Infeksi kulit dapat disebabkan oleh berbagai jenis mikroorganisme, seperti bakteri, virus, jamur, dan parasit. Mikroorganisme tersebut dapat masuk ke dalam kulit melalui luka terbuka, gigitan serangga, atau kontak langsung dengan sumber infeksi.
Pada kondisi tertentu, mikroorganisme juga dapat berkembang berlebih di permukaan kulit dan memicu infeksi.
Berdasarkan penyebabnya, infeksi kulit dapat dibagi menjadi beberapa jenis berikut:
1. Infeksi kulit akibat bakteri
Beberapa bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi kulit adalah Streptococcus dan Staphylococcus, termasuk Staphylococcus aureus yang resisten terhadap antibiotik (MRSA). Selain itu, Mycobacterium leprae diketahui sebagai penyebab kusta.
Beberapa contoh infeksi kulit akibat bakteri, antara lain:
- Folikulitis
- Bisul (furunkel)
- Impetigo
- Selulitis
- Kusta
2. Infeksi kulit akibat virus
Beberapa kelompok virus yang sering menyebabkan kondisi ini adalah virus herpes, human papillomavirus (HPV), dan poxvirus.
Jenis infeksi kulit akibat virus, meliputi:
- Cacar air (varicella)
- Herpes zoster (cacar ular)
- Campak
- Flu Singapura (hand, foot, and mouth disease)
- Herpes simplex
- Kutil (verruca)
- Molluscum contagiosum
3. Infeksi kulit akibat jamur
Infeksi jamur pada kulit umumnya terjadi di area yang lembap, hangat, dan kurang mendapatkan sirkulasi udara. Jamur dapat tumbuh berlebih pada kondisi tersebut, terutama jika kebersihan kulit tidak terjaga.
Beberapa jenis jamur yang sering menyebabkan infeksi kulit adalah:
- Microsporum, penyebab tinea capitis (kurap pada kulit kepala)
- Trichophyton, penyebab tinea pedis (kutu air) dan kurap
- Malassezia, penyebab panu (tinea versicolor)
- Candida, penyebab kandidiasis kulit
Kebiasaan memakai pakaian ketat atau lembap serta lingkungan yang panas dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur pada kulit.
4. Infeksi kulit akibat parasit
Infeksi kulit akibat parasit terjadi ketika parasit hidup di permukaan atau di dalam lapisan kulit. Kondisi ini sering menimbulkan rasa gatal hebat dan iritasi.
Beberapa contoh infeksi kulit akibat parasit, meliputi:
- Pedikulosis (kutu rambut atau kutu kemaluan)
- Cutaneous larva migrans (infeksi larva cacing pada kulit)
- Skabies (kudis)
Faktor Risiko Infeksi Kulit
Infeksi kulit dapat dialami oleh siapa saja. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini, yaitu:
- Menderita penyakit kronis, seperti diabetes, HIV/AIDS, atau malnutrisi
- Menjalani kemoterapi atau terapi imunosupresan
- Menggunakan obat kortikosteroid dalam jangka panjang
- Mengalami luka, goresan, atau cedera pada kulit
- Memiliki penyakit kulit kronis, seperti eksim, kulit sangat kering, atau psoriasis
- Berbaring lama tanpa bergerak (imobilisasi), misalnya pada penderita lumpuh
- Memiliki obesitas yang menyebabkan banyak lipatan kulit
- Tinggal di lingkungan dengan sanitasi atau akses air bersih yang terbatas
- Tinggal di lingkungan padat, seperti asrama atau pesantren