Si Kecil sering mengeluh sakit kepala atau sakit perut saat akan berangkat sekolah? Apakah ia benar-benar sakit atau ada alasan lain yang membuatnya enggan ke sekolah? Yuk, kenali penyebabnya dan cara membuat anak mau kembali sekolah.

Sekolah bisa menjadi tempat yang menyenangkan, tapi juga bisa jadi tempat dan masa yang dapat membuat anak cemas karena berbagai sebab. Mulai dari teman yang kurang cocok, pelajaran yang tidak ia pahami, guru yang kurang perhatian, dan banyak hal lain yang tidak selalu Bunda dan Ayah ketahui.

Saat Anak Mogok Sekolah, Hal Ini yang Perlu Dilakukan - Alodokter

Mencari Penyebab Anak Mogok Sekolah

Jika Si Kecil mulai sering mogok sekolah, orang tua perlu mencermati berbagai kemungkinan yang bisa menjadi penyebabnya, dan bagaimana cara mengatasinya. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan oleh Bunda dan Ayah:

  • Cek gangguan kesehatan

Coba cermati apakah anak mengalami penyakit atau gangguan kesehatan tertentu. Misalnya, mata minus membuat ia tidak dapat melihat tulisan di papan tulis, atau mengalami keluhan sakit perut atau pusing saat ada ujian atau pelajaran tertentu.

  • Ajak bicara

Bunda dan Ayah bisa bertanya pada Si Kecil, alasan apa yang membuatnya tidak mau ke sekolah. Bicarakan dengan tenang, dan yakinkan dia bahwa Bunda dan Ayah akan mendampinginya menyelesaikan masalah tersebut.

  • Kenali apa yang membuatnya cemas

Sejak usia 5 tahun, anak mulai mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Tapi secara bersamaan, ia akan mulai mengenali rasa cemas. Anak mungkin sedang khawatir akan suatu hal, tapi belum cukup dewasa untuk memahami dan menemukan solusinya. Bunda dan Ayah dapat membantu Si Kecil memahami dan cara menyikapi hal tersebut dengan tepat, tanpa membuatnya mogok sekolah.

Tips Membuat Si Kecil Rajin Sekolah

Memang tidak mudah untuk mengajak anak kembali senang bersekolah. Memaksanya justru mungkin akan membuat ia semakin menarik diri. Beberapa cara yang dapat Bunda dan Ayah lakukan untuk menghadapinya adalah sebagai berikut:

  • Bicara dengan pihak sekolah

Jika Bunda dan Ayah melihat kemungkinan ada masalah di sekolah, jangan ragu meminta waktu bertemu dengan guru atau kepala sekolah untuk memastikan hal tersebut. Di sisi lain, orangtua juga perlu berpikir positif. Jangan langsung berasumsi bahwa pihak sekolah atau orang lain pasti telah melakukan kesalahan.

  • Tidak membuatnya nyaman di rumah terus

Tidak apa-apa untuk sesekali memenuhi keinginan anak untuk tidak masuk sekolah, apalagi jika ia memang benar-benar sakit. Tetapi, jangan memberi keleluasaan bermain atau mengakses sarana hiburan. Jika ia memang perlu tinggal di rumah saat tidak sakit, ajak ia tetap belajar. Misalnya dengan membaca buku dan membatasi waktunya bersantai. Selain itu, buat aturan yang membuatnya tidak dapat mencari-cari alasan untuk tidak sekolah.

  • Persiapan di malam sebelumnya

Daripada menyiapkan buku dan perlengkapan sekolah terburu-buru di pagi hari, mengajak anak untuk mempersiapkan semua di malam sebelumnya dapat membantu anak untuk lebih siap dan tidak terlambat ke sekolah. Karena jika datang terlambat, anak dapat merasa tidak menjadi bagian dari anak-anak lain yang sudah lebih dulu beraktivitas. Selain itu, dalam jangka panjang, ini akan membantu anak disiplin dalam beraktivitas sehari-hari.

Bunda dan Ayah perlu tetap tenang dan sabar, meskipun memang melihat Si Kecil sering tidak masuk sekolah dapat membuat kesal atau bingung. Anak perlu dukungan orang tua untuk dapat menghadapi masalah yang membuatnya mogok sekolah. Untuk itu, Bunda dan Ayah perlu terus menyemangatinya dengan kalimat-kalimat positif.

Yang tidak kalah penting, pastikan Bunda dan Ayah bekerjasama dengan guru dan pihak sekolah dalam menghadapi hal tersebut. Jika Si Kecil terlihat memiliki masalah sehingga sangat sering mogok sekolah, tapi Bunda dan Ayah tidak mampu menemukan penyebabnya, disarankan untuk berkonsultasi melalui layanan konsultasi psikologi anak.