Kamu sudah berniat punya momongan? Persiapkan dari sekarang, yuk! Salah satu langkah mempersiapkan kehamilan yang tidak boleh kamu lewatkan adalah melakukan pola hidup yang sehat.

Mempersiapkan kehamilan perlu dilakukan sedini mungkin, yaitu setelah kamu berniat untuk memiliki anak. Hal ini penting dilakukan agar tubuhmu siap untuk hamil dan tetap sehat sepanjang 9 bulan kehamilan nanti.

8 Langkah Mempersiapkan Kehamilan - Alodokter

Selain itu, persiapan ini juga bertujuan agar bayi dapat dilahirkan dengan selamat, sehat, dan tidak kekurangan apa pun.

Ini Langkah Mempersiapkan Kehamilan

Untuk mempersiapkan diri menjalani kehamilan yang sehat, kamu perlu melakukan beberapa langkah berikut ini:

1. Berkonsultasi ke dokter

Berkonsultasilah dengan dokter kandungan segera setelah kamu memutuskan untuk hamil. Ini penting dilakukan, terutama jika kamu berusia 30 tahun ke atas atau memiliki kondisi kesehatan tertentu. Lewat konsultasi ini, dokter akan menyarankan program hamil yang disesuaikan dengan kondisi kesehatanmu.

2. Jaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan bisa menambah risiko terjadinya komplikasi di masa kehamilan, seperti diabetes atau hipertensi. Sedangkan kalau berat badanmu kurang, kemungkinan untuk hamil bisa semakin kecil. Jadi, kamu perlu menjaga berat badan idealmu agar peluang hamil lebih besar.

Pastikan indeks masa tubuh (IMT) kamu tergolong normal saat mempersiapkan kehamilan. IMT yang normal untuk orang Asia adalah 18,5–22,9.

Cara menghitungnya, berat badan (kg) dibagi tinggi badan (m)2. Sebagai contoh, perhitungan IMT untuk berat badan 60 kg dan tinggi badan 170 sentimeter (1,7 meter) adalah 60 / (1,7)² = 20,7. Nilai IMT ini termasuk dalam kategori normal.

3. Konsumsi makanan bergizi seimbang

Mulailah perhatikan jenis makanan dan minuman kamu konsumsi. Berikut ini adalah panduan menentukan nutrisi dan makanan yang dibutuhkan saat mempersiapkan kehamilan:

  • Konsumsi makanan yang kaya protein, zat besi, asam folat, dan kalsium.
  • Konsumsi buah-buahan, sayuran, biji-bijian, serta produk susu rendah lemak.
  • Konsumsi 340 gram ikan per minggu. Namun, hindari ikan dengan kadar merkuri yang tinggi, misalnya ikan tuna dan ikan hiu.
  • Kurangi makanan yang tinggi kalori, mengandung pemanis buatan, atau mengandung tinggi
  • Jangan konsumsi vitamin A, D, E, dan K (vitamin larut lemak) dalam dosis yang terlalu Soalnya, vitamin-vitamin tersebut mungkin bisa menyebabkan cacat lahir pada bayi kalau dikonsumsi secara berlebihan.

4. Konsumsi asam folat

Kamu dianjurkan konsumsi asam folat setidaknya 6 bulan sebelum hamil. Nutrisi ini dapat membantu mencegah bayi lahir dengan cacat tabung saraf. Selain dari makanan, asam folat juga bisa didapat dengan minum suplemen asam folat. Dosis yang dianjurkan adalah 400 mikrogram per hari.

5. Hentikam kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol

Kebiasaan merokok dan konsumsi minuman beralkohol bisa membuatmu sulit hamil. Bahkan, bila kebiasaan ini tidak dihentikan selama hamil, kemungkinan bayi lahir dengan cacat fisik dan gangguan tumbuh kembang akan semakin tinggi.

6. Lakukan vaksinasi

Untuk melindungi kesehatanmu dan calon janin, disarankan untuk melakukan  vaksinasi sebelum memulai program hamil. Beberapa jenis vaksin yang perlu kamu lengkapi adalah vaksin MMR, vaksin varicella, vaksin HPV, vaksin hepatitis B, dan vaksin COVID-19.

7. Jaga kesehatan gigi

Saat hamil, perubahan hormon dapat membuatmu lebih rentan terhadap penyakit gusi dan gigi berlubang. Nah, penyakit ini sering dikaitkan dengan peningkatan risiko kelahiran prematur dan gangguan perkembangan organ janin.

Untuk mencegah hal tersebut, rutinlah berkonsultasi ke dokter gigi sebelum dan selama menjalani kehamilan. Selain itu, jangan lupa untuk rajin membersihkan gigi agar masalah radang gusi dan gigi berlubang bisa diminimalkan.

8. Rutin berolahraga

Lakukan olahraga setidaknya selama 30 menit per hari. Kamu bebas melakukan olahraga apa pun yang kamu sukai, baik itu yoga, berjalan kaki, bersepeda, atau berenang.

Bila belum terbiasa berolahraga, mulailah dengan latihan selama 10 menit dahulu. Setelah itu, tambahkan durasinya secara bertahap menjadi 15 menit, 20 menit, kemudian nantinya menjadi 30 menit.

Jika kamu sudah menjalani langkah-langkah di atas, tetapi belum berhasil mendapatkan hasil test pack yang positif, tetap semangat, ya. Kamu dan pasangan juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan perencanaan kehamilan yang sesuai dengan kondisi kalian berdua.