Hampir setiap orang pernah berbohong. Kebiasaan buruk ini bisa menjadi salah satu ciri gangguan psikologis jika sulit dihentikan. Tak hanya itu, berbohong juga dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan, seperti obesitas dan tekanan darah tinggi.

Pada umumnya, ada beberapa alasan seseorang berkata bohong. Mulai dari menghindari perasaan tidak enak, ingin merasa lebih dihargai, atau membuat orang lain merasa kagum. Ada kalanya, berbohong mungkin dilakukan demi kebaikan atau disebut juga dengan istilah white lies.

Dampak Kebiasaan Berbohong terhadap Kesehatan - Alodokter

Kebiasaan terlalu sering berbohong yang dapat diketahui melalui tes psikopat ini dapat menjadi tanda adanya gangguan psikologis pada diri Anda, seperti gangguan kepribadian ambang dan gangguan kepribadian antisosial.

Tak hanya itu, beberapa kondisi tertentu, seperti gangguan pada otak karena cedera fisik atau kelainan hormon di otak, juga diduga dapat menyebabkan seseorang menjadi sering berbohong.

Tanda-tanda Orang Berbohong

Berbohong dapat menguras energi dan pikiran, yang kemudian akan memengaruhi gerak-gerik orang yang sedang berbohong. Oleh karena itu, orang yang berbohong dapat dikenali melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka.

Berikut ini adalah beberapa tanda untuk mengenali seseorang yang sedang berbohong:

  • Menghindari kontak mata secara langsung dengan lawan bicara
  • Terlihat gelisah saat berbicara, seperti menggigit bibir dan memainkan sesuatu di tangan
  • Nada atau volume suara yang tidak konsisten saat bercerita
  • Ekspresi wajah tidak selaras dengan yang dikatakan, seperti menggelengkan kepala ketika sedang menjawab “ya”
  • Memberikan banyak detail cerita yang terkadang tidak terlalu penting
  • Mengalami kesulitan saat bercerita, seperti tiba-tiba gagap atau sering berdeham
  • Berusaha mengalihkan atau mengganti topik pembicaraan

Meski dapat dijadikan petunjuk, beberapa tingkah laku dan bahasa tubuh di atas tidak dapat menjadi indikator yang pasti untuk membuktikan seseorang sedang berbohong atau tidak. Pasalnya, kebiasaan orang saat berbohong bisa berbeda.

Pengaruh Kebiasaan Berkata Bohong terhadap Kesehatan

Tak hanya berdampak buruk pada hubungan dengan orang sekitar, kebiasaan berbohong juga dapat memengaruhi kondisi kesehatan.

Hal ini karena seseorang akan merasa terbebani secara fisik dan emosional saat berbohong, terlebih jika suatu kebohongan diikuti dengan kebohongan lainnya. Dalam jangka panjang, kondisi ini akan menyebabkan stres.

Penelitian membuktikan bahwa stres yang dialami seseorang yang berbohong dapat memicu terjadinya berbagai masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, obesitas, gangguan kecemasan, depresi, dan bahkan kanker.

Sementara itu, studi lainnya menunjukkan bahwa orang yang berkata jujur cenderung memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang di sekitarnya dan memiliki risiko yang lebih rendah untuk terkena penyakit daripada orang yang sering berbohong.

Meski terkadang sulit, kebiasaan bohong dapat dihentikan dengan tekad dan kemauan yang kuat.

Jika Anda merasa sering berbohong dan ingin menghentikannya, coba cari tahu dan kenali faktor atau situasi yang membuat Anda sering berbohong. Setelah itu, pikirkan apakah ada cara untuk menghindari situasi tersebut atau tetap menghadapinya, tetapi berusaha untuk jujur.

Sebagai contoh, jika Anda harus berada di kantor pada pukul 8 pagi, sebaiknya perkirakan terlebih dahulu berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyiapkan diri dan berjalan ke kantor.

Jangan bersiap-siap dan berangkat terlalu dekat dengan jam masuk kantor. Hal ini dapat membuat Anda terlambat, sehingga akhirnya berbohong pada atasan dengan berbagai alasan.

Selain itu, singkirkan juga pikiran buruk mengenai hal yang mungkin terjadi saat Anda berusaha jujur. Meski terkadang tidak terasa menyenangkan, berusaha jujur dan belajar menerima kenyataan akan membantu Anda belajar serta berproses untuk menjadi lebih baik.

Namun, jika kebiasaan bohong tetap sulit dihentikan meski telah mencoba menerapkan beberapa cara di atas, Anda disarankan berkonsultasi ke psikolog atau psikiater untuk mencari tahu lebih lanjut penyebab kebiasaan bohong dan cara menghentikannya sesuai dengan kondisi Anda.