Berbagai perubahan yang terjadi dalam kehamilan dapat membuat perasaan ibu hamil menjadi lebih sensitif. Wajar saja bila ibu hamil jadi lebih mudah marah, sedih, atau tersinggung terhadap berbagai perkataan yang ditujukan kepadanya.

Perasaan ibu hamil yang sensitif dapat terjadi akibat perubahan hormon selama kehamilan. Hal ini membuat neurotransmiter yang mengendalikan suasana hati menjadi terganggu. Selain itu, stres, kelelahan, dan perubahan metabolisme tubuh juga bisa menjadi penyebab lain munculnya perasaan sensitif pada ibu hamil.

Ssstt, Jangan Pernah Mengatakan 9 Hal ini kepada Ibu Hamil! - Alodokter

Kalimat yang Perlu Dihindari saat Berbicara dengan Ibu Hamil

Menjaga perkataan sebenarnya termasuk suatu hal yang harus dibiasakan, terlebih di hadapan ibu hamil yang sering kali perasaannya sedang campur aduk. Alih-alih menyampaikan basa-basi, kamu justru bisa menyinggung perasaannya.

Berikut ini adalah beberapa hal yang sebaiknya tidak kamu katakan pada ibu hamil:

1. Badanmu kok gemuk sekali?

Kebanyakan wanita mungkin sudah cukup stres melihat tubuhnya yang kian membesar saat hamil. Kalimat di atas hanya akan menambah beban pikirannya, merusak kepercayaan dirinya, dan membuatnya minder.

Pertambahan berat badan adalah suatu hal yang wajar terjadi dalam kehamilan. Hal itu dibutuhkan untuk perkembangan bayi dalam kandungan. Jadi, ketimbang mengucapkan perkataan tersebut dengan konotasi yang negatif, lebih baik bantu ibu hamil untuk tidak khawatir berlebihan akan perubahan bentuk tubuhnya.

2. Mukamu kusam, deh!

Jika mukanya terlihat kusam karena kelelahan atau tidak memakai make-up, maka kamu tidak perlu mempertegasnya. Ibu hamil sebenarnya tahu, kok, kalau penampilannya mungkin tidak seperti biasanya, tapi kini sudah ada lebih banyak hal yang menjadi prioritasnya, ketimbang memerhatikan penampilannya di depan kamu.

Pahami saja kondisinya dengan tidak membahas penampilannya. Sebaliknya, kamu bisa membuatnya merasa bahagia dengan mengatakan, “Untuk ukuran ibu hamil, kamu masih jauh lebih cantik, kok."

3. Sepertinya badanmu terlalu kurus

Kalimat ini terkesan bahwa kamu sedang mengomentari kesehatan bayi dalam kandungannya yang tidak cukup mendapatkan nutrisi, karena dikandung oleh ibu hamil yang kurus.

Bila kamu melihatnya memang terlalu kurus untuk ukuran ibu hamil, berhati-hatilah dalam menyampaikan kekhawatiranmu. Meskipun maksudmu baik, tapi jangan sampai penyampaianmu berkesan menghakimi.

4. Sudah hamil lagi? Kebobolan, ya?

Kamu mungkin terkejut ketika melihat teman yang sudah berbadan dua kembali, padahal anaknya masih bayi. Namun, sebaiknya tahan diri untuk mengungkapkan keterkejutanmu itu.

5. Ibu hamil kan tidak boleh makan dan minum ini! 

Tanamkan saja pada pikiranmu bahwa ibu hamil sudah pasti memeriksakan kandungannya ke dokter. Salah satu hal yang pasti dikonsultasikannya ke dokter adalah masalah makanan dan minuman yang boleh atau tidak boleh dikonsumsi.

6. Apa kamu berencana memberikan bayimu ASI? 

Sebenarnya ini bukanlah urusanmu. Percayakan saja padanya bahwa ia sudah tahu mana yang terbaik untuk bayinya. Namun bila ia menanyakan pendapatmu mengenai hal ini, kamu bisa menyampaikan informasi sesuai pengetahuanmu dan menganjurkannya untuk memastikan hal tersebut pada dokter.

7. Melahirkan sangat menyakitkan, lho

Kebanyakan wanita mungkin takut mendengar kata melahirkan. Oleh karena itu, jangan mengatakan hal-hal yang dapat membuatnya ketakutan untuk menjalani proses persalinan. Hal itu hanya akan membuatnya stres dan khawatir berlebihan.

Daripada mengatakan hal yang menakutkan, kamu bisa memberikannya informasi atau artikel yang membahas tips dan trik menjalani persalinan.

8. Umurmu sudah terlalu tua untuk hamil

Kamu tidak pernah tahu alasan mengapa dia baru hamil di usia tersebut. Mungkin saja ia memang belum siap menjadi orang tua atau mungkin ia sempat mengalami kesulitan untuk bisa hamil.

Jadi, hindari perkataan tersebut atau obrolan yang merujuk tentang bahaya kehamilan di usia tua. Ketika hamil di usia tersebut, dia mungkin sudah tahu konsekuensinya dan sudah mendapatkan penjelasan dari dokter.

9. Kamu belum melahirkan juga? 

Jika dia sudah melewati masa 9 bulan namun tak kunjung melahirkan, jangan lontarkan pertanyaan tersebut. Pahamilah, di kondisi seperti ini ia mungkin sudah lebih dulu stres karena belum juga mendapati tanda-tanda kelahiran.

Dibandingkan mengajukan pertanyaan yang membuatnya semakin cemas, kamu bisa bertanya mengenai kabarnya atau apakah ada yang bisa kamu bantu.

Selama hamil, kondisi emosi ibu hamil menjadi tidak stabil akibat perubahan hormon yang dialaminya dan berbagai hal yang dihadapinya. Yuk, bantu ibu hamil dengan menghindari kalimat yang dapat memperburuk kondisi emosinya dan mengganti dengan kalimat positif yang dapat membesarkan hatinya.