Sering mimisan bisa menimbulkan kekhawatiran apalagi jika terjadi tanpa sebab yang jelas. Dengan mengetahui berbagai penyebab sering mimisan dan cara mengatasinya, Anda pun bisa lebih tenang menghadapi situasi ini sekaligus mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

Sering mimisan umumnya bukan pertanda penyakit berbahaya dan bisa diatasi sendiri di rumah. Meski demikian, Anda tetap perlu memperhatikan jika mimisan terjadi sangat sering, disertai gejala lain, atau terjadi pada usia tertentu.

Sering Mimisan, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya - Alodokter

Ada banyak hal yang dapat memicu mimisan, mulai dari lingkungan yang kering, kebiasaan mengorek hidung, hingga kondisi medis tertentu. Mengenali penyebab serta kapan sebaiknya mencari pertolongan medis sangat penting agar penanganannya tepat.

Penyebab Sering Mimisan yang Perlu Anda Ketahui

Sering mimisan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, baik yang ringan maupun yang memerlukan perhatian khusus. Berikut ini beberapa penyebab umum sering mimisan:

1. Lingkungan kering atau perubahan suhu ekstrem

Udara yang terlalu kering, misalnya saat musim kemarau atau di ruangan ber-AC, dapat membuat permukaan dalam hidung menjadi mudah kering. Jika lapisan ini pecah, pembuluh darah kecil di dalamnya bisa mudah robek sehingga menyebabkan mimisan.

Perubahan suhu mendadak, seperti keluar-masuk ruangan ber-AC ke luar ruangan yang panas, juga bisa membuat pembuluh darah di hidung melebar dan lebih rentan pecah.

2. Kebiasaan mengorek atau menggosok hidung

Tindakan seperti mengorek hidung dengan jari atau menggosok hidung terlalu kuat bisa merusak pembuluh darah halus yang ada di dalam hidung. Pada anak-anak, kebiasaan ini cukup umum terjadi sehingga mereka lebih sering mimisan. Bahkan goresan kecil pun bisa membuat darah keluar dari hidung.

3. Alergi dan infeksi saluran pernapasan atas

Jika Anda memiliki alergi, seperti rhinitis alergi, atau sedang mengalami pilek, saluran hidung akan menjadi lebih sensitif dan meradang. Peradangan ini menyebabkan dinding dalam hidung membengkak dan pembuluh darah lebih mudah pecah. Selain itu, bersin atau mengusap hidung ketika alergi juga menambah risiko sering mimisan.

4. Penggunaan obat semprot hidung secara berlebihan

Pemakaian obat semprot hidung, seperti dekongestan, dalam waktu lama atau terlalu sering, bisa membuat dinding hidung menjadi kering dan iritasi. Akibatnya, lapisan hidung menjadi rapuh dan mudah berdarah. Obat semprot ini sebaiknya digunakan sesuai anjuran dokter agar tidak menimbulkan efek samping.

5. Cedera atau benturan pada hidung

Hidung sangat sensitif terhadap benturan, meskipun hanya terkena sedikit dorongan, terpukul, atau terjatuh. Trauma fisik pada hidung bisa langsung merusak pembuluh darah halus di dalamnya. Pada kasus tertentu, cedera berat bisa menyebabkan perdarahan hebat yang butuh penanganan medis segera.

6. Penggunaan obat pengencer darah

Beberapa orang memiliki gangguan pada sistem pembekuan darah, seperti hemofilia atau trombositopenia, sehingga darah sulit membeku saat terjadi luka. Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin atau antikoagulan, juga lebih sering mimisan karena darah lebih sulit berhenti mengalir.

7. Tekanan darah tinggi

Pada orang usia lanjut, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol bisa membuat pembuluh darah di hidung menjadi lebih rapuh dan mudah pecah. Kondisi ini sering menyebabkan mimisan yang berlangsung cukup lama atau sulit berhenti. Jika Anda lansia dan sering mengalami mimisan, sebaiknya lakukan pemeriksaan tekanan darah secara rutin.

Pada sebagian besar kasus, sering mimisan tidak menyebabkan komplikasi serius. Namun, evaluasi lebih lanjut tetap diperlukan jika mimisan sangat sering atau sulit berhenti.

Cara Mengatasi Sering Mimisan di Rumah

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami mimisan, lakukan beberapa langkah berikut ini untuk membantu menghentikan perdarahan:

  • Duduk tegak dan sedikit menunduk agar darah tidak mengalir ke tenggorokan dan mencegah mual.
  • Jepit hidung selama 10–15 menit hingga perdarahan berhenti.
  • Kompres pangkal hidung dengan es batu dengan cara bungkus es dengan kain bersih, lalu tempelkan pada pangkal hidung untuk membantu pembuluh darah menyempit.
  • Hindari meniup atau mengorek hidung setelah mimisan berhenti agar luka tidak terbuka kembali dan perdarahan tidak berulang.
  • Gunakan pelembap udara (humidifier) di ruangan yang kering untuk mencegah hidung mudah kering dan berdarah.

Biasanya, mimisan bisa berhenti dengan langkah sederhana di atas dan tidak menyebabkan bahaya.

Sering mimisan memang membuat cemas, apalagi jika terjadi berulang atau disertai gejala lain. Dengan memahami penyebab, langkah penanganan di rumah, serta tanda-tanda kapan harus ke dokter, Anda dapat lebih tenang dan bijak menghadapi kondisi ini.

Untuk konsultasi cepat terkait sering mimisan, Anda dapat menggunakan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER agar mendapat saran dan penanganan yang sesuai.

Namun, jika mimisan terjadi lebih dari 1 kali dalam seminggu, berlangsung lebih dari 20 menit, perdarahan sangat deras, sulit berhenti, atau disertai gejala berat seperti sesak napas, segera ke IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan darurat.