Susah Hamil Setelah Berhenti Memakai Pil KB?

Pil KB adalah salah satu alat kontrasepsi yang banyak dipilih dan dikonsumsi oleh wanita. Program KB yang digagas pemerintah merupakan salah satu upaya untuk menghadirkan keluarga Indonesia berkualitas melalui penentuan waktu dan jarak kelahiran anak, serta usia ideal hamil dan melahirkan. Program ini menganjurkan penggunaan alat kontrasepsi yang harus dibarengi dengan edukasi, konseling, advokasi, dan sistem informasi yang terintegrasi.

Data dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tahun 2016 menunjukkan, penggunaan alat kontrasepsi pil menempati peringkat kedua terbanyak, yaitu sekitar 23 persen dari sekitar 6,6 juta pasangan usia subur yang baru mulai menggunakan alat kontrasepsi di Indonesia.

Sulit hamil setelah berhenti memakai pil kb

Di Indonesia, pil kontrasepsi lebih populer disebut dengan pil KB sebagai bagian dari program Keluarga Berencana (KB) yang ditetapkan sebagai program pemerintah sejak tahun 1970.  Namun pada sebagian masyarakat kemudian timbul anggapan bahwa setelah menggunakan pil KB dapat menyebabkan kesulitan hamil. Benarkah demikian?

Berdasarkan Hasil Penelitian

Penelitian menyatakan bahwa kondisi kesuburan wanita yang berhenti konsumsi pil KB, tidak berbeda dengan wanita yang tidak pernah mengonsumsi pil KB sama sekali.

Penelitian lain menyebutkan, pil KB tidak menunjukkan adanya efek jangka panjang terkait kesuburan seseorang setelah menggunakannya. Saat seorang wanita berhenti mengonsumsinya, maka dia akan kembali subur dan dapat segera hamil.

Setelah penghentian konsumsi pil KB, maka ovulasi bisa dimulai dalam hitungan 4-6 minggu. Sebagian wanita dapat kembali hamil setelah 3 bulan berhenti menggunakan pil KB.

Kemungkinan di Balik Anggapan Keliru Pil KB

Terdapat beberapa kemungkinan alasan pil KB kerap dihubungkan dengan menghambat kehamilan. Pertama, pil KB dapat membuat siklus haid menjadi teratur sejak seorang wanita mengonsumsinya.

Namun ketika konsumsi pil KB dihentikan, maka siklus haid menjadi tidak teratur, bahkan tidak mendapat haid. Hal ini kemudian dapat membuat anggapan bahwa pil KB menjadi penyebabnya, padahal mungkin sebenarnya siklus haid sudah sejak awal tidak teratur.

Kemungkinan lain adalah ketidakteraturan siklus haid dikarenakan proses alami penuaan. Pil KB yang dikonsumsi membuat siklus haid teratur. Ketika dihentikan, siklus haid terkadang bisa menjadi tidak teratur akibat penuaan.

Manfaat Ekstra Pil KB Selain Sebagai Kontrasepsi

Pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak dipilih dengan berbagai alasan, seperti mudah dan harga yang terjangkau. Ternyata, selain  berfungsi mencegah kehamilan, pil KB juga dapat membantu siklus haid lebih teratur. Manfaat lain pil KB, yaitu dapat melindungi dari penyakit radang panggul, kista ovarium, serta infeksi saluran indung telur atau rahim.

Penyakit ini adalah penyebab utama kemandulan pada wanita. Pil KB juga dapat membantu menghindari kanker ovarium dan endometrium.

Pil KB juga tidak akan mengganggu kondisi kesuburan organ reproduksi Anda. Ketika Anda memutuskan ingin hamil dan berhenti menggunakan pil KB, sebaiknya tuntaskan sisa pil yang masih ada.

Biasanya dokter akan meminta Anda untuk menunda kehamilan hingga Anda mengalami 1-2 siklus haid dengan alasan agar lebih mudah menentukan usia kehamilan. Namun jangan khawatir, jika kehamilan sudah lebih dulu terjadi, pemeriksaan USG kini dapat membantu memastikan hal tersebut.

Persiapkan diri Anda dan pasangan untuk menghadapi kehamilan segera setelah menghentikan penggunaan pil KB. Jika kemudian terjadi masalah pada siklus haid, segera konsultasikan kondisi tersebut kepada dokter.

Ditinjau oleh : dr. Kevin Adrian

Referensi