kutikula dari bahan kimia iritatif yang dapat merusak kuku.
  • Jangan suka menggigit kuku. Selain karena mulut adalah daerah yang kotor, air liur bisa membuat kulit menjadi rusak.
  • Sebelum melakukan perawatan manicure atau pedicure, minta agar kutikula Anda tidak dipotong, atau beri tahu jika Anda menginginkan agar kutikula didorong dengan lembut dan pelan.
  • Jika kutikula Anda pecah-pecah atau terkelupas, gunakan minyak atau pelembap untuk melembapkan kutikula. Aplikasikan pelembap kutikula di sekitar kuku dan kutikula kuku semalaman.
  • Jika Anda mengalami paronikia ringan, atasi dengan perawatan di rumah, yakni merendam kuku yang terinfeksi dengan air hangat beberapa kali sehari dan keringkan dengan baik. Jika tidak kunjung membaik, gunakanlah antibiotik atau obat antijamur sesuai resep dokter.

Menjaga kesehatan kutikula sama pentingnya dengan bagian tubuh lain. Jika kutikula Anda terasa sakit, nyeri, bengkak, atau bernanah, disarankan untuk segera menemui dokter agar dapat diberikan pengobatan.