Spermatozoa, Sel Penentu Kesuburan Pria

Spermatozoa adalah sel dari sistem reproduksi laki-laki yang dikeluarkan bersamaan dengan air mani saat seseorang berejakulasi. Spermatozoa yang sempurna dan berkualitas menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses pembuahan untuk menciptakan kehamilan. Yuk, ketahui karakteristik spermatozoa yang sehat dan berkualitas di sini!

Spermatozoa merupakan pembawa materi genetik pria yang menentukan jenis kelamin anak melalui kromosom X atau Y. Fungsi spermatozoa adalah untuk membuahi sel telur dalam proses pembuahan, serta menciptakan organisme baru yang disebut zigot, yang akan berkembang dari menjadi embrio hingga menjadi janin.

Struktur dan Karakteristik Spermatozoa

Spermatozoa atau sel sperma terdiri dari 3 bagian, yakni:

  • Kepala
    Ini merupakan bagian inti spermatozoa yang berisi materi genetik berupa kromosom. Enzim hyaluronidase yang dikeluarkan dari bagian kepala spermatozoa berfungsi untuk menghancurkan asam hyaluronic pada sel telur, agar sperma mudah masuk ke dalamnya.
  • Leher dan bagian tengah
    Terletak di antara kepala dan ekor, kedua bagian ini berfungsi sebagai penghubung kedua ujung sel sperma. Bagian ini berisi mitokondria yang berfungsi menghasilkan energi untuk kelangsungan hidup dan pergerakan spermatozoa menuju sel telur.
  • Ekor
    Bagian yang juga dikenal sebagai flagellum ini merupakan alat gerak spermatozoa, yang memungkinkan sperma untuk berenang cepat ke saluran reproduksi wanita.

Morfologi, atau ukuran dan bentuk spermatozoa, dapat memengaruhi tingkat keberhasilan pembuahan. Jika lebih dari 50 persen sperma berbentuk tidak normal, dapat mengurangi tingkat kesuburan seorang pria. Sperma normal memiliki kepala oval dengan ekor panjang, sedangkan sperma abnormal memiliki cacat pada bagian kepala atau ekor, seperti kepala besar, ekor bengkok, atau ekor ganda. Cacat ini bisa memengaruhi kemampuan sperma untuk mencapai dan menembus sel telur. Kelainan pada spermatozoa juga bisa terjadi karena sperma belum matang, serta belum siap dan belum efektif dalam membuahi sel telur.

Kriteria Kualitas Sperma yang Sehat

Kriteria sperma yang sehat dapat mengacu pada tiga hal, yakni jumlah sperma, kecepatan gerak sperma, dan bentuk sperma.

  • Jumlah sperma
    Jumlah sperma normal adalah antara 15 juta sampai 120 juta sperma per mililiter air mani yang Anda keluarkan saat ejakulasi. Jika jumlah sperma berada di bawah rentang ini, maka akan memperkecil peluang untuk terjadinya pembuahan.
  • Motilitas
    Kecepatan gerak atau motilitas juga memengaruhi kualitas sperma. Sperma berkualitas adalah sperma yang mampu bergerak cepat menuju sel telur dan membuahinya. Minimal 50% spermatozoa perlu dapat bergerak normal dalam waktu 1 jam setelah ejakulasi untuk menunjang proses pembuahan.
  • Struktur atau bentuk sperma
    Sperma yang sehat juga memiliki struktur kepala berbentuk oval dengan ekor yang panjang. Ekor tersebut berguna untuk membantu sperma berenang menuju sel telur. Semakin banyak sperma dengan bentuk normal yang Anda miliki, maka semakin mudah sperma-sperma tersebut berenang mencapai sel telur.

Selain itu, jumlah, kekentalan, pH, dan konsentrasi air mani juga memengaruhi kualitas sperma.

Kelainan pada spermatozoa bisa menyebabkan proses pembuahan menjadi sulit, lantaran sperma kesulitan mencapai dan menembus sel telur. Hal tersebut bisa disebabkan oleh kondisi tertentu, seperti:

  • Ketidaksuburan.
  • Penyakit, seperti diabetes dan infeksi.
  • Efek samping obat-obatan.
  • Kebiasaan merokok.
  • Gangguan hormon.
  • Kelainan genetik.
  • Paparan radiasi.

Pemeriksaan Spermatozoa dengan Analisis Sperma

Untuk mengidentifikasi kelainan pada bagian-bagian spermatozoa, seperti kepala, leher dan bagian tengah, atau ekor sperma, dibutuhkan prosedur pemeriksaan yang disebut analisis sperma atau analisis air mani. Analisis sperma berguna untuk menganalisa kesehatan dan kelangsungan hidup sperma.

Pemeriksaan ini akan mengevaluasi beberapa faktor yang berperan dalam kualitas sperma, yakni:

  • Jumlah sperma
  • Bentuk sperma
  • Pergerakan sperma
  • Volume air mani
  • Kekentalan air mani
  • pH air mani
  • Sel darah putih pada air mani

Pemeriksaan ini dianjurkan bagi pasangan suami istri yang sudah lama berhubungan seksual secara rutin namun belum memiliki momongan. Tes ini akan membantu dokter menentukan apakah seorang pria subur atau tidak.

Kendati demikian, pria dengan hasil analisis sperma yang abnormal tetap mungkin bisa menjadi seorang ayah, meskipun akan membutuhkan waktu yang lebih lama. Bagi pasangan suami istri yang tidak memungkinkan melakukan pembuahan secara alami, dapat menempuh prosedur bayi tabung.

Agar spermatozoa memiliki kualitas yang baik, Anda perlu menerapkan pola hidup sehat untuk meningkatkan kualitas sperma. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis andrologi atau dokter kandungan, untuk mendapatkan saran lebih lanjut sesuai dengan kondisi Anda dan pasangan.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi