Sakit perut setelah makan terlalu cepat bisa menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, bahkan sampai membuat aktivitas terganggu. Meski sering dianggap sepele, kebiasaan makan dengan terburu-buru sebenarnya bisa berdampak buruk pada kesehatan sistem pencernaan.

Saat makan terlalu cepat, tubuh tidak memiliki cukup waktu untuk mengenali rasa kenyang. Lambung dan usus juga harus bekerja keras untuk mencerna makanan, sehingga proses pencernaan menjadi tidak optimal. Inilah yang menyebabkan sakit perut setelah makan terlalu cepat.

Sakit Perut setelah Makan Terlalu Cepat, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Tidak hanya sakit perut yang bisa muncul, berbagai keluhan pencernaan lainnya, seperti perut kembung, juga bisa mengganggu kenyamanan sehari-hari. Oleh karena itu, perbaikan pola makan perlu dilakukan agar sistem pencernaan berfungsi lebih baik.

Berbagai Penyebab Sakit Perut Setelah Makan Terlalu Cepat

Sebelum mengetahui bagaimana cara mengatasi sakit perut setelah makan terlalu cepat, ada beberapa penyebab yang perlu diketahui. Ini penyebabnya:

1. Makanan tidak tercerna dengan baik

Mengunyah adalah langkah awal penting dalam proses pencernaan. Jadi, jika makan terburu-buru, makanan masih dalam potongan besar atau tidak dikunyah dengan baik. Inilah yang membuat kerja lambung dan usus menjadi lebih berat dalam mencerna makanan. Akibatnya, perut akan terasa penuh, begah, atau sakit setelah makan.

2. Udara banyak tertelan

Makan cepat sering kali menyebabkan banyak udara tertelan tanpa sadar. Udara yang masuk ke saluran pencernaan akan menambah gas di dalam perut, memicu perut kembung dan tidak nyaman, serta menyebabkan sendawa berlebihan atau nyeri di perut bagian atas.

3. Perut terlalu cepat terisi

Lambung membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Makan dengan tergesa-gesa mengakibatkan makanan masuk ke lambung lebih banyak dari yang dibutuhkan sebelum rasa kenyang muncul. Akibatnya, perut akan terasa penuh tiba-tiba, dan muncul sakit perut setelah makan terlalu cepat.

4. Naiknya asam lambung

Makan terburu-buru bisa memicu refluks asam lambung, yaitu kondisi saat asam lambung naik ke kerongkongan. Gejalanya bisa berupa sensasi panas atau perih di dada dan tenggorokan, mual, hingga muntah. Refluks lebih mudah terjadi jika mengonsumsi makan dalam jumlah banyak dan waktu singkat.

5. Kontraksi otot perut

Saat makanan masuk dalam jumlah besar dalam waktu singkat, otot-otot perut akan bekerja lebih keras untuk mendorong makanan ke saluran pencernaan berikutnya. Hal ini bisa memicu kram atau sakit perut, terutama pada orang yang saluran cernanya sensitif.

Cara Mengatasi Sakit Perut setelah Makan Terlalu Cepat

Supaya perut tetap nyaman dan sakit perut setelah makan terlalu cepat bisa dihindari, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Biasakan makan dengan perlahan dan kunyah makanan sampai benar-benar lembut sebelum ditelan.
  • Ambil porsi makan secukupnya, agar tidak terburu-buru untuk menghabiskan makanan.
  • Hindari makan sambil berbicara, karena bisa membuat udara banyak tertelan dan mengunyah lebih cepat.
  • Segera berhenti makan ketika mulai terasa kenyang, meski makanan masih tersisa.
  • Atur jadwal makan pada jam yang sama setiap harinya, untuk mencegah rasa lapar berlebihan.

Menjaga kebiasaan makan dengan tempo yang lebih santai tidak hanya bermanfaat untuk mencegah sakit perut, tetapi juga bisa menjaga berat badan dan kesehatan sistem pencernaan secara keseluruhan. Usahakan untuk tidak makan sambil melakukan aktivitas lain, seperti menonton TV atau bermain ponsel, agar Anda lebih fokus dan dapat menikmati makanan dengan baik.

Apabila sakit perut setelah makan terlalu cepat tidak membaik atau disertai gejala yang lebih berat, seperti muntah hebat, diare, demam, atau nyeri perut yang sangat hebat, segera konsultasikan dengan dokter. Anda bisa menggunakan fitur chat online dengan dokter di aplikasi Alodokter, untuk mendapatkan penjelasan dan saran penanganan sesuai kondisi Anda.