Sunat stapler kian populer karena prosesnya yang cepat dan penutupan luka yang lebih rapi. Metode sunat ini menggunakan alat khusus berbentuk tabung yang bekerja dengan memotong kulup dan memasang klip secara bersamaan, berbeda dengan sunat konvensional.
Di Indonesia, sunat sudah menjadi prosedur umum, terutama karena alasan agama, kebersihan, dan kesehatan. Seiring pesatnya perkembangan teknologi medis, sunat stapler semakin diminati, khususnya oleh orang tua yang ingin pengalaman sunat lebih nyaman untuk anak mereka.

Sunat stapler kerap direkomendasikan karena proses pemotongan dan penutupan luka berlangsung singkat. Luka yang dihasilkan juga umumnya lebih bersih, dengan risiko perdarahan yang rendah. Namun, biaya sunat stapler biasanya lebih tinggi dibandingkan metode konvensional.
Cara Kerja Sunat Stapler
Sunat stapler dilakukan menggunakan alat sekali pakai berbentuk tabung yang dirancang khusus agar proses sunat menjadi lebih praktis dan minim risiko. Berikut ini penjelasan lebih detail mengenai tahapan sunat stapler:
1. Persiapan dan anestesi
Proses dimulai dengan membersihkan area penis menggunakan cairan antiseptik. Setelah itu, dokter memberikan anestesi lokal di sekitar area penis, sehingga anak tidak akan merasakan nyeri saat tindakan berlangsung.
2. Pemasangan alat stapler
Setelah anestesi bekerja, kulit kulup yang akan dipotong ditarik dan diposisikan sesuai kebutuhan. Alat stapler kemudian dipasang dan diatur agar posisinya tepat menutupi bagian kulup yang akan diangkat.
3. Pemotongan
Dengan satu kali tekanan, alat stapler akan bekerja memotong kulit kulup sekaligus memasang klip kecil di sepanjang tepi luka. Klip ini berfungsi menutup pembuluh darah, sehingga dapat meminimalkan perdarahan dan menjaga luka tetap rapi.
4. Pemeriksaan luka dan pelepasan alat
Setelah pemotongan selesai, dokter akan memastikan seluruh klip terpasang dengan baik dan tidak ada perdarahan aktif. Alat stapler lalu dilepaskan dengan hati-hati, hanya menyisakan klip yang menempel di sekitar luka.
Setelah itu, pasien biasanya diperbolehkan pulang di hari yang sama. Dokter akan memberikan petunjuk detail tentang cara merawat luka, menjaga kebersihan, serta tanda-tanda yang perlu diwaspadai selama masa pemulihan.
Klip atau stapler yang dipasang terbuat dari bahan khusus yang aman, dan akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu sekitar 1–2 minggu. Selama proses ini, pasien tidak perlu melakukan penanganan tambahan untuk melepaskan klip.
Kelebihan dan Kekurangan Sunat Stapler
Sunat stapler menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional. Berikut penjelasan adalah beberapa kelebihan sunat stapler:
1. Proses lebih cepat
Salah satu daya tarik sunat stapler adalah waktu tindakan yang sangat singkat. Proses pemotongan kulup dan penutupan luka dilakukan sekaligus, sehingga rata-rata prosedur dapat selesai dalam 5–10 menit saja.
Ini membantu mengurangi rasa cemas pada anak, karena mereka tidak perlu terlalu lama berada di ruang tindakan. Setelah selesai, pasien biasanya dapat langsung pulang dan kembali beraktivitas ringan dalam waktu yang relatif singkat.
2. Risiko perdarahan dan infeksi lebih rendah
Alat stapler dilengkapi klip steril yang langsung menutup pembuluh darah di tepi luka setelah pemotongan kulup. Dengan penutupan ini, perdarahan bisa diminimalkan sejak awal. Selain itu, tepi luka yang tertutup rapi oleh klip membuat risiko masuknya kuman penyebab infeksi lebih kecil.
3. Hasil tampak lebih rapi
Sunat stapler menghasilkan tepi luka yang rata, simetris, dan seragam hampir di seluruh lingkar penis. Klip dipasang presisi, sehingga bekas luka sunat tampak lebih halus dan estetik tanpa bekas jahitan yang timbul.
4. Minim rasa sakit
Dengan penggunaan anestesi lokal yang efektif dan durasi tindakan yang singkat, rasa nyeri selama dan sesudah prosedur biasanya cukup ringan. Selain itu, karena tidak ada jahitan manual, jaringan di sekitar luka tidak tertarik atau tertekan, sehingga dapat meminimalkan timbulnya rasa nyeri dan bengkak.
Meski memiliki banyak keunggulan, sunat stapler juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan, di antaranya:
- Biayanya lebih mahal dibandingkan sunat konvensional
- Klip yang belum terlepas seluruhnya bisa menimbulkan rasa tidak nyaman pada anak
- Tidak cocok untuk kondisi tertentu, contohnya pada anak dengan gangguan pembekuan darah, infeksi, atau bentuk anatomi penis tertentu
Perawatan Setelah Sunat Stapler
Agar proses pemulihan berjalan baik dan infeksi bisa dicegah, ada beberapa langkah perawatan yang perlu Anda perhatikan, di antaranya:
- Jaga kebersihan area bekas sunat, terutama setelah buang air kecil.
- Jangan memaksa melepaskan klip yang masih menempel.
- Hindari aktivitas fisik berat atau berolahraga selama masa penyembuhan.
Jika muncul tanda infeksi, seperti bengkak, nanah, perdarahan yang tidak berhenti, demam, atau klip tidak terlepas lebih dari dua minggu, segera kunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Meski menawarkan solusi praktis dan hasil yang lebih baik, Anda tetap harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memilih sunat stapler untuk anak.
Diskusikan mengenai kelebihan, kekurangan, serta kondisi kesehatan anak, untuk mengetahui apakah metode ini aman dilakukan atau tidak. Anda juga bisa memanfaatkan fitur Chat Bersama Dokter di aplikasi ALODOKTER untuk mendapatkan saran penanganan yang sesuai.