Beberapa saat lalu, beredar kabar bahwa jamur enoki telah terkontaminasi oleh bakteri Listeria monocytogenes. Bakteri ini diketahui dapat menyebabkan penyakit infeksi yang dikenal dengan listeriosis. Selain jamur enoki, bakteri Listeria juga bisa ditemukan pada makanan lain.

Munculnya pemberitaan terkait penarikan jamur enoki dari peredaran oleh pemerintah Indonesia sempat mengejutkan publik. Pasalnya, tidak sedikit orang Indonesia yang menggunakan jamur enoki atau enokitate untuk diolah menjadi berbagai jenis hidangan dan mengonsumsinya.

Seputar Bakteri Listeria pada Jamur Enoki yang Menyebabkan Listeriosis - Alodokter

Penarikan ini dilakukan pemerintah berdasarkan laporan dari International Food Safety Authority Network (INFOSAN) terkait status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Amerika Serikat, Australia, dan Kanada akibat mengonsumsi jamur enoki yang berasal dari Korea Selatan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jamur enoki yang diimpor tersebut telah terkontaminasi oleh bakteri Listeria monocytogenes yang dapat menyebabkan penyakit listeriosis. Meski demikian, hingga saat ini kasus listeriosis belum dinyatakan mewabah atau meningkat di Indonesia.

Seputar Bakteri Listeria dan Penyakit Listeriosis

Bakteri Listeria adalah jenis bakteri patogen atau bakteri yang dapat menimbulkan penyakit dan infeksi. Bakteri ini banyak ditemukan di lingkungan yang lembap atau benda tertentu, seperti tanah, air, sayuran atau buah yang membusuk, dan kotoran hewan atau manusia.

Proses penyimpanan atau pengolahan makanan yang kurang higienis juga berisiko mengakibatkan makanan terkontaminasi oleh bakteri L. monocytogenes. Bila makanan tersebut dikonsumsi dan masuk ke dalam tubuh, orang yang mengonsumsinya dapat berisiko mengalami listeriosis.

Listeriosis atau infeksi bakteri listeria bisa menimbulkan gejala ringan dan berat. Pada kasus yang ringan, penyakit listeria bisa menimbulkan gejala demam, menggigil, nyeri otot, mual, dan diare. Sementara itu, pada kasus yang berat, bakteri Listeria bisa menyebabkan sepsis dan meningitis.

Bila infeksi yang terjadi sudah parah, listeriosis bisa menyebabkan munculnya gejala sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Demam tinggi
  • Nyeri otot dan tulang
  • Leher kaku
  • Perubahan status mental, misalnya kebingungan atau cemas dan gelisah
  • Kejang
  • Sesak napas
  • Penurunan kesadaran atau koma

Penyakit listeriosis cenderung akan lebih berbahaya jika menyerang bayi, anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki kondisi medis tertentu, misalnya diabetes, HIV/AIDS, atau sedang menjalani kemoterapi.

Pada ibu hamil yang sehat, gejala listeriosis umumnya bersifat ringan. Akan tetapi, infeksi bakteri ini berisiko menyebabkan beberapa masalah kehamilan, seperti kelahiran prematur dan infeksi pada janin. Pada kasus tertentu, listeriosis pada ibu hamil bahkan bisa menyebabkan keguguran.

Gejala penyakit listeriosis tersebut bisa muncul dalam waktu 3–60 hari setelah seseorang mengonsumsi jamur enoki atau makanan dan minuman lain yang telah terkontaminasi bakteri listeria.

Pengobatan Infeksi Listeriosis

Pengobatan listeriosis tergantung pada tingkat keparahan penyakit atau gejala yang dialami penderitanya. Listeriosis dengan gejala ringan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya. Penderitanya cukup menjalani perawatan di rumah dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bernutrisi, dan memperbanyak minum air putih.

Akan tetapi, jika gejala yang muncul cukup parah, kondisi ini perlu ditangani oleh dokter. Untuk mengobati penyakit listeria yang parah, penderita harus menjalani perawatan di rumah sakit agar dokter dapat memantau kondisi penderita dan memberikan antibiotik serta cairan melalui infus.

Lamanya proses pemulihan bisa beragam, tergantung seberapa parah infeksi yang dialami oleh penderita. Infeksi listeria ringan biasanya akan sembuh dalam waktu 3–4 hari, sedangkan infeksi listeria berat bisa membutuhkan perawatan yang lebih lama.

Pencegahan Infeksi Bakteri Listeria

Perlu diketahui bahwa bakteri listeria tidak hanya terdapat pada jamur enoki saja, melainkan berbagai jenis bahan makanan dan minuman lain, misalnya daging olahan, makanan laut (seafood), serta susu dan produk olahannya.

Risiko kontaminasi bakteri listeria pada jamur enoki atau makanan dan minuman lainnya akan lebih tinggi jika makanan atau minuman tersebut diolah secara tidak higienis.

Untuk mencegah infeksi bakteri listeria, Anda disarankan untuk mengikuti beberapa tips berikut ini:

  • Cuci buah dan sayuran hingga bersih sebelum dikonsumsi.
  • Usahakan untuk memasak semua bahan makanan hingga matang sepenuhnya.
  • Hindari menyimpan daging atau makanan laut yang masih mentah dalam wadah yang sama dengan sayur atau buah-buahan.
  • Hindari mengonsumsi susu mentah atau susu yang tidak melalui proses pasteurisasi.
  • Cuci tangan sebelum memasak dan mengonsumsi makanan.
  • Cuci dan bersihkan peralatan memasak setelah digunakan.

Meski kasus listeriosis akibat jamur enoki belum terdeteksi di Indonesia, namun tidak ada salahnya bila kita melakukan langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari risiko penyakit infeksi tersebut.

Jika Anda mengalami gejala listeriosis dalam waktu beberapa hari setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, termasuk jamur enoki, segera periksakan diri ke dokter untuk menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan yang tepat.