Sakit perut akibat stres mungkin terdengar tidak berhubungan, tetapi hal ini bisa terjadi dan terbukti secara medis. Karena emosi dan saluran pencernaan saling terhubung, stres dapat memicu keluhan fisik seperti sakit perut. Nah, jika mengalaminya, hal yang harus dilakukan bukan hanya mengelola stresnya saja lho.
Banyak orang mengira sakit perut hanya disebabkan oleh makanan atau infeksi. Padahal, sakit perut akibat stres juga bisa terjadi. Bahkan, gejalanya bisa mirip dengan kondisi seperti gastritis, Irritable Bowel Syndrome (IBS), atau dispepsia (maag).

Secara medis, saat kamu stres, tubuh melepaskan hormon yang bisa memengaruhi kerja lambung dan usus. Inilah mengapa menjaga kesehatan emosional juga penting untuk mencegah dan mengatasi keluhan ini, selain perawatan fisik.
Penyebab Sakit Perut Akibat Stres
Banyak orang yang mengalami sakit perut saat stres, dan ini bukan kebetulan. Ada sejumlah faktor dan mekanisme yang bisa menjelaskan mengapa sakit perut akibat stres bisa terjadi.
Beberapa faktor berikut ini dapat menjelaskan mengapa stres bisa menyebabkan sakit perut:
1. Pelepasan hormon stres
Saat mengalami stres, tubuh meningkatkan produksi hormon seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini dapat mempercepat atau memperlambat gerak usus, sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman di perut.
2. Peningkatan asam lambung
Stres memengaruhi sistem saraf dan produksi hormon, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan produksi asam lambung. Kondisi ini bisa menimbulkan rasa perih, mulas, atau nyeri di ulu hati, terutama pada orang dengan riwayat sakit maag.
3. Gangguan gerak dan fungsi usus
Pada beberapa orang, stres bisa memengaruhi sistem saraf di usus. Hal ini berdampak pada pergerakan dan sensitivitas saluran cerna, sehingga bisa timbul gejala kembung, mual, atau diare.
4. Perubahan pola makan
Saat stres, kamu mungkin jadi makan berlebihan, memilih makanan tidak sehat, atau justru kehilangan nafsu makan. Perubahan pola makan yang tidak teratur ini bisa memperparah masalah pencernaan dan memicu sakit perut.
5. Perubahan pola tidur
Stres sering menyebabkan gangguan tidur, seperti sulit memulai tidur atau tidur tidak nyenyak. Kurang tidur bisa memengaruhi kesehatan pencernaan, sehingga kamu lebih mudah mengalami keluhan perut.
Cara Mengatasi Sakit Perut Akibat Stres
Mengatasi sakit perut akibat stres mungkin terkesan sepele karena kamu hanya perlu “mengurangi stres”. Kenyataannya, kamu tetap butuh strategi yang tepat dan menjaga fisikmu juga. Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan:
- Lakukan latihan pernapasan dalam atau meditasi secara rutin.
- Makan makanan bergizi dan hindari makanan pedas, asam, atau berlemak.
- Tidur cukup dan usahakan rutin setiap hari.
- Lakukan aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki atau bersepeda.
- Batasi minuman berkafein, minuman bersoda, dan hindari merokok.
- Cari waktu untuk melakukan hal yang membuat kamu merasa lebih rileks.
Sakit perut akibat stres itu nyata dan bukan berarti kamu lemah. Stres memang bisa berdampak ke fisik, dan hal ini tidak bisa disepelekan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, pada sebagian orang gejala ini bisa menjadi kronis atau berdampak besar pada kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik.
Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Jika kamu merasa kesulitan mengelola stres atau punya keluhan sakit perut terus berulang, jangan ragu untuk chat dengan dokter melalui layanan ALODOKTER dari rumah tanpa perlu kemana-mana saat perut sakit.
Meskipun begitu, jika keluhan berlangsung lama, terasa sangat berat, atau disertai muntah dan BAB berdarah, demam tinggi, atau berat badan turun drastis, segera periksakan diri ke dokter ya.